
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa mereka sadari jam menunjukkan 16:40. Kenzo memutuskan untuk berpamitan kepada papa Keynes dan mama Alena. Begitu juga dengan Nasyila, meski ia bukan menantu yang diharapkan oleh papa Keynes, tapi ia tetap menghormati mertuanya.
"Pa, ma... Kenzo pamit ya" ucap Kenzo dengan ekspresi datar.
"Iya Ken, kamu hati-hati ya jaga kesehatan" ucap papa Keynes.
"Iya pa, tentu" sahut Kenzo.
"Ma, pa...Nasyila juga pamit, mama sama tuan besar jaga kesehatan ya jangan terlalu kecape'an" ucap Nasyila tulus.
"Jangan cari muka!" sahut papa Keynes tanpa dosa.
"Udah kamu jangan dengerin papa! Kamu juga hati-hati ya jangan lupa kabarin mama kalau udah sampai nanti" ucap mama Alena penuh kasih sayang.
"Hah, mama...menyebalkan!" ucap papa Keynes geram pada istrinya yang selalu saja membela menantunya.
"Udahlah pa, jangan memperdebatkan sesuatu yang tidak ada hasilnya" jelas mama Alena.
"Terserah mama!" ucap papa Keynes, berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Yaudah ma, kita cabut dulu ya" ucap Kenzo singkat.
"Iya nak" sahut mama sambil memeluk dan mencium kening anak dan menantunya bergantian.
.
__ADS_1
Di perjalanan menuju rumah Kenzo, mereka berdua diam tak bersuara. Nasyila asyik melihat ke jendela mobil, menikmati indahnya jalanan kota. Sedangkan Kenzo, ia tetap fokus menyetir.
.
Sesampainya di rumah milik Kenzo, ia langsung membawa koper miliknya tanpa membantu istrinya.
"Punya tangan sendiri kan?" tanya Kenzo datar.
"Seperti yang tuan muda lihat, aku memiliki fisik yang lengkap meski tidak sempurna" jawab Nasyila percaya diri.
"Bawa barang-barangmu sendiri, jangan harap aku akan membantumu!" tegas Kenzo pada Nasyila.
"Cih, siapa juga yang membutuhkan bantuan darimu!" gumam Nasyila lirih.
.
Kenzo pun berlalu meninggalkan Nasyila yang masih berdiri kesal di samping mobil. Kenzo segera mengambil koper dan membawanya dengan santai. Nasyila hanya bisa menelan ludah melihat tingkah Kenzo yang tidak berprikemanusiaan.
Dasar lelaki aneh, bisa-bisanya meninggalkan istri yang sedang kesulitan! bathin Nasyila.
Dengan kesal Nasyila membawa koper miliknya, dan tas pribadi tempat make up nya.
Nasyila langsung menuju ke atas, ke kamar mereka berdua nantinya.
Di kamar, Kenzo sudah berbaring santai di kasur empuk ia rebahan terlentang.
__ADS_1
Terpaksa Nasyila harus beristirahat di sofa berukuran lumayan besar dan tidak terlalu kecil di kamar itu. Nasyila tidak mau berdebat dengan suami nya, apapun yang Kenzo lakukan harus selalu benar di mata orang lain, apalagi di mata Nasyila.
Bahkan untuk membantah keinginan Kenzo, terasa sangat tidak mungkin dan mustahil. Karena bagaimanapun setelah menikah dengan Kenzo, segala keperluan dan kebutuhan ibu Nadine dan adik-adik Nasyila selalu terpenuhi. Karena Kenzo senantiasa mentransfer uang untuk keluarga istrinya itu.
Itulah sebabnya, Nasyila tidak mampu untuk melawan dan membantah kehendak Kenzo Reinaldi.
.
Hari pun semakin sore, Karena merasa lapar Nasyila membangunkan suaminya dengan terpaksa.
"Tuan...tuan muda" panggil Nasyila menggoyang-goyangkan tubuh Kenzo.
"Heem" sahut Kenzo dengan malas.
"Tuan... bangun!" ucap Nasyila tegas.
"Ada apa?" tanya Kenzo dengan kesal.
"Aku lapar, mau masak tidak ada bahan masakan di dapur. Mau delivery, aku tidak mempunyai uang karena tidak bekerja" ucap Nasyila dengan rasa sedikit canggung.
Sebelum menikah dengan Kenzo, Nasyila adalah karyawati di perusahaan milik Keynes Reinaldi. Tetapi bukan perusahaan utama, Nasyila hanya bekerja di perusahaan cabangnya. Jabatannya juga hanya sebagai karyawati biasa, dan gajinya juga tidak terlalu besar, namun Nasyila selalu bersyukur kepada Allah.
Kenapa harus mengadu seperti ini sih? Bathin Nasyila.
"Mandilah, kita akan makan di luar!" ucap Kenzo dengan ekspresi datar.
"He'em" sahut Nasyila berlalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
Padahal Nasyila sudah sangat lapar, cacing-cacing di perutnya saling memberontak karena belum di kasih asupan makanan. Dengan perasaan dongkol, Nasyila harus mengikuti apapun perintah suaminya.
Meski begitu, beruntung Kenzo masih mempunyai inisiatif mengajak istrinya makan malam di luar. Itulah Kenzo, lelaki manja dan labil yang tidak bisa di tebak kapan ia akan menjadi Kucing imut yang menggemaskan, dan kapan ia akan menjadi Harimau yang ganas?