Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Memulai Dari Awal


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Setelah merasa puas curhat dengan sahabatnya, Kenzo memutuskan untuk pulang ke rumah, Kenzo pun menyempatkan diri membeli cemilan untuk istrinya.


.


Pukul 20:40 Kenzo tiba di rumah dengan keadaan baik-baik saja. Nasyila segera membukakan pintu dengan menyunggingkan senyum kepada Kenzo.


"Baru pulang?" ucap Nasyila menyambut kedatangan suaminya.


"Iya, apa aku terlambat?" tanya Kenzo.


"Tidak ada kata terlambat untuk berubah Ken" sahut Nasyila.


"Aku akan buktikan padamu, bahwa aku bisa menjadi layaknya seorang suami yang baik untuk mu" ucap Kenzo sungguh-sungguh.


"Masuk dulu Ken" ucap Nasyila dingin.


Kenzo dan Nasyila masuk ke dalam rumah menuju dapur. Di meja makan sudah tersedia menu makan malam untuk mereka berdua. Semua itu sudah di persiapkan oleh Nasyila Anastasya.


"Makan dulu yuk" ajak Nasyila pada suaminya.


"Terimakasih Syil" jawab Kenzo tersenyum.

__ADS_1


"Heem" Nasyila tersenyum tipis sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya.


Mereka makan dengan lahap dan fokus tanpa banyak bicara. Sesekali mereka saling tatap dan melempar senyum kebahagiaan.


.


Selesai makan Kenzo dan Nasyila memilih untuk bersantai terlebih dahulu di ruang tamu. Menikmati 10 tusuk sate ayam yang dibeli Kenzo saat kepulangannya dari rumah sahabatnya.


"Ah terimakasih Ken" ucap Nasyila sambil menyantap sate yang Kenzo berikan pada Nasyila.


"Aku tidak bisa melakukan hal yang lebih" ucap Kenzo.


"Perlakuan baikmu, sudah lebih dari cukup Ken" sahut Nasyila.


"Apa Ken, katakan saja" ucap Nasyila.


"Apa kau mau memulainya dari awal?" ucap Kenzo.


"Aku tidak yakin, kau bisa mencintaiku Ken" sahut Nasyila.


"Tidak ada salahnya kalau kita mencobanya Syil" ucap Kenzo meyakinkan istrinya.


"Aku tidak mau kau jadi anak durhaka, hanya karena rasa penyesalanmu terhadapku Ken" ucap Nasyila mantap.

__ADS_1


"Pernikahan ini memang di atas kertas, tapi bukan berarti perjanjian itu berlaku untuk selamanya... kita pasti bisa mengubahnya" ucap Kenzo sungguh-sungguh sambil menggenggam tangan Nasyila.


"Kita fikirkan itu nanti, sebaiknya kita istirahat" ucap Nasyila tersenyum lebar.


"Okey" sahut Kenzo menyetujui.


Mereka segera masuk ke kamar utama, awalnya Nasyila ingin tidur di kamar tamu namun Kenzo menolak dan tak setuju atas keinginan Nasyila.


"Tidurlah dengan nyenyak, aku akan tidur di kamar tamu" ucap Nasyila.


"Tidak perlu, tetaplah di sini Nasyila" jawab Kenzo.


"Aku belum siap untuk semua ini" ucap Nasyila gugup.


"Hey... cinta bisa hadir karena terbiasa" sahut Kenzo.


"Baiklah kita mulai untuk intropeksi diri masing-masing, dan renungi di mana letak kesalahan di antara kita... agar kita bisa memperbaikinya" ucap Nasyila menatap Kenzo.


"Iya Nasyila, kau memang istri yang cerdas" sahut Kenzo memuji istrinya.


Nasyila hanya tersenyum manis mendapatkan pujian dari suaminya. Mereka mengistirahatkan diri di ranjang dan kasur yang sama. Menatap langit-langit kamar, merenungi semua kekurangan di antara mereka berdua.


Waktu berjalan dengan cepat, Kenzo mulai memejamkan mata indahnya di samping Nasyila. Nasyila tersipu malu mengenang semua niat kebaikan Kenzo yang ingin memperbaiki semuanya dari awal. Nasyila menghargai keberanian Kenzo meminta maaf atas sikapnya yang seharusnya tak dilakukan secara diam-diam. Perlahan Nasyila menyentuh wajah Kenzo dengan lembut, sungguh kepolosan wajah Kenzo terpancar jelas di depan mata Nasyila.

__ADS_1


Nasyila masih terus membayangkan akan ada keajaiban di balik semua kecelakaan atas pernikahannya. Nasyila yakin masa itu akan datang, di mana Kenzo Reinaldi akan mencintai dirinya sepenuh hati. Begitu juga dengan papa Keynes, lambat laun papa Keynes akan terbiasa dan bisa menerima semua kenyataan ini. Semoga papa Keynes tak larut dalam rasa dendam nya terhadap ayah Aditya Syahab... gumam Nasyila memejamkan mata nya perlahan.


__ADS_2