Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Tiara


__ADS_3

"Sayang," ucap Evans.


Lisa benar-benar marah dengan sikap Evans yang semakin menjadi-jadi, biasa nya Evans tidak pernah sampai seperti ini. Ntah kenapa Lisa lebih suka Evans yang dulu, Evans yang sangat cuek pada orang lain dan tidak suka marah atau ngambek seperti ini.


Setelah meletakkan semua nya di dapur, Lisa kembali masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat.


"Sayang," ucap Evans sambil memeluk Lisa.


"Gerah jangan peluk aku," kata Lisa.


"Sayang jangan begitu, maafkan aku," ucap Evans.


"Aku tidak ingin membahas nya aku ingin tidur."


Di kamar lain Herman kedatangan Diana yang sama sekali tidak ia duga. Wanita liar yang selalu melakukan hal sesuka hati nya, tidak perduli orang lain itu akan suka atau tidak.


"Diana," ucap Herman.


"Aku ingin memberikan ini," kata Diana.


"Untuk apa," tanya Herman.

__ADS_1


"Untuk berjaga-jaga jika ada wanita masuk ke dalam kamar mu," Diana pergi meninggalkan Herman yang masih terdiam.


"Dia gila," ucap Herman saat membuka kota yang Diana berikan.


Pagi hari nya, Evans lebih dulu bangun dari Lisa. Ia ingin meminta maaf pada Lisa dengan memasak, kemarin masakannya gagal karena kedatangan Tiara dan Herman, kali ini ia pastikan semua nya tidak gagal.


"Kak," ucap Tiara.


Evans yang mendengar suara Tiara langsung menarik nafas nya secara perlahan. Hari ini ia sudah berjanji pada diri nya sendiri untuk tidak marah pada siapapun. Termasuk Tiara dan juga Herman.


"Iya ada apa," tanya Evans.


"Kau kenapa seperti ini pada ku, sebelum nya kau tidak pernah marah pada ku," tanya Tiara.


"Kak aku hanya ingin memberitahu mu aku akan menikah," kata Tiara.


"Menikah kau gila, kau pikir menikah adalah hal yang mudah. Umur mu masih muda kau baru 17 tahun," ucap Evans.


"Ayah menjodohkan ku, dan aku tidak bisa menghalangi nya. Walaupun aku tidak mau aku akan tetap menikah," kata Tiara.


"Pria Bajingan. Bisa-bisa nya dia menikah kan anak nya," ucap Evans dan langsung meninggal kan masakan nya untuk bertemu dengan Herman.

__ADS_1


"Jangan kak." Tiara langsung memeluk Evans.


"Kenapa kau menghalangi ku. Kau tidak suka kan atas pernikahan ini kenapa kau menghalangi ku" tanya Evans.


"Aku tidak ingin hubungan mu dengan ayah semakin buruk, walaupun kau membicarakan hal ini pada ayah, pernikahan ini tetap terjadi dan malah akan memperkeruh suasana."


"Kau masih membela pria itu, aku benar-benar tidak tau jalan pikiran mu," ucap Evans.


"Mau bagaimana lagi kak, aku tidak mau keluarga kita semakin hancur."


"Begini saja Tiara, aku sudah berusaha ingin membatalkan pernikahan mu, tapi kau menolak nya. Jika terjadi apa-apa pada mu jangan salah kan aku, semua keputusan mu," ucap Evans.


"Iya kak, aku tidak mungkin menyalahkan mu," kaya Tiara.


Setelah selesai masak Evans langsung berjalan menuju kamar nya, ia masih melihat Lisa tertidur dengan lelap.


"Sayang, bangun," ucap Evans sambil mencium bibir Lisa.


Tidak perduli Lisa yang belum bangun tidur, Evans semakin memperdalam ciuman nya.


"Hmmm." Lisa langsung mendorong tubuh Evans.

__ADS_1


"Kamu ada-ada saja aku sedang tidur," ucap Lisa.


"Kamu bangun sayang, aku sudah masak untuk mu," kata Evans.


__ADS_2