
Keesokan harinya, pagi ini Tiara akan berkunjung ke rumah abangnya sesuai dengan permintaan dari Evans, seperti akan ada sesuatu yang terjadi, entah apa itu Tiara merasa tidak hati, meskipun begitu Tiara berharap itu hanya perasaannya saja.
"Ada apa? Kenapa kamu bengong begitu," tanya Hans pada Tiara, ia bingung melihat istrinya yang tidak mengatakan hal apapun setelah ia selesai mandi.
"Aku memiliki firasat yang tidak enak sayang, sayang aku tidak mau pergi ke tempat abang ku." Tiara memeluk Hans dengan erat.
"Mau nya kamu bagaimana?"
"Aku mau pergi dengan kamu," ucap Tiara..
"Kalau kita pergi bersama kamu siap berpisah dengan ku? Itu resiko terbesar yang akan kamu dapatkan," kata Hans.
"Aku tidak akan mau berpisah dengan kamu, aku akan tetap memilih kamu apapun yang terjadi," ucap Tiara.
Hans membuang nafasnya dengan kasar, seperti nya setelah sekian lama ia harus mengambil keputusan besar.
"Ya sudah kalau begitu, kita pergi bersama," ucap Hans.
"Yes kamu yakin sayang," tanya Tiara.
"Asalkan kamu tetap memilih aku aku yakin akan pergi bersama dengan kamu," jawab Hans dengan sangat yakin.
__ADS_1
"Aku akan selalu memilih kamu apapun yang akan terjadi," ucap Tiara.
Hans tersenyum sambil membalas pelukan Tiara, ia memberikan beberapa kecupan manis di wajah Tiara karena ia sudah begitu sangat menyayangi wanita ini, Tiara sudah berjanji untuk memilih nya Evans tidak akan bisa memisahkan mereka berdua.
Setelah selesai bersiap siap mereka berdua pun berangkat ke rumah Evans, Hans meminta untuk Herman agar berangkat lebih awal dari mereka berdua, ia ingin Herman sebagai pembela nya nanti.
"Sayang kenapa kamu mau pergi bersama dengan ku," tanya Tiara.
"Karena kamu, kalau tidak karena kamu aku tidak akan mau bertemu dengan Abang mu," jawab Hans.
Tidak lama berkendara mereka berdua sampai di rumah Evans. Keduanya belum keluar dari dalam mobil, mereka masih menunggu Herman yang sampai saat ini belum sampai juga, hal itu cukup membuat Hans geram.
"Itu ayah saya sayang dia berjalan masuk ke dalam," ucap Tiara.
Di dalam rumah Evans merasa bingung kenapa Herman datang juga, padahal ia tidak ada mengundang Herman hal itu semakin membuat Evans curiga jika ada sesuatu yang terjadi pada Tiara.
"Kenapa ayah kesini?"
"Kenapa emangnya kalau kesini? Kau tidak ingin Ayah ke rumahmu," tanya Herman.
"Ayah tahu aku mengundang Tiara dengan calon suaminya," tanya balik Evans.
__ADS_1
"Tidak tahu emangnya kenapa kau mengenal mereka?"
"Tidak apa-apa nanti juga mereka datang," ucap Hans.
Tak lama Tiara berjalan mendekati mereka berdua, Evans bingung kenapa Tiara hanya sendiri padahal ia sudah meminta Tiara mengajak calon suaminya..
"Ada Ayah juga di sini? Aku pikir hanya akan undang," ucap Tiara.
"Kenapa kamu hanya sendiri, di mana dia?"
"Sebentar lagi masuk kok, jangan terkejut ya," ucap Tiara.
"Kamu yang meminta Ayah untuk datang ke sini?"
"Tidak ada aku memintanya, kenapa sih emangnya kalau ayah datang? Kan dia ayah kita juga, harus ada sebab ya kalau dia ingin datang," tanya Tiara.
"Wah sudah ramai orang." Lisa bergabung dengan mereka semua.
"Dimana dia cepat panggil," ucap Evans.
"Sayang.." Hans berjalan mendekati mereka semua, Evans dan Lisa terkejut melihat siapa yang masuk ke dalam rumah mereka.
__ADS_1
"Itu dia suami ku," ucap Tiara.