Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Kenzo Mulai Berubah


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas kertas*


Selesai masak, Nasyila pergi ke kamar tuan muda, suaminya. Nasyila mengetuk pintu perlahan tapi pasti.


Tok... tok...


"Tuan... sarapannya sudah jadi" ucap Nasyila sambil berdiri mematung di depan pintu.


"Tuan..." ucap Nasyila sekali lagi, karena suaminya tidak menjawab.


Karena penasaran, Nasyila masuk ke kamar Kenzo. Tidak ada Kenzo di ranjangnya, mungkin ia sedang ke kamar mandi... pikir Nasyila.


.


Baru saja hendak melangkah keluar kamar, tiba-tiba Kenzo memanggil istrinya.


"Syila..." ucap Kenzo dengan nada memanggil.


"Iya tuan, maaf sudah lancang masuk ke kamar ini. Saya hanya ingin bilang, sarapannya sudah siap" ucap Nasyila gugup.


"Saya ingin makan di kamar" ucap Kenzo langsung duduk di sisi ranjang.


"Baik tuan muda, akan saya ambilkan" sahut Nasyila.


Seperti orang sakit saja, dasar lelaki manja! bathin Nasyila menanggapi sikap suaminya.


.


Nasyila kembali ke kamar membawa nampan berisi sepiring nasi goreng spesial, dan segelas susu hangat.


"Ini tuan sarapannya" ucap Nasyila meletakkan nampan di meja samping tempat tidur.


"Aku ingin kamu yang menyuapiku" ucap Kenzo spontan.


"Hah!" Nasyila tercengang dengan mulut sedikit menganga.


"Kenapa, apa kau menolak permintaanku?" tanya Kenzo menyelidik.

__ADS_1


"Ah mana mungkin saya berani membantah tuan muda" ucap Nasyila menyunggingkan senyum semanis mungkin.


Perlahan Nasyila mengambil sendok dan menyuapi suaminya. Kenzo seperti bayi besar yang haus akan perhatian. Entah mengapa ia menginginkan perlakuan seperti ini dari istrinya.


Ternyata begini punya istri? senang juga di perhatikan... bathin Kenzo, sambil terus mengunyah makanannya.


"Maaf, kenapa tuan menatap saya seperti itu?" tanya Nasyila penasaran.


"Apa saya melakukan kesalahan lagi?" tanya Nasyila, sebelum Kenzo menjawab pertanyaannya yang tadi.


"Tidak" jawab Kenzo sesingkat mungkin.


Setelah selesai sarapan, Nasyila meminta izin keluar ingin beres-beres membersihkan rumah dan mencuci pakaian.


.


"Tunggu... " seru Kenzo, membuat langkah istrinya terhenti.


"Ada apa tuan, apa masih ada yang harus saya kerjakan?" ucap Nasyila.


Sejak kapan suamiku bisa berfikir jernih? bathin Nasyila bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Sepertinya ini belum seberapa dibanding hutang ayah saya tuan muda" ucap Nasyila sadar diri, bahwa ia hanyalah anak dari seorang Aditya Syahab.


"Maaf jika aku terlalu kejam" jawab Kenzo Reinaldi.


Perasaan aku hanya memberinya nasi goreng spesial... kenapa dia jadi aneh begini? pikir Nasyila.


"Ah tidak apa-apa tuan, saya pantas menerimanya" sahut Nasyila.


Kenzo kembali diam tak bersuara, ia memikirkan perkataan sahabatnya. Kenzo mulai berfikir, untuk apa ia bertahan di rumah tangganya jika hanya menyiksa gadis polos itu...


Tapi jika harus menceraikannya, apa alasan dasarnya... bahkan dia seorang istri yang baik.


Semuanya jadi rumit, karena papa! seru Kenzo.


Nasyila hanya mengelus dada mendengar Kenzo yang setengah berteriak. Nasyila merasa ada yang berbeda dari suaminya, entah mengapa hati Nasyila senang mendengar Kenzo meminta maaf padanya.

__ADS_1


Ah entahlah, jangan terlalu berharap... Kenzo itu manusia labil, terkadang baik terkadang jahat selayaknya iblis... bathin Nasyila.


Di dalam kamar, Kenzo masih berfikir keras. Mengapa dia mau mengikuti semua kemauan papa, kenapa juga ia harus mau menikah dengan cewek kampungan itu, Nasyila Anastasya. Kenzo kembali memikirkan kata-kata sahabatnya, yang masih terngiang di telinganya. Tidak baik menyiksa anak gadis orang!!


Kenzo semakin dilema, ia tak tau harus berbuat apa...?


Kenzo kembali pada kebiasaannya, pergi dari rumah menuju rumah sahabatnya.


"Yaelah tong, baru aja pulang... lo udah balik lagi kesini" ucap Reno.


"Gue stres!" jawab Kenzo singkat.


"What!!" spontan Reno membelalakkan matanya.


"Pusing gue kek gini" ucap Kenzo memulai pembicaraan.


"Maksud lo?" tanya Reno menyelidik.


"Dia baik banget sama gue, gue jahat banget sama dia" ucap Kenzo.


"Hahah" Reno menertawakan sahabatnya.


"Kasih solusi kek, jangan ketawa aja!" bentak Kenzo kesal.


"Lo udah dewasa Ken, lo tau harus berbuat apa" jawab Reno.


"Gue gak tau harus ngapain?" jelas Kenzo menaikkan alisnya.


"Lo harus nyobain dia dulu... haha" Reno kembali terkekeh.


"Sialan lo" ucap Kenzo.


Kenzo menghabiskan waktu di rumah Reno, sahabatnya. Reno sebagai sahabat Kenzo hanya bisa memberi sedikit pencerahan. Bahwa pernikahan itu adalah suatu ikatan yang sakral, tidak baik menabur kebencian...


Apapun masa lalu ayah Nasyila, Kenzo tidak seharusnya menghakimi bahwa Nasyila bersalah. Jangan karena kesalahan di masa lalu, membuat kita berada dalam penyesalan di masa depan. Tidak ada salahnya mencoba dengan kehidupan yang baru, coba untuk ikhlas dan saling memaafkan...ucap Reno menasehati sahabatnya.


Meski Reno orang yang ceplas ceplos, tapi sebenarnya ia pria yang cerdik dan tidak ceroboh. Mungkin Reno adalah perantara dari Tuhan yang akan mempersatukan antara Kenzo dan Nasyila...Tidak ada yang tidak mungkin, bukan?

__ADS_1


__ADS_2