Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Berpelukan


__ADS_3

Malam yang panjang telah berakhir, matahari muncul dari belahan bumi bagian timur, sinar cahaya yang terang mulai menyinari dunia tipu-tipu. Dari sela gorden jendela kamar Matahari merambat masuk ke dalam kamar Tiara dan Hans, hal itu menimbulkan kesan silau pada mata Tiara yang tepat terkena sinar matahari.


Tangan Tiara menyentuh sebuah tangan yang sedang kamu peluk dirinya, iw cukup terkejut dengan kehadiran tangan itu. Pasalnya malam ini ia tidur sendiri, tidak ada orang lagi dalam kamar ini selain dirinya, jadi saat ada tangan yang memeluknya Tiara begitu takut.


Secara perlahan Tiara menggerakkan wajahnya ke arah samping kanan, di mana tangan itu berasal. Bukannya seseorang yang menyeramkan yang malah melihat wajah tampan Hans tengah tertidur begitu pulas, yang awalnya takut menjadi kagum dengan ketampanan pria di depannya.


"Wow seperti sebuah pahatan," ucap Tiara yang begitu kagum dengan wajah sama suami.


Tiara pikir orang yang paling tampan yang yang pernah ia lihat Evans sang kakak kandung, ternyata sekarang ada yang lebih tampan dari Evans, ya walaupun sifatnya sangat minus dari Evans.


Beberapa detik kemudian Tiara tersadar jika seharusnya Hans ada di dalam kamar ini, karena kemarin malam Hans mengatakan ingin tidur dengan istri keduanya, kenapa sekarang Hans sudah ada dalam kamar ini.


"Kapan dia masuknya, bukannya dia tidur di kamar satunya, apa jangan-jangan mereka ini bukan Hans. Pria ini begitu tampan, bisa jadi dia pangeran yang nyasar ke rumah ini." Tiara sedikit menyentuh wajah Hans, selain wajahnya yang cantik tampan kulit Hans begitu lembut sekali.

__ADS_1


"Hmmmm." Hans menarik Tiara kedalam pelukan nya. Hal itu semakin membuat Tiara terkejut.


"Mas." Tiara berteriak dengan cukup keras, tetapi hal itu tidak membangunkan Hans, Hans memang salah satu orang yang begitu sulit bangun tidur.


Wajah Tiara tenggelam di dada bidang Hans, beruntung sekarang mereka berdua sudah menikah, Tiara jadi tidak begitu takut pada Hans. Entah kenapa rasanya begitu nyaman di dalam pelukan itu, apalagi tubuh Hans mengeluarkan aroma khas yang tidak pernah ia cium sebelum nya.


"Dia juga memakai kimono, sepertinya tadi malam dia langsung ke kamar dan istirahat di sini," ucap Tiara.


Sekarang Tiara hanya bisa pasrah, ia memejamkan matanya dan tak lama ia kembali tertidur, tidur kali ini terasa begitu berbeda karena Tiara berada di dalam pelukan hangat Hans.


Pukul 9 pagi Hans baru terbangun dari tidurnya, walaupun masih mengantuk Hans membuka matanya secara perlahan. Ia cukup terkejut saat melihat Tiara sudah ada dalam pelukan hangatnya, ia tidak merasa memeluk Tiara begitu eratnya.


"Hey." Hans mendorong tubuh Tiara.

__ADS_1


"Ah…" Tiara yang di dorong langsung bangun dari tidurnya.


"Kenapa kamu memeluk ku," tanya Hans.


"Aku tidak memelukmu mas. Kamu yang memelukku sejak malam tadi " ucap Tiara.


"Aku? Sejak kapan?." Hans berusaha untuk menghindar, ia sadar memang dirinya yang memeluk Tiara.


"Sejak tadi pagi, aku sudah bangun terlebih dahulu dari kamu. Tetapi kamu malah menarik tubuhku ke dalam pelukanmu," ucap Tiara.


"Jangan berbohong, aku tidak suka dengan wanita yang berbohong." Tangan Hans menarik Tiara kembali ke dekat nya.


"Mas kamu mau apa?" Tiara mulai ketakutan kembali.

__ADS_1


__ADS_2