
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Menu makan malam sudah tersusun rapi di atas meja. Nasyila dengan lihai menata semua masakannya semenarik mungkin.
*
"Ayo makan" ucap Nasyila.
"Nasyila, apa tidak sebaiknya kamu panggil dulu suamimu, walau bagaimanapun semua yang ada di rumah ini harus patuh kepada Kenzo bukan?" jelas ibu Nadine.
"Iya bu, aku panggil Kenzo dulu" ucap Nasyila.
"Makanan nya sudah siap, ayo makan malam bersama" ucap Nasyila.
"Aku tidak lapar" ucap Kenzo dingin.
"Tidak baik seperti itu, ayo makan" ajak Syila.
"Aku tidak selera" sahut Kenzo.
"Kenapa? karena ada ibu dan adik-adik ku?" tanya Nasyila.
__ADS_1
"Bukan begitu, aku sedang tidak ingin makan saja! sebaiknya kamu makan, ajak keluargamu makan malam" sahut Kenzo.
"Baiklah" sahut Nasyila.
Nasyila berlalu pergi meninggalkan kamar mereka, entah mengapa sikap Kenzo berubah-ubah seperti itu bathinnya.
*
Akhirnya mereka makan malam tanpa sosok Kenzo di tengah-tengah mereka.
"Mana suamimu?" tanya ibu Nadine.
"Dia tidak ingin makan bu" jawab Nasyila.
"Sudahlah ibu tidak perlu cemas, silahkan kita makan malam bersama" sahut Nasyila.
Mereka menikmati makan malam bersama dengan lahap, kebahagiaan ibu Nadine terpancar jelas di wajahnya yang mulai sedikit keriput. Nasyila sangat menikmati suasana malam kali ini, karena ia sangat beruntung masih ada kesempatan untuk berkumpul dengan keluarganya kembali meskipun entah sampai kapan waktu yang ditentukan oleh suaminya, Kenzo Reinaldi.
.
.
__ADS_1
Di kediaman Keynes Reinaldi, mama Alena sedang menunggu kedatangan suaminya. Hampir satu jam mama Alena duduk di ruang tamu, hanya untuk menyambut kedatangan papa Keynes.
"Ma, belum tidur?" tanya Keynes Reinaldi memecahkan lamunan Alena.
"Ehh papa sudah pulang, kenapa lama sekali?" tanya mama Alena.
"Biasa ma, macet" jawab Keynes.
Tanpa rasa curiga sedikitpun, Alena menyambut hangat kedatangan suaminya dan mempersilahkan papa Keynes untuk istirahat bersamanya.
"Ma, besok papa akan ke rumah Kenzo" ucap Keynes tiba-tiba.
"Terserah papa, mama akan ikut kesana" sahut Alena, istrinya.
"Yaudah sebaiknya kita istirahat" sambung mama Alena dan di angguki oleh tuan Keynes Reinaldi.
Tak butuh waktu lama, sepasang kekasih halal tersebut sudah memejamkan matanya hingga mentari pagi akan menyapa hangat tuan besar Keynes Reinaldi dan nyonya Marissa Alena esok pagi.
*
Begitu juga di kediaman Kenzo Reinaldi, ada sebuah kebersamaan yang sudah sangat lama dirindukan. Nasyila dengan senang hati menemani tidur ibu Nadine malam ini. Tentunya Nasyila sudah meminta izin kepada suami labilnya itu. Kenzo memang butuh waktu sendiri untuk memikirkan masalahnya akhir-akhir ini, masalah papa belum selesai kini Bela sudah lebih cekatan hadir dalam rumah tangga mereka yang baru jalan beberapa bulan saja. Memang sesudah pisah dari Bela, Kenzo tidak pernah lagi berhubungan khusus dengan perempuan. Ia lebih memilih menikmati hidupnya bersama wanita-wanita bayarannya hanya untuk sesaat dikala ia bosan. Sampai pada akhirnya, tak pernah ia sangka sebelumnya bahwa ia akan menikahi anak dari sahabat sekaligus musuh papanya sendiri, tentu saja gadis yang dinikahinya adalah keturunan Aditya Syahab yang tak lain adalah Nasyila Anastasya yang merupakan anak tertua dari ayah Aditya Syahab dan Nadine Anastasya.
__ADS_1
Mungkinkah Kenzo akan luluh dan tetap mempertahankan rumah tangganya karena ketulusan Nasyila, ataukah ia akan tetap menjadi Kenzo pada umumnya yang senantiasa patuh atas perintah dari papanya?