
Setelah pulang dari antara mereka berdua langsung menuju ke sebuah tempat, tempat itu tidak jauh dari rumah Lisa dan Evans. Dari tempat itu saja Tiara sudah dapat menduga jika rencana mereka akan segera dilaksanakan, ia akan bertemu dengan Evans tetapi tidak bersama dengan Hans. Tiara bertemu dengan Evans bersama dengan seorang pria yang ia akui sebagai calon suaminya, memang rencana yang baik tetapi sangat aneh bagi Tiara.
"Jadi kamu menunggu di sini saja, terus kalau aku diapa-apain dengan pria itu bagaimana," tanya Tiara.
"Dia tidak akan berani, itu sebabnya aku memilihnya karena dia memang takut denganku. Aku sudah mau letakkan alat penyadap suara di tasmu, jangan pikir aku tidak tahu apa yang sedang kalian obrolkan. Aku menunggumu di hotel ini, nanti kalau kamu sudah siap langsung saja ke kamar, setelah memesan kamar aku akan memberitahumu nomor berapa kamar kita."
"Enak sekali kamu ya langsung istirahat, sedangkan aku harus menjalani rencana aneh ini. Ya sudahlah mau bagaimana lagi, semoga saja nanti kedepannya kamu bisa bertemu dengan abangku," ucap Tiara sambil berjalan pergi meninggalkan Hans, ayahnya dan pria yang akan ia kenalkan dengan Evans juga sudah menunggunya di depan.
"Sudah kan ayo kita cepat pergi, Evans sudah menunggu kalian berdua. Ingat kalian berdua harus dilihat dekat, jangan canggung jawaban dari pertanyaan Evans berikan nanti sudah kita diskusikan kemarin tadi pagi. Tidak mirip tidak apa-apa asalkan tidak sampai membongkar semua rahasia kita, Tiara kamu berperan besar dalam rencana ini, kalau sampai rencana ini kamu yang akan bertanggung jawab," ucap Herman.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke rumah Evans dan Lisa, di dalam rumah itu Evans dan Lisa menunggu mereka di ruang makan. Mereka sudah memesan berbagai macam makanan enak untuk menyambut kedatangan calon suami Tiara, Evans sangat penasaran kenapa Tiara mau menikah dengan cepat.
"Sayang aku rasa sih kamu harus menurunkan ekspektasi kamu, kayaknya pria itu tidak seperti yang kita bayangkan," ucap Lisa.
"Ah tidak tahu lah aku, mau dia bagaimanapun kalau misalnya sikapnya baik dan sopan aku akan tetap merestuinya, percuma saja tampanan kaya raya kalau tidak memiliki etika dan baik," kata Evans.
Tak lama mereka bertiga sampai di rumah, ketiganya langsung berjalan masuk ke dalam rumah diantar oleh pembantu yang ada di rumah itu. Mata Herman langsung tertuju pada Diana, wanita yang sempat berselingkuh dengannya, iya tersenyum pada wanita itu karena mengingat perselingkuhannya waktu itu. Diana pun membalas senyuman itu, ia masih ingat bagaimana perkasanya ayah Evans.
"Itu mereka datang, sudah kubilang jangan pasang ekspektasi yang tinggi. Kalau dijodohkan mah Tiara tidak akan bisa memilih, ya standar lah tetapi jauh di bawah kamu," ucap Lisa.
__ADS_1
"Tidak adil dong kalau kamu bandingkan dia dengan aku, aku kan memang sudah di level up, dari cara dia berjalan dia terlihat baik," ujar Evans.
"Kamu jangan langsung menilainya seperti itu, kamu harus berbicara dulu dengannya, berbicara saja sudah mengatakan dia baik. Bicara pun sebenarnya tidak cukup, kamu harus banyak bertemu dengannya baru kamu bisa menilai dia bagaimana," ucap Lisa.
"Iya cerewet." Evans berjalan menyambut mereka bertiga.
***
maaf salah up novel kemarin baru sadar malam ini ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1