Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Welcome to Keynes Reinaldi's Home


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Sesampainya di rumah Keynes Reinaldi, Nasyila hanya bisa menggelengkan kepalanya penuh rasa kagum. Bagaimana tidak, rumah Keynes Reinaldi begitu besar dan mewah, bagaikan istana.



"Jangan malu-maluin!" ucap Kenzo menyeringai.


"Maksud mu apa?" tanya Nasyila melotot.


"Haha, tidak sepantasnya kau mengagumi rumahku... cukup kagumi aku saja" ucap Kenzo menggoda.


"Cih... dasar manusia sombong!" ketus Nasyila.


*


"Selamat siang tuan muda" ucap security berwajah Asia.


"Ehmm" Kenzo hanya berdehem, dan berlalu pergi meninggalkan security.


"Selamat datang di kediaman Keynes Reinaldi" ucap wanita yang sudah menginjak kepala 4.


"Iya nyonya, terimakasih" ucap Nasyila hormat.


"Jangan canggung, anggap saja seperti rumah sendiri" ucap mama Kenzo.

__ADS_1


"Tidak... saya merasa tidak pantas nyonya" jawab Nasyila menunduk.


"Mama! apa-apaan sih dia ini hanya seorang gadis miskin, tidak seharusnya mama memperlakukan dia dengan baik!" ucap Kenzo menunjuk ke arah Nasyila.


"Kenzo! mama menyekolahkan kamu setinggi-tingginya, apa ini ilmu yang kamu dapat? bisakah sedikit menghormati orang lain??" bentak mama Kenzo.


"Ah terserah mama, aku mau istirahat!" ucap Kenzo berlalu pergi meninggalkan mamanya tanpa dosa.


"Dasar anak keras kepala!" ucap mama Kenzo mengelus dada perlahan.


"Sabar nyonya, mungkin Kenzo kecape'an makanya tidak bisa mengontrol emosi" ucap Nasyila.


"Maafkan sikap anak tante ya sayang" ucap mama Kenzo ramah.


"Sudahlah nyonya, saya pantas diperlakukan seperti ini oleh Kenzo" jawab Nasyila.


"Terimakasih atas kebaikannya, senang bertemu dengan nyonya" ucap Nasyila dengan tersenyum lebar.


"Tidak perlu berterimakasih nak, anggap aku orang tua mu bukan majikan!" ucap nyonya Alena penuh ketulusan.


.


Sementara Kenzo sudah terlelap di atas kasur empuk di kamarnya. Kenzo memang anak yang keras kepala, karena sejak kecil Keynes terlalu memanjakannya, apalagi ia anak tunggal. Itu semua membuat Kenzo jadi pembangkang dan tidak bisa menghargai lawan bicaranya.


Natasya yang awalnya merasa canggung, kini ia membiasakan diri untuk beradaptasi dengan keadaan yang bisa berubah-ubah di rumah ini. Rumah Keynes Reinaldi bisa sekejap menjadi syurga, bahkan juga bisa sangat panas seperti neraka...

__ADS_1


Beruntung nyonya Alena begitu baik dan care pada Nasyila. Tatapi tidak untuk Keynes dan Kenzo, sudah sangat dipastikan rumah ini akan menjadi neraka untuk Nasyila Anastasya.


.


Pukul 21:20 Keynes baru pulang dari perjalanan bisnisnya, ia tampak begitu lelah.


"Mas Key sudah pulang" ucap mama Alena menyambut hangat kedatangan suaminya.


"Iya ma, papa capek banget" ucap Keynes.


"Ya sudah papa mandi dulu, lalu makan malam" ucap mama Alena.


"Iya sayang" ucap Keynes berlalu pergi ke kamar mandi.


.


"Bagaimana apakah menurut mama rencana papa yang terbaik?" ucap Keynes dengan senyum penuh kemenangan.


"Mama rasa itu adalah ide yang buruk!" ucap mama Alena ketus.


"Terserah mama, gadis itu harus mempertanggungjawabkan perbuatan ayahnya" jawab Keynes dengan kesal.


"Ya sudah terserah saja apa mau papa" ucap mama Alena tak mampu membantah kemauan suaminya.


"Di mana gadis itu?" ucap papa Keynes.

__ADS_1


"Ada di kamarnya pa" jawab Alena singkat.


"Tidurlah nyenyak malam ini, besok benar-benar hari yang melelahkan untuk mu hahaha" Keynes tertawa lepas.


__ADS_2