
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Setelah peristiwa satu jam yang lalu, Kenzo dan Nasyila memutuskan untuk angkat kaki dari rumah pemberian papa Keynes itu. Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah peninggalan Aditya Syahab, dengan perasaan yang tak bisa di artikan Kenzo tetap melangkah masuk ke dalam rumah jelek itu, ya memang rumah Nasyila jauh berbeda dengan rumah Keynes Reinaldi wajar saja Kenzo menjulukinya dengan sebutan Rumah Jelek.
Kenzo dan Nasyila masuk ke salah satu kamar, di sana ia akan beristirahat nantinya.
"Maaf, karena aku kamu jadi kesusahan" ucap Nasyila tulus.
"Aku sudah janji padamu, aku akan berubah" sahut Kenzo mencoba beradaptasi dengan ruangan sempit itu.
"Seharusnya kamu menceraikan aku saja, daripada harus merasakan hidup susah seperti ini" jelas Nasyila.
"Jangan mempengaruhiku, ini sudah keputusanku Nasyila. Aku mau istirahat" ucap Kenzo mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran kecil dengan kasur yang tidak terlalu tebal di sana.
Aku bangga padamu suamiku... bathin Nasyila lalu berlalu meninggalkan Kenzo beristirahat.
"Ibu... ngapain bengong di sini?" tanya Nasyila mengagetnya ibunya.
"Eh.. tidak apa-apa nak, ibu cuman kasihan sama suamimu" ucap Nadine lembut.
"Ibu jangan memikirkan rumah tangga Nasyila, Nasyila yakin... Kenzo bisa melewatinya" sahut Nasyila tersenyum manis.
"Sebaiknya ibu istirahat, Nasyila gak mau ibu kecape'an dan ngedrop lagi" tutur Nasyila.
__ADS_1
"Iya sayang" sahut bu Nadine.
Pukul jam 11:40 Kenzo tersadar dari tidurnya, karena belum makan dari kemarin malam Kenzo merasa sangat lapar. Cacing-cacing diperutnya kian memberontak ingin segera di beri asupan gizi yang lengkap. Kenzo segera bangkit dari ranjang mini itu, mencari istrinya. Akhirnya Kenzo mendapati Nasyila yang tengah memasak di dapur untuk menu makan siang.
"Syila..." ucap Kenzo lembut.
"Eh kamu sudah bangun, ada apa? apa kamu perlu sesuatu?" tanya Nasyila dengan antusias.
"Ya, aku butuh makan" ucap Kenzo tanpa malu.
"Baiklah, tunggu sebentar Ken" sahut Nasyila.
Lima menit kemudian, Nasyila sudah siap memasak dan menata menu makan siang di atas meja makan berukuran kecil itu.
"Itu namanya urap pucuk ubi atau daun singkong" jelas Nasyila.
"Bentuknya aneh, kenapa ada kelapa kecil-kecilnya begitu seperti keju" tanya Kenzo.
"Iya itu memang kelapa yang sudah diparut Ken, silahkan cobain Ken" ucap Nasyila.
"Apa aku akan baik-baik saja setelah memakan ini?" tanya Kenzo sedikit cemas.
"Seperti yang kamu lihat, aku tumbuh besar dan sehat seperti ini walaupun aku sering makan seperti ini" jelas Nasyila.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mencobanya" jawab Kenzo.
"Bagaimana?" tanya Nasyila.
"Enak... ternyata makanan aneh ini enak juga ya?" goda Kenzo menatap Nasyila.
"Oh ya, kenapa ibu tidak makan?" sambung Kenzo sebelum istrinya merespon ucapannya.
"Nanti kami akan makan siang bersama setelah Cella dan Mirza pulang" jelas Nasyila tersenyum.
Kenzo kembali fokus pada makanan barunya, tanpa memikirkan gengsi Kenzo menambah hingga beberapa kali.
Selesai makan siang Kenzo akan pergi ke rumah sahabatnya. Terlebih dahulu ia berpamitan pada istrinya, meskipun Kenzo tahu bahwa Nasyila tidak akan keberatan bahkan pasti akan mengizinkannya.
"Nasyila, setelah ini aku akan pergi ke rumah sahabat aku. Kamu tidak keberatan kan, aku hanya sebentar kok" jelas Kenzo meminta izin.
"Okey, kamu hati-hati ya" sahut Nasyila sembari mencium punggung tangan kanan suaminya.
"Terimakasih" ucap Kenzo singkat yang masih canggung mendapatkan perlakuan manis dari istrinya.
Segera Kenzo memesan Taxy Online untuk pergi ke rumah Reno Mahardika, sahabatnya.
Sekarang Kenzo bukan tuan muda lagi, ia hanya seorang suami Nasyila yang numpang hidup di bawah naungan rumah jeleknya Nasyila Anastasya, istrinya.
__ADS_1