
Keesokan harinya, pagi ini Tiara dan Hans akan berangkat ke kantor bersama, Hans kembali membawa Tiara ke perusahaannya untuk menyiapkan berbagai macam keperluannya nanti, Tiara juga sangat pintar membuat kopi ia paling tidak bisa bekerja tanpa kopi. Meminum kopi buatan Tiara membuat Hans semakin bersemangat bekerja, entah hanya sugesti atau tidak yang jelas ia harus meminum ku kopi hitam spesial buatan Tiara.
"Nah begini kan cantik," ucap Hans sambil memeluk Tiara dari belakang.
"Sudah mendapatkan jatah baru memuji istrinya, dari kemarin kemana saja aku kan memang sangat cantik," kata Tiara dengan menaikkan satu alisnya.
"Hahaha maaf sayang," ucap Hans.
"Sayang sayang, bisa bisa nya kamu memanggil aku sayang."
Hans mengerutkan dahinya bukan nya Tiara yang lebih sering memanggilnya dengan sebutan sayang, kenapa saat ia yang memanggilnya terasa sangat berbeda.
"Ada yang salah dengan panggilan ku," tanya Hans.
"Tidak ada yang salah sayang. Kamu benar sangat benar sekali, aku sangat mencintaimu dan sangat suka dengan panggilan yang kamu berikan," jawab Tiara sambil membalas pelukan suaminya.
Setelah selesai bersiap siap mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah, Hans membawa mobil mereka ke perusahaan tempat ia bekerja. Mereka berdua keluar mobil bersamaan dan berjalan masuk ke dalam perusahaan sambil bergandengan tangan, Hans sudah tidak masalah orang lain tau hubungan nya dengan Tiara.
__ADS_1
"Sayang ini tidak masalah, orang orang melihat kita begitu dalam," ucap Tiara.
"Hahaha tidak masalah. Kamu tenang saja semuanya aman," kata Hans.
"Semoga saja apa yang kamu katakan itu benar, aku sangat takut kalau apa yang kita lakukan sekarang malah membuat nama kamu jelek," ucap Tiara.
Hans masuk ke dalam ruangan nya sedangkan Tiara membuat kan kopi spesial nya, dari pada Hans meminta nya saat ia sudah beristirahat lebih baik ia membuatkan kopi itu terlebih dahulu, Hans juga suka dengan kepekaan Tiara seperti ini.
"Banyak makanan enak, bawa saja lah," ucap Tiara.
Saat Tiara berjalan keluar dari ruangan itu, ia di hampiri oleh dua orang wanita yang tidak Tiara kenal. Tiara berusaha untuk tersenyum agar mereka berdua tidak bersikap buruk ke pada nya.
"Aku istri nya," ucap Tiara dengan suara yang kecil, dirinya masih kurang percaya diri menunjukkan hubungan nya dengan Hans pada orang lain.
"Ha!! Jangan menghayal, Hans hanya mempunyai dua istri siri."
"Ya sudah kalau tidak percaya." Dengan cepat Tiara menghindari mereka berdua, ia buru buru masuk ke dalam ruangan suaminya.
__ADS_1
"Menyebalkan," ucap Tiara.
"Kamu kenapa," tanya Hans.
"Tadi ada yang datang ke pada ku, dia bertanya aku siapanya kamu setelah aku jawab mereka tidak percaya kan mereka begitu menyebalkan," jawab Tiara.
"Hahaha sudah sudah, jangan kamu ambil hati," kata Hans.
"Ya tidak mungkin aku ambil hati, percuma saja aku ambil hati," ucap Tiara.
"Sebenarnya siapa mereka ya." Wajah Hans terlihat kebingungan, ada saja orang yang tidak ia kenal seperti ini. Memang kalau mempunyai wajah yang tampan dan kaya banyak sekali yang mengincar nya.
"Kamu memikirkan apa? Jangan bilang mereka berdua selingkuhan kamu."
"Hahaha tidak sayang, kamu jangan berpikir yang tidak tidak deh," ucap Hans.
"Mana tau kan," kata Tiara.
__ADS_1
"Tidak, tidak mungkin. Aku hanya dekat dengan kamu," ucap Hans.