Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Keputusan Kenzo


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Keesokan harinya...


Tuan besar Keynes Reinaldi dan Nyonya Marissa Alena akan berkunjung ke rumah anak semata wayangnya.


*


Setibanya di rumah anaknya, Keynes sangat murka karena melihat ada besan yang tak pernah dianggap olehnya, ya di sana ada ibu Nadine yang dengan lembutnya mempersilahkan besan terhormatnya itu masuk, tapi malah di suguhi oleh ocehan-ocehan serta hinaan yang menyakitkan.


"Cih... sudah ku duga, wanita penebus hutang itu pasti akan mati-matian mempertahankan anak saya, Kenzo! agar kehidupan ibu dan keluarganya terjamin, begitu bukan?" suara Keynes yang penuh penekanan membuat Kenzo dan Nasyila buru-buru turun ke bawah untuk menyaksikan perdebatan itu.


"Maaf tuan besar, apa salah ibu saya? saya mohon jangan bentak ibu saya seperti itu" ucap Nasyila memohon. Tanpa ia sadari ada sebuah cairan bening yang kapanpun bisa jatuh membasahi pipi mulusnya.


"Hahaha, hari ini adalah hari terakhir kalian hidup enak di sini, karena sebentar lagi kamu dan anak saya akan cerai" ucap Keynes Reinaldi tanpa berfikir sedikitpun. Tak lupa ia memberikan surat gugatan cerai atas nama Kenzo Reinaldi untuk Nasyila Anastasya.


Kenzo yang menyaksikan perdebatan itu, hanya bisa menghela nafas panjang lalu bersuara tanda memiliki keputusan yang sudah ia fikirkan matang-matang sebelumnya.

__ADS_1


"Jika papa hanya ingin membuat keributan di rumah ini, silahkan papa pulang!" ucap Kenzo seolah-olah sedang berbicara dengan rekan bisnis saja, padahal selama ini Kenzo sangat patuh terhadap perintah Keynes Reinaldi.


"Kenzo... tidak baik seperti itu, dia tetaplah papamu nak" ucap mama Alena mengelus hangat pundak anaknya.


"Pa, ma, Kenzo sudah cukup buruk untuk kalian, tidak bisakah Kenzo sedikit terlibat sebagai pria bertanggung jawab di depan Nasyila dan keluarganya?" ucap Kenzo.


"Apa maksud kamu, dasar anak durhaka!" seru papa Keynes masih dalam emosi yang meluap-luap.


"Pa... selama ini Kenzo tidak pernah memikirkan mama dan papa, Kenzo memang anak orang kaya, bahkan papa adalah seorang konglomerat di kota ini, tapi apa papa pernah bangga mempunyai anak sepertiku? anak yang sama sekali belum pernah berkorban dan membanggakan orang tuanya sedikitpun. Semua yang Kenzo punya juga karena papa, bahkan nyawa Kenzo sekalipun itu berkat papa dan mama. Kenzo mohon pa, kali ini izinkan Kenzo untuk menjalani hidup Kenzo sendiri, dan Kenzo mau berubah untuk menjadi seorang suami yang baik dan bertanggung jawab untuk Nasyila Anastasya, istri Kenzo" jelas Kenzo panjang lebar, sambil meneteskan sedikit bulir air mata.


"Terimakasih ma, mama yang terbaik" puji Kenzo.


"Pa... sudahlah, jangan hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Sekarang yang terpenting kita harus tetap jalan dan berjuang ke depan, biarkan masa lalu untuk pelajaran di masa depan pa" bujuk mama Alena.


"Ah mama ini terlalu gampang luluh" sahut Keynes masih tetap dalam pendirian kerasnya.


"Tuan... ayah saya memang bersalah, bahkan mungkin ayah saya sangat jahat dan licik. Tapi apakah tuan tahu? itulah yang dinamakan persahabatan, kalau belum pernah marah bahkan benci itu bukan persahabatan, itu namanya teman acuh tak acuh saja. Sejak umur saya menginjak bangku SMP saya sering diledek, Nasyila tidak punya ayah, Nasyila orang miskin tidak pantas sekolah di sini hati saya sakit dan perasaan saya hancur saat itu tuan. Bahkan sampai sekarang, saya tidak tahu dimana keberadaan ayah saya. Apakah dengan kami hidup menderita dan kekurangan belum cukup membayar atas kesalahan ayah saya tuan, saya memang tidak punya uang untuk melunasi hutang ayah saya, tapi saya rela melepas kegadisan saya untuk hidup bersama putra tuan sekalipun pernikahan ini di atas kertas, dan kapan saja saya bisa menjadi seorang janda sekalipun saya ikhlas tuan. Tapi perlu tuan ingat, jangan pernah merendahkan ibu saya, karena dia segala-galanya untuk saya tuan" jelas Nasyila dengan isakan tangisnya yang semakin pecah.

__ADS_1


"Pa Kenzo mohon, beri kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Kenzo memelas.


"Tinggalkan perempuan ini, atau semua fasilitasmu papa cabut termasuk rumah pemberian papa ini" ucap Keynes tetap kejam tak memikirkan perasaan anaknya.


"Baik jika itu mau papa, Kenzo akan tetap bersama Nasyila. Satu lagi pa, di dalam perut Nasyila ada darah daging Kenzo itu artinya keturunan Keynes Reinaldi sudak mulai berkembang" ucap Kenzo tersenyum.


"Papa kecewa sama kamu Kenzo!" teriak Keynes sembari menampar pipi putranya.


"Terimakasih pa, atas tamparan kedua dari papa" ucap Kenzo berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Ayo ma kita pulang, dasar anak tak tau diuntung!" seru Keynes masih dalam kemurkaannya.


"Kenapa papa melakukan ini, kasihan Kenzo pa" ucap Marissa Alena yang sudah menangis sejak tadi.


"Kita lihat saja, sebetah apa Kenzo hidup dalan kemiskinan" ucap Keynes egois.


Mama Alena tak mampu melawan kehendak suaminya itu, tapi mama yakin Kenzo pasti bisa menjadi lebih baik dan lebih bertanggung jawab nantinya... bathin Alena masih dalam isakan tangis yang menghiasi suasana mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2