
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Mentari pagi menyapa kedua insan dibalik selimut tebal itu, sinar hangatnya masuk dari celah-celah jendela kamar. Kenzo terbangun dari tidurnya, di dapatinya Nasyila masih tertidur dengan gaya menggemaskan. Kenzo memandangi istrinya lekat-lekat, istrinya benar-benar wanita cantik dan menarik. Saat tidur senyumnya mengembang, seolah-olah Nasyila tak memiliki beban sedikitpun berada di kehidupan Kenzo Reinaldi.
Kenzo semakin terpana dengan kecantikan istrinya, untuk membangunkan Nasyila sungguh Kenzo tak tega.
Kamu wanita baik-baik Syila, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan! ucap Kenzo membathin sambil tersenyum haru melihat istrinya yang masih tertidur.
.
Pukul 07:10 Kenzo sudah rapi dengan gaya manisnya. Kenzo keluar kamar dengan senyum semenarik dan semenawan mungkin.
Mama Alena yang baru saja keluar dari kamar tamu, berpapasan langsung dengan anak tunggalnya.
"Mama senang melihat Kenzo bahagia" gumam mama Alena.
.
"Pagi mam" sapa Kenzo, menyunggingkan senyum lebarnya.
"Pagi Ken.." sahut mama Alena.
"Mama mau sarapan apa biar Ken beliin" ucap Kenzo manis.
"Hmm mama mau makan lontong sayur aja Ken, sudah lama juga mama gak makan menu itu" sahut mama Alena.
"Okey mam" ucap Kenzo singkat.
"Nasyila mana Ken? kok kamu sendirian?" tanya mama Alena.
__ADS_1
"Nasyila masih tidur mam, mungkin Nasyila kecape'an karena malam tadi" jawab Kenzo.
Wah kalian pasti capek bertempur...mama senang sekali, suatu saat mama pasti akan gendong cucu yang imut dan menggemaskan...bathin mama Alena dengan senyum-senyum.
"Ma..kok senyum-senyum gitu sih?" tanya Kenzo heran melihat tingkah mama Alena.
"Ah tidak apa-apa Ken" sahut mama Alena.
"Yaudah ma, Ken pamit dulu" menyalami mama Alena berlalu pergi menggunakan mobil pribadinya.
.
Kenzo sampai di warung makan yang berada di tepi jalan. Segera Kenzo memesan dua porsi lontong sayur untuk sarapan, Kenzo juga membeli satu porsi nasi goreng spesial, karena Kenzo tak tega membangunkan istrinya untuk menyiapkan sarapan seperti biasanya. Kenzo memang tidak mengetahui makanan kesukaan istrinya, karena biasanya Nasyila hanya minum Energen Cokelat di pagi hari. Kenzo memutuskan untuk membelikan makanan yang sama dengan mama Alena, untuk Nasyila.
20 menit kemudian...
Kenzo sudah tiba di rumah, membawa kantong plastik berisi dua porsi lontong sayur dan satu porsi nasi goreng spesial. Kenzo segera menuju ke meja makan, di sana sudah ada mama Alena duduk manis menunggu kedatangan anak semata wayangnya.
"Mama..." sapa Kenzo sembari duduk di samping mama Alena.
"Iya ma, yaudah Kenzo ambil mangkuk dulu mam" ucap Kenzo.
.
Di kamar utama, Nasyila baru tersadar dari mimpi indahnya. Nasyila mengucek kedua matanya untuk menstabilkan pandangannya...
Melihat ke arah samping, Nasyila tidak menemukan Kenzo di sebelahnya.
Astaga! aku kesiangan terus...matilah aku! bathin Nasyila langsung turun dari kamar menuju dapur.
Di dapur sudah ada mama Alena dan Kenzo yang dengan lahap menikmati sarapannya. Tak seperti biasanya, Kenzo menikmati sarapannya dengan di temani segelas air putih saja, tanpa susu hangat di sana. Nasyila menghampiri kedua insan yang ada di meja makan.
__ADS_1
"Pagi ma" sapa Nasyila dengan senyum malu-malu.
"Pagi sayang, kamu udah bangun?" tanya mama Alena.
"Iya ma..maaf Nasyila kesiangan" ucap Nasyila sembari melirik ke arah suaminya.
"Nih sarapan" ucap Kenzo menyodorkan semangkuk lontong sayur.
"Terimakasih tuan muda" ucap Nasyila dengan bahagia, karena Kenzo sedikit perhatian padanya.
"Heem" Kenzo kembali fokus menyantap makanannya.
"Nasyila..." ucap mama Alena.
"Iya ma, ada apa" tanya Nasyila penasaran.
"Mama mau kamu jangan panggil Kenzo dengan panggilan tuan muda" ucap mama.
"Ta..tapi ma, itu perintah dari tuan besar Keynes Reinaldi" jelas Nasyila.
"Tidak sepantasnya papa memperlakukanmu seperti itu sayang, kamu jangan takut sama papa...mama akan selalu ada untuk kamu" ucap mama Alena dengan lembut.
"Iya ma, makasih udah sayang sama Nasyila" jawab Nasyila sopan.
"Kamu gak keberatan kan Ken?" tanya mama Alena.
"Hmm terserah mama aja" sahut Kenzo mengulas senyum di bibir nya.
"Mulai sekarang kamu jangan canggung Nasyila, kita ini keluarga" ucap mama Alena.
"Iya ma, Nasyila akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian" ucap Nasyila.
__ADS_1
Melihat Nasyila tersenyum bahagia, membuat Kenzo merasa senang. Begitupun sebaliknya, Nasyila mulai nyaman dengan sikap Kenzo sejak kehadiran mama Alena. Kenzo mulai bisa menghargai istrinya, dan sedikit banyak Kenzo sudah mulai perhatian terhadap Nasyila.
Nasyila hanya bisa bersyukur atas semua nikmat dan kebahagiaan yang Allah berikan kepadanya. Meski Nasyila berada dalam cengkraman tuan besar Keynes Reinaldi, tapi masih ada celah untuk keluar dari cengkraman itu melalui mama Alena dan suaminya.