Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Menikah


__ADS_3

"Menikah? Hahaha menikah? Kenapa harus menikah jika tidak menikah saja bisa?" Hans menaikkan satu alisnya sambil memberikan tatapan yang tidak bisa Tiara artikan.


"Tuan saya tidak bisa, tolong jangan paksa saya untuk melakukannya." Tiara menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah sedih.


Sudah pasti itu tidak mempengaruhi Hans untuk kasihan pada Tiara, dirinya memang terkenal tidak mempunyai belas kasih pada siapapun. Apa yang ia inginkan harus terjadi apapun masalahnya, termasuk mendapatkan Tiara yang sudah ia inginkan sejak beberapa bulan lalu.


"Tuan kakak ku tadi berkata ingin bertemu denganmu, aku bilang padanya jika kamu masih berada di luar negeri sehingga kamu tidak bisa bertemu dengannya. Apa yang saya lakukan benar?" Tiara sengaja mengalihkan pembicaraan agar pikiran Hans dapat teralihkan.


"Bagus aku tidak mau bertemu dengannya sampai kapanpun, jika aku ingin bertemu dengannya aku akan menemuinya bukan dia yang menemuiku. Jangan sampai dia bertemu denganku tanpa keinginanku," ucap Hans dengan tatapan mata tajam.


Hal ini membuat Tiara merasa aneh, kenapa harus tidak ingin bertemu dengan Evans yang notabennya kakaknya sendiri. Padahal jika mereka bertemu dan Hans bersikap baik pada Evans tidak akan ada masalah dan mereka berdua. Evans pasti dapat memberikan restu pada pernikahan mereka berdua, tetapi Tiara sadar Hans tidak akan mungkin bisa bersikap baik pada Evans, mungkin hal itulah yang membuat Hans tidak ingin bertemu dengan Evans.


"Ada apa tuan memanggil saya ke sini?"


"Kamu masih tanya? Bukannya kamu akan menikah denganku, memangnya kamu tidak ingin mempersiapkan pernikahan ini. Aku tanya padamu kamu serius tidak menikah denganku, kalau tidak kita tidak perlu menikah tetapi kamu tetap menjadi milikku," ucap Hans.


Dengan terbata-bata Tiara menganggukan kepalanya, lebih baik menikah dengan Hans daripada menjadi milik Hans tanpa adanya ikatan pernikahan. Mereka berdua akan terus melakukan kesalahan besar jika hal itu sampai terjadi, Tiara tidak mau terjadi.


"Hahaha ayo."


Hans mengajak Tiara keluar dari kantor, mereka berdua turun ke bawah dengan langkah kaki yang cukup cepat. Hans meminta Tiara untuk berjalan di belakangnya, ia seperti CEO di perusahaan ini dan tidak mungkin ia membiarkan wanita seperti darah berjalan di sampingnya itu akan pengaruh nama baiknya.

__ADS_1


"Masuk," ucap Hans.


Tiara pun masuk ke dalam mobil, ia tidak tahu akan dibawa kemana oleh Hans, ia berharap Hans tidak macam macam kepadanya.


"Kita mau kemana tuan," tanya Tiara.


"Jangan banyak berbicara," jawab Hans dengan sorotan mata membunuh.


Tiara mempunyai perasaan yang sangat tidak enak, baru beberapa hari mereka bertemu saja Hans sudah berani membawanya pergi entah ke mana. Mereka berdua belum mengenal begitu dekat, tapi Hans sudah seberani ini, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya setelah mereka menikah.


"Tuan oleh saya mengambil air minum itu." Tiara sengaja banyak berbicara padahal Hans, walaupun terlihat begitu menyeramkan ia ingin bisa lebih mengenal jauh bagaimana Hans, dengan berbicara mereka berdua bisa saling lebih mengenal.


"Jika kamu ingin minum ambil saja kenapa harus bertanya, hal-hal kecil seperti itu tidak harus kamu tanyakan," ucap Hans, ia begitu kesal pada Tiara yang banyak sekali berbicara padanya. Dirinya tipe orang yang berbicara jika ada hal penting saja.


Tanpa mengatakan apapun hanya menaikkan satu alis, ia heran dengan Tiara yang hampir menghabiskan satu botol air dengan cepat, walaupun air minum itu khusus untuknya Hans benar benar tidak peduli.


Tak lama mereka berdua sampai di sebuah tempat, tempat yang sepertinya asing di mata Tiara. Ia tidak heran jika harus membawanya ke sini, karena ia pikir ada beberapa hal yang harus dilakukan di tempat itu sebelum mereka menikah.


Tanpa mengatakan apapun Hans turun dari dalam mobil, dengan cepat Tiara mengikuti langkah kaki Hans. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam tempat itu dan langsung ke sebuah ke ruangan.


"Cepat ganti pakaianmu, kita akan sudah menikah," ucap Hans.

__ADS_1


"Ha!! Menikah sekarang juga?" Wajah Tiara tampak sangat kebingungan.


"Kapan lagi," ucap Hans dengan entengnya.


"Tapi ini begitu cepat bagaimana mungkin bisa?" Tiara masih terlihat kebingungan.


"Apa yang tidak bisa? Sebelum aku menemuimu aku sedang mendaftarkan pernikahan kita ke sini, dan sekarang sudah waktunya," ucap Hans.


"Sudah cepat Tiara jangan banyak berbicara." Herman berjalan mendekati mereka berdua, sejak tadi ia sudah berada di tempat ini.


"Ayah bukannya tadi Ayah di rumah? Kenapa sudah berada di sini?"


"Apa masalahnya padamu? Kau pergi aku pun pergi, jadi cepat sekarang bersiap-siap jangan membuat Tuan Hans menunggu terlalu lama," ucap Herman.


Tiara tidak mempunyai pilihan lain sekarang, walaupun begitu cepat dan begitu mendadak ia harus melakukan apa yang Hans inginkan sekarang. Segera ia berjalan ke sebuah ruangan untuk bersiap-siap, di dalam ruangan itu sudah ada baju pengantin yang sudah disiapkan untuknya.


Setelah kurang lebih 30 menit bersiap-siap, akhirnya Tiara selesai memakai baju pengantinnya. Dirinya langsung berjalan ke sebuah ruangan tempat ia dan Hans akan menikah, Hans tersenyum melihat begitu cantiknya, selain karena sesuatu hal ia menikahi Tiara juga karena tertarik dengan wanita cantik ini.


Pernikahan ini hanya disaksikan beberapa orang saja termasuk Herman Ayah Tiara, dirinya begitu senang Tiara menikah dengan seseorang yang bisa membuatnya kaya raya. Lisa istri dari Evans tidak bisa diandalkan untuk membuatnya kaya raya, sekarang ya sudah mempunyai Hans yang mampu memanjakannya dengan kekayaan yang berlimpah.


Tanpa waktu yang lama dan sudah Tiara pun akhirnya resmi menikah, kamu berdua menikah sah menurut agama dan hukum. Tanpa Tiara duga harus memberikan sebuah cincin yang terlihat cukup mewah, ternyata benar Hans sudah menyiapkan pernikahan ini dengan cukup baik.

__ADS_1


"Kita sudah menikah kamu akan tinggal bersama dengan ku," ucap Hans.


"Iya.." Tiara hanya bisa menganggukan kepalanya. Dirinya berharap di pernikahannya nanti tidak ada masalah besar, ia sangat ingin menjalani rumah tangga yang harmonis seperti rumah tangga Evans dan Lisa.


__ADS_2