
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Hari ini adalah awal kebaikan untuk Kenzo dan Nasyila yang akan memulai semuanya dari nol. Namun kebahagian di antara mereka harus terhalang oleh papa Keynes, yang baru saja pulang dari perjalanan bisnis di Bandung. Papa pulang lebih awal dari jadwal sebelumnya. Hingga Kenzo dan Nasyila harus berhadapan dengan papa Keynes Reinaldi.
.
"Hallo non" ucap bi Ina di seberang telepon.
"Iya bi, ada apa?" jawab Nasyila sopan.
"Tuan besar sedang dalam perjalanan pulang, tuan berpesan untuk mengundang den Kenzo dan non Nasyila ke rumah" ucap bi Ina.
"Oh yaudah bi, terimakasih ya" sahut Nasyila.
"Iya non, sama-sama" ucap bi Ina.
"Yaudah bi, salam sama mama Alena" ucap Nasyila sembari mematikan telefonnya.
"Ada apa Syil?" tanya Kenzo tiba-tiba.
"Papa pulang, kita harus segera kesana menyambut kedatangannya" ucap Nasyila.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Kenzo penasaran.
"I don't know" sahut Nasyila menaikkan sebelah alisnya.
.
__ADS_1
Pukul 09:45 Kenzo dan Nasyila berangkat ke rumah mama Alena. Hubungan mereka semakin membaik, meski pun mereka belum saling mencintai. Nasyila sangat bersyukur karena Kenzo yang sekarang sudah bisa menghargainya sebagai seorang istri.
Jika pun papa Keynes menjadi penghalang di antara mereka, tidak bisa di pungkiri apabila Tuhan menghendaki kedua insan itu untuk saling mnaruh rasa yang sama. Kenzo dan Nasyila hanyalah manusia biasa, keduanya sama-sama memiliki rasa cinta dan sayang...
Sebagai manusia kita hanya bisa menjalankan takdir yang telah Tuhan gariskan.
Sesampainya di rumah Keynes Reinaldi, Kenzo dan Nasyila di sambut oleh pak Ady.
Papa Keynes memang memilih untuk tidak memperkerjakan banyak orang di rumah itu. Karena bagi papa Keynes, banyak orang hanya akan membuatnya risih dan tidak nyaman. Cukup satu Asisten Rumah Tangga (ART), satu Security, dan satu supir pribadi.
"Silahkan masuk den, non" ucap pak Ady mempersilahkan majikannya.
"Terimakasih" sahut Kenzo datar.
"Heem" Nasyila tersenyum tipis, berlalu pergi mengikuti langkah suaminya.
Di ruang tamu, mama Alena sudah menantikan kedatangan anak dan menantunya. Mama Alena memeluk hangat kedua insan itu secara bergantian.
"Pagi mam" sapa Nasyila ramah.
"Pagi sayang, cup" mama Alena mencium kedua pipi menantunya.
"Ehm, sayang mantu daripada anak sendiri!" Kenzo berdehem meledek mama Alena.
"Ken...kamu kok gitu sih" ucap mama Alena menyentil hidung anaknya.
Sepuluh menit lagi tuan besar akan tiba di rumah. Papa Keynes tersenyum angkuh karena perjalanan bisnisnya masih berpihak padanya dan berjalan dengan lancar.
__ADS_1
"Tuan besar sudah tiba di teras nyonya" ucap bi Ina.
"Terimakasih ya bi" ucap mama Alena.
"Saya permisi ke belakang nyonya" sahut bi Ina.
"Silahkan bi" sahut mama Alena, beranjak dari duduknya menyambut kedatangan suaminya.
.
"Ma" sapa papa Keynes memeluk mama Alena hangat.
"Pa... kok pulangnya mendadak sih" ucap mama Alena.
"Iya ma, semuanya berjalan lancar dan papa bisa pulang lebih awal" sahut papa Keynes, dengan senyum mengembang.
"Ehm" tiba-tiba Kenzo berdehem melihat suasana hangat di depannya, mama Alena dan papa Keynes sedang berpelukan mesra.
"Ken... " ucap papa Keynes merangkul bahu anaknya.
"Pa" ucap Kenzo memeluk papa Keynes.
"Papa kembali untuk kalian" ucap Keynes tersenyum bahagia menatap Alena dan Kenzo bergantian.
Meskipun papa Keynes menyadari ada Nasyila di tengah-tengah mereka, namun sedikitpun papa Keynes tak melihat dan tak menganggap bahwa Nasyila itu ada.
Dibalik hujan yang membasahi bumi, kenapa harus reda dengan singkat sekali?? bahkan sekarang semuanya akan terasa gersang kembali! pikir Nasyila dalam lamunannya.
__ADS_1