Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Kemarahan Tiara


__ADS_3

Karena kurang puas Hans membawa Tiara ke sudut yang berbeda, ia meminta Tiara untuk berdiri membelakanginya, ada banyak gaya yang Hans bisa tetapi ia tidak bisa melakukan semua gaya itu. Tiara masih anak baru yang tidak tau apa apa, sekarang saja ia harus mengarahkan Tiara agar tau apa yang harus di lakukan.


Setelah kurang lebih satu jam lamanya akhirnya Hans sampai ke puncaknya, tanpa pikir panjang Hans mengeluarkan nya di dalam sana. Ia tidak berpikir dengan apa yang ia lakukan dapat membuat Tiara hamil dengan cepat.


"Mas.." Tiara jatuh ke atas lantai karena begitu lemasnya.


Hans hanya tersenyum sambil berjalan menuju shower, ia membersihkan dirinya dari keringat setelah pertempuran tadi.


"Mandi sini," ucap Hans.


Dengan susah payah Tiara berjalan mendekati Hans, rasanya sangat sakit dan perih sekali, tetapi kalau tidak mandi sekarang Tiara akan lebih lama berada di dalam kamar mandi.


Karena terlalu lama Hans menarik Tiara dengan cukup kasar, Hans tidak tahu betapa tersiksanya Tiara sekarang. Tiara aku hanya bisa meringis menahan sakit, meminta Hans untuk pelan padanya adalah hal yang percuma.


"Kenapa sih kok seperti itu," tanya Hans.


Ia tidak tahu jika habis melepaskan kesucian nya wanita akan merasakan sakit seperti ini. Karena dua istri sebelumnya saat menikah dengannya sudah tidak perawan lagi, ini pertama kalinya lah harus mendapatkan wanita perawan seperti Tiara.


"Sakit sekali mas kamu tidak merasakannya, perih sekali," ucap Tiara.


"Bagaimana mungkin bisa sakit, bukannya kamu juga menikmatinya."


"Kamu bayangkan saja, benda asing yang ukurannya begitu besar masuk ke dalam tempat yang ukurannya nya jauh lebih kecil," kata Tiara.


Hans menganggukkan kepala nya, ia paham sekarang.


"Oh begitu, jangan lemah," ucap Hans.

__ADS_1


Walaupun paham Hans tetap memaksa Tiara untuk tidak lemah, memang karakter Hans sudah di setting seperti ini, ia tidak akan mau memahami orang lain.


Setelah selesai mandi Tiara langsung memakai pakaian nya, ia sangat lelah dan langsung ingin beristirahat. Sedangkan Hans masih memakan makanan yang masih tersisa tadi, setelah pertempuran nya dengan Tiara membuatnya kembali lapar.


Hans membuka Handphone nya untuk melihat hasil video nya tadi, Hans begitu penasaran dengan video yang ia rekam tadi. Saat melihat video itu dirinya kembali terpancing, rasa nikmat yang ia rasakan tadi masih terbayang bayang dengan jelas.


"Sial dia benar benar mengambil semuanya, bagaimana mungkin bisa aku mempunyai istri seperfect ini," batin Hans sambil menatap ke arah Tiara.


Hans meletakkan Handphone nya ke atas meja, ia berjalan mendekati Tiara yang tengah berbaring di atas tempat ydi.


Hans naik ke atas tempat tidur, Tiara yang sadar akan hal itu langsung membalik tubuh nya. Ia bergeser mendekati Hans dan memeluk Hans dengan erat, setelah pertempuran tadi Tiara lebih merasa nyaman bersama dengan Hans.


Hans terdiam sejenak, bagaimana mungkin bisa Tiara berani memeluk nya begini, seperti nya memang sejauh ini sekarang ia tidak pernah tegas dengan Tiara. Tetapi mau tegas juga rasanya akan sangat sulit, Tiara begitu mengerti dirinya, kalau sampai ia kehilangan perhatian yang Tiara berikan padanya, ia sendiri yang akan rugi.


"Mas kamu sudah selesai makan ya?"


"Emang salah memeluk suami sendiri? Kan kamu suamiku jadi tidak masalah kan kalau aku memeluk suamiku sendiri," ucap Tiara.


"Ah sudah berani ya, kalau begini kamu harus memberikan ku pelayanan dobel." Tanpa menunggu persetujuan dari Tiara Hans kembali menyerang Tiara tanpa ampun.


***


Satu minggu pun berlalu, hari demi hari Tiara lewati dengan penuh tantangan, bukan hanya mengurus Hans yang sangat ribet dan menguras tenaga, ia juga menghadapi dua orang yang tidak suka padanya. Dua orang itu begitu menjengkelkan, yang terkadang membuat Tiara sulit menahan emosinya. Beruntung Tiara memiliki kesabaran yang tebal, tebal dompet suaminya, jadi mau bagaimanapun mereka membuat kekacauan padanya Tiara tetap bisa menahan kesabarannya dengan baik.


"Cih pembantu, mau menikah dengan siapapun kalau memiliki jiwa pembantu mah susah," ujar Siska.


"Hahaha kamu benar, jiwa pembantunya terlalu kuat untuk berada di tempat ini," kata Ayu.

__ADS_1


Tiara hanya bisa tersenyum dengan tetap melanjutkan pekerjaannya, ia sedang membuat makan siang untuk sang suami. Kalau sampai makan tidak jadi, dirinya pasti akan dimarah oleh Hans, kemarahan Hans adalah hal yang paling ia hindari, sebisa mungkin dirinya tidak mau membuat kemarahan Hans mancing keluar.


"Apa suami kita tidur denganmu? Kenapa satu minggu ini dia tidak ada memintanya ya, padahal sebelum ini hampir dua hari sekali dia memintanya," kata Ayu.


"Lah aku pikir bersama denganmu, bukannya memang jatah mu satu minggu ini, kalau tidak bersama kita berdua berarti.."


"Tidak mungkin dong, Mana mungkin dia menyentuh wanita ini, tidak ada menarik darinya," kata Siska.


"Kamu jangan menganggap dia remeh, Hans seorang pria yang suka dengan penuh tantangan, wanita ini begitu polos dan bukan selama ini Hans tidak pernah dekat dengan wanita polos, ini menjadi suatu pertanyaan yang besar, kalau sampai dia menyentuh wanita ini habis riwayat kita," kata Ayu.


Mereka berdua tidak resmi menikah dengan Hans, keduanya hanya istri siri yang sewaktu waktu bisa didepak oleh Hans. Sebelum hal itu terjadi keduanya ingin membereskan wanita ini, Tiara adalah ancaman terbesar bagi mereka berdua.


Keduanya berjalan mendekati Tiara, mereka berdua tidak akan tahu jika tidak bertanya langsung pada Tiara. Entah Tiara mau menjawabnya atau tidak mereka akan memaksanya, keduanya sangat penasaran kenapa selama satu minggu ini Hans tidak pernah menyentuh mereka berdua.


"Hai wanita buruk, apa suamiku tidur denganmu," tanya Siska.


"Ya selama satu minggu ini dia tidur bersama dengan aku, dia begitu kelelahan karena terlalu banyak bekerja."


"Kau jangan macam-macam, kau yakin kau mempengaruhi suamiku agar dia tidak tidur lagi bersama kami," ucap Siska.


"Untuk apa aku melakukannya? Kalian takut ya, kalian takut aku mengambilnya dari kalian berdua, tenang saja aku tidak sejahat itu kok. Walaupun aku tidak tahu sebelumnya dia sudah menikah aku tetap bisa menerima kalian, ya walaupun kalian tidak bisa menerima aku menerima ku," ucap Tiara.


"Ah sudah berani ya kau." Ayu mengambil mangkuk berisi bahan makanan dari tangan Tiara.


"Jangan itu makanan untuk suamiku," kata Tiara.


"Harus tidak memakan makanan seperti ini, kau pikir aku tidak tahu bagaimana dia," ucap Ayu sambil membuang nya ke atas lantai.

__ADS_1


"Hai kalian berdua kenapa sih, kalian tahu apa yang kalian lakukan ini dapat memancing kemarahan suami kita, kalian apa tidak tahu bagaimana kalau dia marah, aku tidak bertanggung jawab jika dia juga marah pada kalian berdua," ucap Tiara dengan penuh emosi.


__ADS_2