
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Setelah selesai makan malam, Kenzo pergi ke rumah sahabat karibnya, Reno Mahardika.
Tampak raut wajah cemas dan kesal oleh seorang Nasyila, yang menatap punggung suaminya berlalu pergi meninggalkan meja makan tanpa pamit.
Sadar diri, sadar posisi Nasyila... jangan berharap lebih pada siapapun! bathin Nasyila merasa tak dihargai oleh Kenzo, suaminya.
Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin cepat tiba di rumah sahabatnya dan menceritakan petistiwa hari ini.
Paling tidak... Reno bisa menghiburku! bathin Kenzo.
*
"Tumben kesini, kangen lo sama gue?" tanya Reno iseng.
Pertanyaan macam apa itu?? bathin Kenzo kesal.
"Enggak, gue kangen nyokap lo" sahut Kenzo malas.
"Playboy, sih playboy bro... nyokap gue jangan di embat juga kali" ucap Reno dengan antusias.
"Bodo amat, gue bete!" sahut Kenzo menyeringai.
"Muka lo udah kek jemuran, lusuh gitu... why??" Reno menyelidik.
"Biasa bokap gue, diktator tingkat dewa" jelas Kenzo dengan wajah kesalnya.
"Yaelah, elo kek baru hidup satu hari aja... dari orok juga lo tau kalo bokap lo penguasa" jawab Reno seadanya.
"Ini masalah gue sama istri gue"
"Masalah apaan? ketahuan lo nyolong keperawanannya?" tanya Reno semangat.
"Iya" jawab Kenzo singkat.
"Hahaha gak nyangka gue, lo ketahuan" ledek Reno pada sahabatnya.
"Bantuin gue kek!" seru Kenzo.
"Bantu apaan, bantu *****-***** bini lo gitu??" Reno semakin menyebalkan.
"Sumpah, lo bikin gue tambah pusing" ucap Kenzo mulai marah.
"Yaudah lo ceritain dulu sedetail-detailnya, buat gue bisa bantu cari solusi" ucap Reno sok bijak.
Kenzo pun mulai menceritakan peristiwa hari ini yang di alaminya bersama Nasyila. Wajah Kenzo tampak lesu dan tak bersemangat, alias letoy.
"Gue harus gimana dong?" tanya Kenzo.
__ADS_1
"Lo harus bikin bayi" sahut Reno memberi solusi.
"Bukannya bantuin malah becanda lo, garing tau gak?!" sahut Kenzo.
"Yey elo mah emosian, kan lo sendiri yang bilang ke bokap kalo bini lo hamil... yaudah hamilin aja sekalian biar kalian samawa!" balas Reno.
"Terus gue harus minta jatah gitu sama bini gue?" tanya Kenzo dengan polosnya.
"Heem" sahut Reno malas.
"Gak ada cara lain apa?" bantah Kenzo.
"Cara yang lain, lo harus cerai sama bini lo!" sahut Reno sembarang.
"Sialan lo"
.
"Eh tapi gue gengsi banget bro, masa iya... gue minta jatah sama Nasyila" ucap Kenzo.
"Yaelah ribet lo, kasih aja obat perangsang buat bini lo, kan rebes... eh beres maksud gue haha" jelas Reno memberikan solusi.
Masuk akal sih... bathin Kenzo.
"Beneran tuh, manjur??" tanya Kenzo.
"Takut gue" bantah Kenzo.
"Takut? apaan?"
"Takut dosa gue sama bini" jelas Kenzo.
"Sama bini lo takut, sama Tuhan takut gak??" ledek Reno.
"Kurang asem lo, biar brengsek gini gue juga masih takut sama yang di atas kali bro!" sahut Kenzo.
"Oh kirain takut sama yang di bawah haha" seru Reno.
"Elo mah becanda mulu, balik deh gue bosen liat muka lo yang gitu-gitu aja, gak ada kemajuan!" hina Kenzo kepada sahabatnya.
"Ya kali muka gue maju, bearti monyong dong?"
"Kek nya bagus tuh!" ledek Kenzo berlalu pergi meninggalkan sahabat karibnya.
"Sialan lo!" umpat Reno.
.
Kenzo kembali melajukan mobil nya, ia menghentikan mobilnya di sebuah cafe terdekat. Kenzo dengan langkah santainya memasuki cafe tersebut. Ia memilih duduk di pojokan, ia ingin menyendiri dan memikirkan semua masalahnya hari ini.
__ADS_1
Kenzo masih hanyut dalam lamunannya, sampai ada seorang wanita cantik yang menyapa nya lembut dengan suara manja. Ya perempuan itu adalah Bela, mantan pacarnya saat masih duduk di kelas 3 SMA.
"Hay, Ken... kamu benar Kenzo kan?" sapa Bela terhadap Kenzo.
"Ehm... hay, kamu Bela kan? apa kabar?" sahut Kenzo.
"Ah aku baik, seperti yang kamu lihat... kamu sendiri apa kabar? senang bertemu kembali denganmu" ucap Bela dengan suara manja khasnya.
"Aku baik juga, nice tu meet you, Bela!" ucap Kenzo.
" Silahkan duduk, Bel"
"Terimakasih, kamu masih manis seperti saat kita pacaran dulu" ucap Bela, sembari duduk di hadapan Kenzo, mantan pacarnya.
"Kamu bisa saja Bel"
"Beneran Ken, sudah lama sekali aku berharap bisa bertemu kembali denganmu" ucap Bela tersenyum manis.
"Oh benarkah? ya akhirnya kamu menemukanku" jawab Kenzo percaya diri.
*
Merekapun berbincang-bincang hingga larut malam, Kenzo seakan lupa pada rumah dan istrinya. Itu semua karena kehadiran Bela, mantan pacarnya yang terkenal dengan julukan wanita penggoda. Tak jarang, Bela juga menjadi PHO dalam hubungan teman-temannya. Memiliki tubuh yang seksi, montok, padat dan berisi membuat mata lelaki seolah terbius dengan lekuk tubuhnya, di tambah lagi Bela seorang yang fashionable dan styles tak jarang laki-laki manapun akan tergoda dengan keseksiannya.
Mereka berdua seakan lupa dunia, dan mampir ke club malam untuk merayakan pertemuannya.
"Kamu sering ke club malam?" tanya Kenzo penasaran.
"Iya, aku senang dan menikmati suasana club malam, bahkan ini duniaku" sahut Bela.
"Jangan terlalu banyak minum, nanti kamu mabuk Bel" ucap Kenzo.
"Mabuk bersamamu lebih menyenangkan" sahut Bela, terus meminum wine nya berulang kali hingga ia benar-benar kehilangan kesadaran.
Kenzo memapah Bela, membawanya ke mobil dan mengantar Bela pulang ke rumahnya.
*
"Jangan tinggalkan aku Ken, aku kesepian" racau Bela.
Kamu masih sama seperti dulu, gadis manis yang pandai menkhlukkan laki-laki Bela... bathin Kenzo.
Karena tak kuasa melihat keindahan tubuh Bela, Kenzo tergiur dan sangat bergairah untuk menyalurkan hasratnya apalagi Kenzo juga mabuk saat di club malam tadi.
Kenzo dan Bela melakukan aksi liarnya, terlihat Bela sangat menikmati keperkasaan mantan pacarnya itu. Desahan demi desahan di iringi lenguhan panjang membuat Kenzo semakin terbakar nafsu panasnya, hingga menumpahkan cairan hangat di tubuh Bela dan Kenzo terjerembab jatuh di tubuh Bela karena lelah dan sudah mencapai puncak kenikmatan.
Malam itu adalah sebuah tragedi yang sangat merugikan untuk Kenzo Reinaldi, ia sudah terperangkap dalam jeratan wanita malam. Semenjak lulus SMA Bela memutuskan untuk bekerja sebagai PSK agar kebutuhan nya terpenuhi, dan ia sangat membanggakan tubuhnya yang montok itu. Memiliki dada yang menonjol, body yang bahenol membuatnya sangat mudah memikat laki-laki mapan, tidak terkecuali juga untuk seorang Kenzo, mantan pacarnya.
Permasalahan baru akan muncul, karena kecerobohan Kenzo Reinaldi.
__ADS_1