
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Pukul 02:25 Kenzo tersadar dari mimpi indahnya, ia masih berada di atas tubuh seksi nya Bela. Spontan Kenzo mengucek matanya untuk menstabilkan pandangan dan mengumpulkan energi yang sempat terkuras habis.
Secepat kilat Kenzo beranjak bangun dan memakai pakaiannya kembali, sedangkan Bela masih tertidur pulas di sana tanpa busana dan sehelai benang.
Tiba-tiba Bela tersadar dari mimpi indahnya dan menatap Kenzo dengan penuh arti.
"Mau kemana Ken, kenapa terburu-buru sekali" ucap Bela dengan nada manjanya.
"Aku harus pulang" jawab Kenzo singkat.
"Tidak bisakah aku lebih lama lagi bersamamu sayang, aku akan memberimu kepuasan yang lebih dan menggila" ucap Bela menawarkan surga dunia.
Kenzo tampak ragu dan merasa telah mengkhianati istrinya, ia memutuskan untuk meninggalkan Bela tanpa berpamitan dan kembali kepada rumah dan istrinya.
Bela dengan mudah bisa menggoda lelaki manapun, karena berhubungan badan tanpa sebuah ikatan halal memang hal yang wajar baginya. Bahkan saat pesta perayaan kelulusan SMA Kenzo dan Bela sudah melakukannya, benar saja Bela sudah tidak perawan lagi saat itu. Dan Bela selalu mengonsumsi pil KB sejak ia mengenal dunia sex bebas. Jadi ia tidak perlu khawatir dan repot bahwa ia akan hamil.
Mengenai pernikahan Kenzo dan Nasyila, Bela tak mengetahuinya. Yang Bela tahu, Kenzo tetaplah pria nakal yang haus akan kepuasan dan ia akan terus mengejar mantan pacarnya.
Kenzo langsung melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah, beruntung Kenzo membawa kunci serep, jadi ia tidak perlu menunggu istrinya membukakan pintu selarut apapun ia akan pulang.
Kenzo mendapati istrinya telah tertidur pulas di sofa ruang tamu dengan memakai dress tidur yang lumayan transparan. Seketika Kenzo mulai bergairah kembali, ia terus memperhatikan istrinya. Perlahan mata nya tertuju pada paha mulus istrinya, langsung saja Kenzo menyingkap dress tidur Nasyila dan bermain-main santai di sana.
__ADS_1
Hingga perbuatannya membuat Nasyila terbangun.
"Kamu ngapain Ken" teriak Nasyila tiba-tiba.
"Aku pengen" sahut Ken singkat.
"Cobalah untuk terbuka, jangan seperti maling begitu!" gerutu Nasyila.
"Iya Nasyila, maaf" ucap Kenzo perlahan menyadari kesalahannya.
"Jam segini baru pulang? masih ingat ada rumah dan punya istri?" tanya Nasyila kesal.
"Aku dari rumah Reno, sahabat baikku" jawab Kenzo.
Ah istriku tidah sebinal Bela... bathin Kenzo kecewa karena istrinya tak melayaninya dengan baik.
Kenzo berlalu ke kamar menemui istrinya, tentu saja dengan rasa sedih dan kecewa Nasyila sudah memejamkan mata indahnya di kasur empuk itu.
Lagi-lagi aku ceroboh dan membuat kesalahan... maafkan aku Nasyila, aku benar-benar brengsek! bathin Kenzo.
Kenzo memilih untuk membersihkan dirinya di kamar mandi sekaligus menuntaskan aktivitas yang sempat terhenti barusan.
Kenzo memutuskan untuk menghubungi Reno, sahabatnya.
__ADS_1
"Ngapain lo telpon subuh-subuh begini, waktunya sahur ya?" ucap Reno sembarang merasa kesal pada Kenzo yang mengusik tidurnya.
"Ya kali jam empat subuh lo mau sahur, keburu imsak b*go!" jawab Ken tak kalah kesal.
"Udah deh inti nya aja, ada apa?" tanya Reno menyelidik.
"Gue ketemu Bela" jawab Kenzo.
"Hah Bela... yang montok itu? yang pernah enak-enak sama lo?" tanya Reno nyerocos.
"Iya" sahut Kenzo.
"Terus...?" Reno semakin penasaran.
"Besok gue ke rumah lo" ucap Kenzo dan langsung menutup telponnya.
Dasar sahabat aneh... bathin Reno.
Wah bisa-bisa Kenzo dalam masalah besar, mainan nya si Bela lagi... dia kan terkenal sebagai PHO. Bisa runtuh deh iman sahabat gue... pikir Reno.
.
Hampir jam lima pagi, Kenzo baru istirahat dan tidur dengan rileks di ranjang itu bersama dengan istrinya.
__ADS_1