Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Tidur Dibalik Selimut Yang Sama


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Setelah selesai melaksanakan ibadah shalat Isya' berjamaah, mama Alena, Kenzo, dan Nasyila melanjutkan makan malam bersama.


Mereka menikmati menu makanan di malam hari itu, di temani dengan masing-masing segelas air dingin. Kenzo makan dengan lahap, gengsinya telah memudar. Kini masakan Nasyila adalah makanan favorite nya.


.


"Ken... mama nginap di sini" ucap mama Alena secara tiba-tiba membuat Kenzo tersedak.


"Uhuk.. huk.." Kenzo segera minum segelas air dingin.


"Hati-hati tuan muda" ucap Nasyila spontan.


"Kenapa sih Ken, hati-hati dong" ucap mama Alena.


"Iya ma, gak papa kok" sahut Kenzo.


"Gimana? boleh kan mama menginap di sini?" tanya mama Alena.


"Kalau aku sih terserah mama aja, Nasyila senang mama ada di sini" ucap Nasyila.


"Kalau kamu Ken... gak keberatan kan?" tanya mama Alena memastikan.


"Kenzo tidak mampu melawan kehendak mama, silahkan saja mam" sahut Kenzo.


"Okey... mama senang kalian sudah akur" ucap mama Alena.


"Heem" Nasyila tersenyum tipis.


.


Mereka kembali fokus menyantap makan malamnya. Mama Alena sangat bahagia melihat anak dan menantunya sudah mulai akur, meski sebenarnya itu hanyalah sandiwara saat di depan mama Alena.

__ADS_1


Mama Alena selalu mendo'akan Kenzo dan Nasyila, agar anak dan menantunya itu bisa hidup bersama hingga menua dan pastinya memberikan cucu untuk mama Alena.


Lima menit kemudian, mereka telah selesai makan malam. Nasyila membereskan semuanya, sedangkan mama Alena asyik mengobrol dengan Kenzo di ruang tamu.


Nasyila membawa nampan berisi jus lemon dan beberapa sandwich untuk menemani mereka mengobrol.


.


"Ken..." ucap mama Alena dengan senyum menggoda.


"Iya ma, kenapa" jawab Kenzo dengan tatapan menyelidik.


"Kalian menikah udah hampir 3 bulan lho, kok belum ada tanda-tanda kehamilan Nasyila?" ucap mama Alena polos.


"Uhuk.. huk.." Nasyila terkejut mendengar ucapan mertuanya.


"Kamu kenapa sayang, hati-hati dong" ucap mama Alena.


"Apaan sih ma" jawab Kenzo.


"Sayang... pernikahan itu bukan hanya sekedar mengobati hati yang sepi, bukan hanya sekedar untuk mengubah status. Di dalam pernikahan, seseorang juga membutuhkan dan sangat menginginkan keturunan. Menikah adalah cara halal untuk memperbaiki keturunan Ken, Syila..." jelas mama Alena.


"Ta..tapi ma" ucap Nasyila.


"Apa kalian tega sama mama, mama semakin hari semakin tua... dan anak yang mama punya hanya kalian berdua, mama sangat menginginkan kehadiran seorang cucu" ucap mama Alena penuh harap.


"Sebaiknya mama istirahat, jangan terlalu memikirkan sesuatu terlalu jauh ma" ucap Kenzo


"Iya ma, sebaiknya mama istirahat... mama pasti capek" sahut Nasyila.


"Yaudah mama istirahat dulu, kalian have fun ya" mama Alena berlalu pergi sambil tersenyum menggoda.


Setelah kepergian mama Alena, Nasyila dan Kenzo hanya saling menatap satu sama lain tanpa ada pembicaraan di antara keduanya.

__ADS_1


Lima menit kemudian, Kenzo dan Nasyila memutuskan untuk beristirahat di kamar utama.


Sesampainya di kamar utama, Kenzo langsung merebahkan tubuhnya di kasur empuk kebesarannya. Sedangkan Nasyila membuka lemari pakaiannya mengambil selimut kesukaannya bermotif Hello Kitty.


"Tidak perlu pisah ranjang" seru Kenzo melihat gerak gerik istrinya.


"Tapi tuan??" bantah Nasyila, kembali meletakkan selimut favorite nya.


"Kau istriku, kau harus tunduk atas semua perkataanku" jawab Kenzo dengan nada kesal.


"Aku takut bencana akan terjadi di antara kita" jawab Nasyila polos.


"Maksud kamu?" Kenzo balik bertanya pada istrinya.


"Pernikahan kita di atas kertas tuan muda, dan aku selalu ingat salah satu perjanjian itu adalah kita tidak boleh memiliki keturunan, aku hanya khawatir ada kekhilafan salah satu di antara kita! saya tidak pernah memaksa tuan muda untuk bertahan atas pernikahan ini, jika pun harus menjanda saya siap tuan muda. Semua yang saya lewati selama ini, tidak sebanding dengan hutang ayah Aditya yang menggunung tak terhingga tuan" jelas Nasyila dengan wajah murung.


Ya Tuhan...kenapa begitu sakit mendengar perkataan Nasyila? aku terlalu naif jika tidak memiliki nafsu birahi terhadap istri ku! Aku hanya lelaki labil yang tidak bisa berkomitmen dalam urusan cinta!! Kenzo membathin dengan rasa haru.


"Hey kau sama seperti mama, fikiran kalian terlalu jauh" ucap Kenzo menatap Nasyila.


"Semua perlu di fikirkan terlebih dahulu tuan, sebelum penyesalan membuat kita hancur di masa depan" ucap Nasyila dengan kritis.


Lagi-lagi kau mengingatkan ku tentang peristiwa itu Nasyila... Aku laki-laki munafik, aku menikmati setiap inci tubuh mulus mu, namun begitu sulit untuk mengungkapkan permintaan kata maaf! Kau egois Kenzo....Kenzo terus membathin dengan segala unek-unek di fikirannya.


"Sudahlah, tidurlah di atas ranjang yang sama... aku tidak akan berbuat macam-macam" ucap Kenzo meyakinkan Nasyila.


"Ta.. tapi tuan muda" sahut Nasyila dengan masa berkaca-kaca.


"Menurut saja, selagi kamu tidak mau menjadi janda" jelas Kenzo, langsung memejamkan matanya.


Nasyila tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti semua perintah suaminya. Di pandangnya langit-langit kamar yang indah dengan stiker bintang-bintang, lampu tumblr menghiasi di sudut ruangan dengan kelap kelip khasnya. Nasyila mulai tenang di balik selimut tebal bersama dengan suaminya, Kenzo Reinaldi. Mereka sama-sama terlelap hingga mentari pagi menyapa hangat mereka berdua.


*

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu, cinta itu akan tumbuh. Cinta bukanlah suatu kriminalitas meski tumbuh dari jalan yang salah.


__ADS_2