
*Pernikahan Di Atas Kertas*
"Ken... aku ingin kita seperti dulu" ucap Bela yang bergelayut manja di dada mantan pacarnya.
"Maksud mu?" tanya Kenzo seolah tak mengerti.
"Aku masih mencintaimu Ken, aku ingin kita punya hubungan khusus" sahut Bela tanpa basa basi.
"Aku tidak bisa Bela, aku harus pergi" ucap Kenzo.
"Kenapa? apa ada wanita lain yang berhasil meluluhkan hati dan fikiran mu?" tanya Bela penasaran.
"Bahkan lebih dari itu Bela, wanita itu telah merebut dan mengubah status lajang ku" jelas Kenzo.
"Aku tidak mengerti" sahut Bela mengerutkan keningnya.
"Aku sudah menikah, aku harus pergi" jawab Kenzo meninggalkan Bela.
Kenzo sudah menikah? aku akan menghancurkan rumah tangganya... bathin Bela.
"Permainan baru akan dimulai Ken, aku sangat mencintai tubuhmu" ucap Bela dengan senyum liciknya.
*
Sejak kejadian itu, Kenzo jarang ke club malam. Ia sangat menghindari Bela, ia tak mau ambil resiko bila harus terjerat oleh wanita liar seperti Bela, apalagi sekarang Kenzo sudah beristri.
Kenzo berhari-hari menginap di rumah sahabatnya, tanpa rasa jenuh dan bosan.
Keduanya memang pro, sama-sama pria nakal namun sebenarnya mereka adalah pria yang baik.
__ADS_1
"Lo jangan buang berlian demi sampah Ken, lo sendiri tau Bela itu wanita liar, sedangkan Nasyila dia wanita baik-baik yang sangat menjaga kehormatannya" jelas Reno menasehati sahabatnya.
"Iya gue ngerti" Kenzo mengeles.
"Jangan ngerti- ngerti aja lo" sahut Reno.
"Iya bawel banget lo, kek tante rempong" cletuk Kenzo.
Hampir satu minggu Nasyila di rumah ibunya, dan tidak pulang ke rumahnya bersama Kenzo. Karena kesehatan ibu Nadine memburuk, ibu tambah lemas dan pucat. Hingga bu Nadine tak sadarkan diri dan harus di rawat di rumah sakit. Tanpa menunggu persetujuan dari suaminya, Nasyila membawa ibunya ke rumah sakit dan membiayai semua biaya perawatan ibu dengan uangnya sendiri, hasil dari jualan online nya.
.
"Kak ibu kenapa?" tanya Cella, adik Nasyila.
"Ibu hanya perlu istirahat dan perawatan yang cukup" sahut Nasyila berusaha tegar.
"Maafkan kakak terlalu lama meninggalkan kalian" ucap Nasyila.
"Kakak sudah melakukan yang terbaik" ucap Cella.
Notif WhatsApp di ponsel Nasyila terdengar berulang kali. Ternyata Kenzo menghubunginya meski sekedar pesan di WhatsApp.
"Sudah lupa jalan pulang, atau lupa jika sudah menjadi istri orang?" tulis Kenzo dalam pesan WhatsApp nya.
"Ibu ngedrop, aku akan tetap merawat ibuku sampai sembuh dan sehat kembali" balas Nasyila.
"Istri durhaka" balas Kenzo tanpa dosa.
"Terserah mau percaya atau tidak, aku tidak berbohong!" tulis Nasyila sambil mengirim foto ibu Nadine yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
__ADS_1
Melihat kejujuran Nasyila, Kenzo memutuskan untuk menjenguk ibu mertuanya. Dengan rasa iba, Kenzo memasuki ruangan ibu Nadine dan melihat istrinya dengan tatapan berbeda. Kenzo tersentuh melihat ketulusan Nasyila merawat ibu nya, tidak seperti dirinya yang acuh tak acuh terhadap mama Alena.
"Jangan nangis terus, matamu sudah sangat merah dan bengkak" ucap Kenzo.
"Aku rela kehilangan apapun, asal jangan ibu ku" sahut Nasyila.
"Termasuk kehilangan aku?" tanya Kenzo.
"Kita tidak lebih dari dua manusia asing yang tinggal satu atap, kau tidak pernah benar-benar mengharapkan kehadiranku Ken, aku pasrah dan ikhlas jika harus kehilangan semua itu kecuali ibuku" jelas Nasyila semakin terisak.
"Maafkan aku!" hanya kata maaf yang bisa Kenzo ucapkan.
.
"Aku akan membayar semua administrasinya" ucap Kenzo perlahan.
"Tidak perlu, aku sudah mengurus semuanya" sahut Nasyila.
"Uang dari mana Nasyila? jangan jual mahal begitu!" bantah Kenzo.
"Aku punya tabungan, alhamdulillah cukup untuk biaya ibu" jelas Nasyila.
"Jangan berbohong" ucap Kenzo semakin membuat Nasyila kecewa.
"Aku memang bukan anak konglomerat, tapi aku tidak pernah menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting, aku menghargai setiap waktuku dan aku mempergunakan hasil kerja kerasku dengan sangat baik" sahut Nasyila semakin terisak.
"Maaf, sudah membuatmu menangis" sahut Kenzo meninggalkan ruangan.
Nasyila benar, dia memang wanita yang mandiri dan bijak. Ia tidak pernah berfoya-foya, bahkan uang yang aku beri selalu di pergunakan untuk membeli bahan masakan di dapur, tanpa memikirkan kebutuhan pribadinya... Aku salut padamu Nasyila! bathin Kenzo memuji istrinya.
__ADS_1