Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Lagi-lagi Aku Seperti Maling


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Dengan senyum sumringah Kenzo memarkirkan motor nya di teras rumah kontrakannya.


"Sudah pulang Ken, mandi dulu sana air hangatnya sudah aku siapin" ucap Nasyila.


"Iya, makasih Syila" sahut Kenzo memberikan hasil ojeg nya beberapa jam yang lalu.


"Ini memang gak banyak, semoga cukup untuk kebutuhan kita" ucap Kenzo melepas jaket ojeg nya lalu membersihkan diri.


Nasyila hanya tersenyum manis melihat perubahan drastis yang di tunjukkan oleh suaminya, sekarang Kenzo lebih bertanggung jawab. Dengan telaten Nasyila menghitung hasil jasa ojeg kenzo hari ini, ada sejumlah Rp 300.000 dengan bijak Nasyila menyisihkan 100.000 untuk ditabung, sedangkan yang 200.000 akan ia kelola dengan baik untuk biaya kebutuhannya bersama suaminya.


Pukul 19:40 selesai melaksanakan ibadah shalat Isya' dan makan malam, Kenzo kembali bekerja. Jasa ojeg nya akan tutup setelah jam 22:30 selebih dari itu ia tidak membuka orderan.


Begitulah hari-hari Kenzo berikutnya, mulai dari jam 07:00-22-30 itu sangat berharga untuknya mencari nafkah untuk istrinya.


Sesekali ia menelan saliva nya dengan susah payah, mengingat dulu apapun bisa ia beli dengan sekejap mata. Dan sekarang hanya demi sekarung beras aku harus rela berkeringat di siang hari, melawan dinginnya terpaan angin malam... bathin Kenzo.

__ADS_1


Tak terasa sudah memasuki minggu ketiga mereka tinggal di rumah kontrakan itu. Semakin hari pelanggan Ojeg Kenzo semakin banyak, dan penghasilan Kenzo meningkat.


Hingga suatu malam, mungkin karena lupa memakai jaket Kenzo harus rela kedinginan dan akhirnya masuk angin.


"Nih minum dulu Ken" Nasyila memberikan secangkir teh hangat untuk suaminya.


"Makasih Syil, aku capek banget gak enak badan juga" keluh Kenzo.


"Kayaknya kamu masuk angin deh, yaudah biar aku kerokin" ujar Nsyila.


"Ken... apa kamu yakin, kamu benar-benar tidak mengenal Bela?" tanya Nasyila tiba-tiba sontak membuat Kenzo terkejut.


"Kenapa bertanya begitu?" Kenzo balik bertanya.


"Kemarin siang Bela kesini dan mencarimu, aku bilang saja kalau kamu sibuk kerja, akhirnya dia pulang" jawab Nasyila masih kalut dalam rasa penasarannya.


"Lalu apa dia mengatakan sesuatu?" tanya Kenzo.

__ADS_1


"Tidak, hanya saja dia memberiku ini" ucap Nasyila menunjukkan botol minuman.


"Minuman apa ini?" tanya Kenzo.


"Tidak tahu, tapi Bela bilang itu madu bagus untuk ibu hamil" jelas Nasyila.


"Kenapa Bela beranggapan aku hamil, apa kamu yang memberitahukan padanya?" imbuh Nasyila.


"Tidak, aku tidak pernah memberitahu kepada siapapun kecuali keluarga kita" sahut Kenzo.


"Lalu kenapa Bela memberikan madu ini, siapa Bela sebenarnya?" itulah yang difikirkan Nasyila saat ini.


"Sebaiknya buang saja minuman ini, aku khawatir ada sesuatu yang tidak kita inginkan dari madu ini" jelas Kenzo sembari merebut madu itu lalu membuangnya ke tong sampah di teras rumah.


Dibalik kecurigaan Nasyila, Kenzo lebih mencurigai niat busuk nya Bela. Apa sebenarnya rencana Bela. Kenapa tiba-tiba memberi istriku madu itu. Apa jangan-jangan Bela dan papa bekerja sama?? tapi bagaimana mungkin papa kan tidak begitu menyukai Bela? pikir Kenzo Reinaldi.


Akhirnya Kenzo masuk ke dalam rumahnya, mengunci pintu setelah memasukkan motornya ke dalam. Segera Kenzo menghampiri Nasyila di kamar. Kenzo begitu bergairah saat melihat istrinya sudah tertidur dengan pose menggoda. Kenzo tak melewatkan kesempatan itu, ia bermain-main lembut di atas tubuh istrinya. Untuk urusan yang satu ini Kenzo benar-benar gengsi jika harus meminta pada Nasyila, padahal Kenzo sendiri sudah menikmati berpuluh-puluh wanita seksi di luaran sana tanpa terkecuali Bela. Tapi entah mengapa, nyali nya begitu ciut saat berhadapan dengan istrinya, ia lebih suka mencuri kenikmatan saat istrinya tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2