
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Kenzo berlalu pergi ke kamar meninggalkan papa Keynes di ruang tamu. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya saat ini, selain rasa bersalahnya terhadap istrinya, Kenzo pun ternyata mulai jatuh hati pada Nasyila. Dan ia mulai ragu untuk mengakhiri kisah hidupnya bersama Nasyila, istrinya.
.
"Ni minum dulu" ucap Nasyila memberikan secangkir teh hangat untuk suaminya.
"Terimakasih" jawab Kenzo tersenyum.
Nasyila tampak gelisah dan sedih, mata indahnya menggambarkan adanya sebuah kekecewaan. Sungguh Nasyila terpukul dengan keputusan papa Keynes yang di dengarnya setengah jam yang lalu.
Kenzo memperhatikan istrinya yang galau, spontan ia menyapa hangat wanita yang berada di sampingnya itu dengan lembut.
"Galau banget kelihatannya? ada apa?" Tanya Kenzo.
"Gak papa kok" sahut Nasyila singkat.
"Kau tidak bisa berbohong kepada seorang Kenzo!" sahut Kenzo dengan tatapan menyelidik.
"Sudahlah, aku baik-baik saja tuan muda!" jawab Nasyila formal.
__ADS_1
"Aku pernah bilang, jangan panggil aku dengan sebutan tuan muda lagi..." ucap Kenzo.
"Tapi itu keputusan tuan besar Keynes Reinaldi, aku tidak bisa membantah kehendaknya!" sahut Nasyila tegas.
"Jangan bilang seperti itu, papa ku juga hanya manusia biasa, ia bukan Tuhan yang harus selalu kita patuhi" ucap Kenzo.
"Aku tidak mungkin melawan kehendaknya, aku hanyalah gadis penebus hutang ayahku!" ucap Nasyila dengan masa berkaca-kaca.
"Aku akan merubah segalanya Syila" ucap Kenzo meyakinkan istrinya.
"Iya aku tahu Ken, kamu akan merubah statusku menjadi janda!" sahut Nasyila.
"Kenapa diam, benarkan?" ucap Nasyila semakin terisak.
Melihat istrinya menangis sesenggukan Kenzo merasa iba. Ada sesuatu yang berbeda di hatinya, sudah tak seperti dulu lagi. Dulu Kenzo sangat membenci Nasyila, bahkan pernikahannya dengan Nasyila hanyalah sebatas main-main baginya. Tapi sekarang, ada sebuah ikatan yang harus di pertahankan.
"Apa kamu mendengar semua pembicaraanku sama papa?" tanya Kenzo perlahan.
"Aku tahu dari mana? itu semua tidak penting Ken, pada akhirnya aku harus bahagia karena akan kembali ke rumah jelek yang sangat aku rindukan" ucap Nasyila tegar.
Nasyila tak mau di anggap lemah oleh suaminya, meski perasaannya hancur saat mengetahui suaminya akan menceraikannya karena perintah mertuanya. Nasyila tetap tegar dan tabah menghadapi semua cobaan hidupnya.
__ADS_1
"Jangan terlalu di fikirkan, aku belum mengambil keputusan apapun" ucap Kenzo menuju kamar mandi.
Mendengar jawaban dari Kenzo, Nasyila mulai lega karena suaminya belum tentu akan menceraikannya.
Di kamar mandi, Kenzo sedang memikirkan matang-matang semua permasalahan yang telah ia pertimbangkan.
Awalnya memang aku membencimu bahkan kamu bukan tipe ku sama sekali... namun setelah kejadian itu, aku selalu berkhayal untuk menikmatimu lagi dan lagi Nasyila. Kau benar-benar membuatku kehilangan akal sehat. Tubuhmu yang seksi, putih, mulus... semua itu milikku. Aku tidak mungkin melepaskan mu untuk orang lain! gumam Kenzo mengacak-ngacak rambutnya.
Hampir setengah jam di kamar mandi, Kenzo kembali ke kamar. Di lihatnya tubuh indah istrinya sudah terbaring tak sadarkan diri di ranjang itu. Dengan pose menggoda tanpa bra, di tambah lagi dress tidur Nasyila tersingkap jelas di atas paha mulusnya membuat adik kecilnya Ken mulai nakal...
"Kenapa harus tidur seperti itu, lihatlah ada yang menegang tanpa di puaskan!" gumam Kenzo menyeringai.
Meskipun hubungannya dengan Nasyila mulai membaik, namun Kenzo dan Nasyila belum pernah melakukan hubungan suami istri lagi seperti layaknya sepasang kekasih halal.
Keduanya masih sama-sama canggung jika harus meminta jatah olahraga malam.
Akhirnya Kenzo harus kembali lagi ke kamar mandi, untuk menuntaskan segala beban adik kecilnya.
.
Mereka pun tertidur pulas di bawah selimut yang sama, hingga mentari pagi menyapa hangat kedua insan di ranjang itu.
__ADS_1