
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Keesokan harinya, Kenzo ada acara reunian dengan teman SMA nya. Kenzo berencana untuk pergi ke acara tersebut, tentunya semua teman-teman Kenzo akan membawa pasangannya masing-masing.
Kenzo berfikir keras, apa mungkin ia akan membawa Nasyila ke acara reunian nya.
"Halo bro, hari ini pukul 20:40 kita kumpul di caffe ...." jelas Reno sahabat gila Kenzo.
"Aist, tenang bro... gue pasti dateng" ucap Kenzo.
"Okey, jangan lupa bawa gandengan!" seru Reno langsung mematikan panggilannya.
Ah sial! gumam Kenzo.
Jam menunjukkan pukul 19:00 Kenzo masih sibuk berfikir, apa iya harus membawa istrinya?
Kenzo memutuskan untuk meminta bantuan dari Nasyila, agar mau menemaninya pergi ke acara reunian tersebut. Karena memang pernikahan mereka di rahasiakan dari para pesaing bisnis papa Keynes dan dari teman-teman Kenzo Reinaldi.
Tok...tok...
"Apa kau sudah tidur?" ucap Kenzo di balik pintu kamar tamu.
"Sebentar" ucap Nasyila membuka pintu kamarnya.
.
"Ada apa tuan muda? apa tuan membutuhkan sesuatu?" tanya Nasyila dengan wajah malas.
"Aku butuh bantuanmu" ucap Kenzo singkat, berlalu duduk di kasur empuk Nasyila.
__ADS_1
Seorang Kenzo, membutuhkan bantuan ku...ah yang benar saja, apa dia sudah kehilangan akal? pikir Nasyila.
"Apa yang bisa saya lakukan tuan?" tanya Nasyila.
"Berdandanlah secantik mungkin, kita akan OTW satu jam lagi" ucap Kenzo sesuka hati memerintah.
Kenzo langsung keluar dari kamar Nasyila, ia juga bersiap-siap seperti biasa saat ia akan pergi ke acara-acara resmi.
Sedangkan Nasyila, tetap melakukan perintah dari suaminya meski ia tidak tahu apa yang direncanakan oleh Kenzo.
.
Ah kenapa cantik sekali?? bathin Kenzo, menatap istrinya.
"Sudahlah, itu lebih dari cukup" jawab Kenzo, langsung membuka pintu mobil.
DASAR BUAYA...aku tahu kamu pasti tergoda dengan penampilanku, bahkan aku terlihat sangat cantik bukan?? bathin Nasyila dengan senyum sumringah.
Merekapun pergi dengan satu mobil, Kenzo terlihat sangat tampan... begitu juga Nasyila ia terlihat sangat cantik.
Padahal mereka adalah pasangan yang serasi, tapi keadaan membuat mereka saling membenci satu sama lain.
.
Di cafe, semua teman-teman Kenzo menatap ke arah Kenzo dan Nasyila lekat-lekat. Semua teman-temannya terpana dengan kehadiran Kenzo yang membawa gandengan.
__ADS_1
"Cakep juga tuh mainan lo" ucap Reno terkagum-kagum.
"Haha lumayanlah, buat hiburan" ucap Kenzo tanpa dosa.
"Sialan lo Ken, masih aja Playboy!" gerutu Reiner.
"Maklum playboy kelas kakap" ucap Rio tertawa lepas.
"Udah-udah, mendingan kita pesan makanan aja langsung" ucap Mely, manusia kentang.
Nasyila mencoba menikmati suasana itu, ia tersenyum semenarik mungkin. Sebenarnya Nasyila sangat risih dengan mulut teman-temannya Kenzo yang tidak punya rem.
Merekapun berbincang-bincang masalah kerjaan dan study nya. Bahkan di antara teman Kenzo sudah ada yang menikah, bahkan sudah ada yang memiliki anak.
"Hay anak manis, siapa sih namanya" ucap Kenzo menyentil hidung putri kecilnya Alea, istrinya Reiner.
"Siapa ma" tanya Mayra, anak Alea Larasati dan Reiner Sebastian.
"Ini uncle Kenzo" ucap Reiner menjelaskan pada putrinya.
"Hy uncle, aku Mayra Al Sebastian" ucap Mayra dengan senyum bahagia.
"Wah nama yang cantik, secantik orangnya" ucap Kenzo memuji.
"Aunty juga cantik banget, pasti uncle bahagia hidup bersama aunty" ucap Mayra polos.
"Makasih sayang, kamu anak yang pintar" ucap Nasyila mengelus rambut Mayra.
"Haha... kamu memang pandai" sahut Kenzo, mencubit gemas kedua pipi Mayra.
__ADS_1
Selesai dinner, Kenzo dan Nasyila langsung pulang ke rumah. Tanpa berbicara apa-apa, mereka terpisah menuju kamar masing-masing.