
Tak lama kemudian, seorang lelaki muncul di balik pintu. Membawa satu buket bunga, dan satu hampers, di tangannya.
Lelaki itu tak lain ialah Reza, dosen Fira, sekaligus tunangannya Raina.
"Pak Reza," gumam Fira.
Begitu pun dengan Reza, ia sedikit terkejut melihat kehadiran Fira dan suaminya disana.
"Fira," panggil Reza, berjalan, sambil menghampiri Raina.
"Kau ada di sini juga?" tanya Reza, Fira menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum.
"Sudah kuduga, waktu kita bertemu di hotel itu, kalian pasti sudah menghadiri acara ulang tahun Raina ya?" tanyanya dengan ramah.
Fira mengangguk. "Iya. ... Pak Reza, keluarga Nona Raina ya?" tanya Fira.
"Bukan, ... saya tunangannya Raina," jawab Reza, dengan santai.
“Tunangan?” batin Fira sedikit terkejut saat mengetahui kalau dosen nya itu ialah tunangannya Raina.
Dan Raina sekilas terlihat kesal, saat Reza memberitahu mereka, kalau dia adalah tunangannya.
"Kau kenapa kemari?" tanya Raina ketus.
Reza melebarkan senyumannya, "Aku kesini untuk menjengukmu, tadi pagi aku mendapat kabar dari Mama kamu, katanya kamu semalam kecelakaan, makanya selesai mengajar aku datang kesini, untuk melihat keadaanmu," tutur Reza, penuh perhatian.
Raina terlihat semakin jengkel, saat mendengar penjelasan dari Reza.
"Tuan, berarti kau adalah calon suami Raina?" tanya Bara, mendekati Reza. Reza membenarkannya.
"Kalau begitu, ikutlah denganku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan," bisik Bara. Reza, mengerutkan dahinya, merasa heran.
"Ayo, sebentar saja," sambung Bara. Reza pun mengiyakannya dan mereka keluar dari ruangan meninggalkan Raina dan Fira disana.
"Nona Raina, saya tidak menyangka ternyata kau sudah memiliki tunangan. Tapi kenapa kau masih menginginkan suami yang sudah beristri?" tanya Fira, yang kini berdiri dari duduknya.
"Hey, seharusnya kau sadar diri! sebelum Bara menikah denganmu, aku terlebih dahulu yang sudah menjalin hubungan dengannya," jawab Raina dengan geram.
"Iya, memang seperti itu, ... tapi, itu dulu. Dan sekarang kenyataannya, Mas Bara adalah suamiku. Dan kau, tunangannya Pak Reza. Kalau sudah seperti ini, seharusnya kita bisa menjalani kehidupan masing-masing. Dan jangan mengusik kehidupan orang lain. Terlebih Anda tidak seharusnya mengusik kehidupan saya dengan Mas Bara!" ucap Fira penuh penekanan.
Raina tersenyum kecut, sambil membuang muka. "Fira, kau seharusnya jangan berbangga dulu. Aku tahu sifat Bara itu seperti apa. Aku sudah mengenalnya lebih lama dari kamu! Lihatlah dia, baru saja, beberapa bulan menjalin hubungan denganmu. Dengan mudahnya dia mengakhiri hubungannya denganku yang sudah terjalin selama ini. ... Bukankah dia mudah berpindah ke lain hati? Apa kau akan percaya begitu saja kepadanya?" ucap Raina, tersenyum sinis.
"Mohon maaf, Anda tidak perlu menghasut saya untuk percaya atau tidak kepadanya. Dalam sebuah hubungan saya lebih mengutamakan kepercayaan, dan tentunya saya lebih percaya dengan suami saya," balas Fira, dengan tegas.
"Percaya? Kau terlihat begitu yakin dengan kata-katamu itu. Ke depannya kau harus mempertanyakan lagi kepercayaanmu itu, jangan sampai kau di buat kecewa karena rasa percayamu itu!" timpal Raina.
Fira hanya bisa menarik nafas, dan menghembuskannya pelan. Mencoba bersabar, agar tidak terpancing oleh ucapan Raina.
"Astagfirullah, tahan Fira... tahan! jangan sampai emosimu terpancing," batin Fira. Ia seakan enggan untuk menjawab kembali ucapan Raina. Fira lebih memilih diam, dan kembali duduk, sambil memainkan ponselnya, berharap Bara segera kembali dari luar.
__ADS_1
Dan tak lama, Dion masuk, membawa dua kantung besar, yang berisi makanan. Dion segera menyimpan kantung itu di atas meja dekat sofa.
"Ke mana Bara?" tanya Dion kepada Fira.
"Dia sedang keluar bersama Pak Reza," jawab Fira.
"Reza? siapa dia?" tanya Dion, mengernyitkan dahinya.
"Dia tunangannya Nona Raina."
"Apa? ... Tunangan Raina?" tanya Dion, sedikit terkejut.
Fira menganggukkan kepalanya, sambil terheran-heran. "Iya, ... kenapa kau terkejut seperti itu?"
Dion mengerjapkan matanya, dan menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak, aku hanya tidak menyangka saja, ternyata dia sudah mempunyai tunangan," jawab Dion.
Kini Dion meraih satu kotak makanan, dan memberikannya kepada Fira. Kemudian ia juga memberikan satu kotak makanan kepada Raina. Namun Raina menolaknya, dan Dion menyimpannya di atas meja dekat Raina.
"Jangan salah mengartikan, aku membelikan ini untuk semuanya, bukan kau saja! Kau tak perlu sungkan jika ingin memakannya," ucap Dion, sambil menaruh kotak makanan itu.
Raina hanya membuang muka, seakan tidak suka dengan apa yang dilakukan Dion padanya.
Tak lama Bara dan Reza kembali masuk ke dalam ruangan. Sejenak Dion dan Reza beradu pandang. Ini adalah, pertama kalinya mereka bertemu.
"Siapa lelaki itu, kenapa dia menatapku seperti itu?" batin Reza, menatap Dion dengan heran.
Dion sejenak menatap ke arah tangan Reza, perlahan ia menjabat tangan Reza, "Dion," ucapnya.
Dion kembali meraih kotak makan yang sempat ia simpan tadi. "Ini, kau suapi calon istrimu, dia dari pagi belum makan," ucap Dion, sambil menyodorkan kotak makan itu. Reza segera mengambilnya dan sejenak menatap ke arah Dion dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
Dion berjalan mendekati Bara dan Fira, "Kalian makanlah dulu," ucap Dion, sambil mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa yang ada di ruang itu.
"Kau saja yang makan, tadi pagi kau sarapan sedikit sekali," ucap Bara, sambil meraih kotak makan yang ada di atas meja.
"Tidak, kau saja Mas, aku belum lapar," jawab Fira.
"Hey, kau harus makan! Kalau tidak nanti kau bisa sakit!" seru Bara, sambil membuka kotak makan, yang berisi nasi goreng cumi.
"Tapi Mas...."
"Sudah, biar aku suapi." Bara segera menyendokkan nasi goreng itu, dan menyuapkannya ke mulut Fira. Mau tak mau Fira melahapnya, secara terpaksa.
Raina yang melihat adegan romantis di depannya, ia hanya membuang muka, sambil mengumpati Fira.
"Apa-apaan ini, berperilaku tak sopan di depanku! Apa dia sengaja melakukan semua ini? Sungguh mataku bisa-bisa sakit melihat mereka berdua itu!" batin Raina, menggerutu kesal.
"Raina, ayo, makanlah." Reza menyodorkan satu sendok bubur dari kotak makan itu, hendak menyuapi Raina. Namun Raina menolaknya.
"Raina makanlah sedikit saja, kau dari pagi belum makan," tutur Reza, begitu lembut.
__ADS_1
"Aku tidak mau!" seru Raina.
"Ayolah, sedikit saja," bujuk Reza.
"Sudah kubilang tidak mau ya tidak mau!" seru Raina, sambil menatap tak suka ke arah Reza.
"Baiklah, aku akan menyimpannya terlebih dahulu di sini," jawab Reza, sambil menyimpan kembali kotak makan itu di atas meja yang ada di dekatnya.
Dion sejenak menatap tak suka ke arah Raina.
"Raina, kenapa kau sulit sekali hah? Cepatlah makan, jangan menyusahkan!" seru Dion.
"Aku tidak ingin memakannya, jika bukan Bara yang menyuapiku," ucap Raina, sambil membuang muka ke sembarang arah.
Fira yang sedang mengunyah makanannya, seketika ia tersedak saat mendengar ucapan Raina. Bara dengan cepat membukakan botol air mineral yang tak jauh dari jangkauannya. Dan segera memberikannya kepada Fira. Fira menyahutnya dan segera meneguknya secara pelan.
"Kau hati-hatilah kalau makan," ujar Bara, sambil mengusap-usap punggung Fira.
"Manja sekali! Kenapa harus menekankannya kepadaku? ” tanya Bara menoleh ke arah Raina, menatapnya, seakan tak suka.
“Bara apa kau lupa? Tadi kau sudah bilang kepada nenek, kalau kau akan menjagaku!” jawab Raina.
“Pikirkan lagi perkataanmu itu! Aku hanya bilang akan menjagamu bersama Fira di sini.”
“Menjaga! Bukan merawatmu!” sambung Bara, dengan tegas.
“Kau!” Raina mengeratkan gigi gerahamnya, menahan rasa kesal di dadanya.
.
.
.
Bersambung....
Assalamu'alaikum readers tercinta.
Ah... sudah lama sekali author tidak menyapa kalian. Apa kabar? gimana nih puasa di detik-detik terakhir romadhon, semoga segalanga lancar ya.
Maaf selama tiga hari kemarin Dela gak upload. Karena ada something di tambah kegiatan di luar rumah kemarin lagi padet banget. Makanya nulis cuma bisa sedikit.
Sedikit cerita ini semoga bisa mengobati rasa kesal kalian sama author, eh... salah 😂🤭 maksudnya bisa mengobati rasa rindu kalian sama Fira dan Mas Bara. Hehe...
Insya Allah, nanti mulai normal kembali. Doa in ya, biar Dela bisa up tiap hari dan banyak 😁
Oke jangan lupa like, komen dan vote nya ya....
Love you❤️
__ADS_1