
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Setelah selesai mengerjakan ibadah shalat Maghrib, Nasyila melanjutkan kebiasaan nya membaca Al-Qur'an. Sedangkan Kenzo sudah siap dengan segala sesuatunya, 10 menit yang lalu.
Kenzo Reinaldi, lelaki berwajah tampan dan imut. Tentu saja ia sangat mempesona, karena ia masih keturunan Korea dari sang ayah Keynes Reinaldi.
.
Pukul 19:40 mereka akan on the way menuju restaurant yang tidak jauh dari kediaman Keynes Reinaldi. Restaurant itu memang restaurant favorite Kenzo dan keluarga besar Keynes Reinaldi. Kenzo sengaja mengajak istrinya makan malam di luar, karena ia ingin memperlihatkan kepada Nasyila bahwa uang dan hartanya tak akan habis 7 turunan bahkan lebih. Kenzo begitu angkuh dan sombong atas kekayaan yang dimilikinya.
"Mau makan apa?" tanya Kenzo singkat.
"Apa saja tuan, saya akan makan" ucap Nasyila.
"Hmm" gumam Kenzo sambil melihat-lihat buku menu makanan di restaurant tersebut.
__ADS_1
.
15 menit kemudian, makanan yang dipesan sudah datang. Pelayan Restaurant dengan hati-hati menyusun makanan tersebut di atas meja.
Nasyila menatap pelayan restaurant dengan rasa kagum, karena pelayan restaurant nya masih terlihat sangat muda dan sangat cantik. Nasyila pun tak kalah cantik dengan pelayan restaurant tersebut.
Akhirnya Kenzo dan Nasyila makan malam bersama, tanpa ada perbincangan di antara keduanya. Mereka sibuk dengan sendok dan garpu masing-masing, dan fokus makan malam dengan lahap.
.
Selesai makan mereka kembali ke rumah, tentunya Kenzo langsung beristirahat dengan tenang di atas kasur empuk kebesarannya.
Sedangkan Nasyila, ia harus tidur di kamar tamu. Atas perjanjian pernikahan mereka bahwa tidak boleh ada anak di antara mereka, itu artinya Nasyila tidak boleh mengandung anak Kenzo Reinaldi.
"Hey! siapa yang menyuruhmu tidur di sini?" tanya Kenzo.
__ADS_1
"Maaf tuan, jadi saya harus tidur di mana?" jawab Nasyila dengan malas.
"Di kamar tamu!" jawab Kenzo singkat.
"Baik tuan muda" sahut Nasyila mengalah.
Kenzo menatap langit-langit kamar dengan senyum penuh kemenangan, ia sangat bahagia karena sudah memperlakukan istrinya dengan buruk. Menurut Kenzo, perlakuan buruknya terhadap Nasyila adalah suatu sikap dan tindakan yang tepat. Kenzo Reinaldi beristirahat dengan senyum mengembang, karena tidak ada yang akan mengganggu tidur malamnya.
Nasyila pun berlalu pergi menuju kamar tamu, tak lupa ia membawa selimut kesayangannya dan skin care perawatan miliknya. Seperti biasa, sebelum tidur Nasyila membersihkan wajahnya lalu memakai skin care favorite nya.
Selesai memakai skin care, Nasyila menyempatkan diri menghubungi ibu Nadine untuk menanyakan kabar ibu dan adik-adiknya. Nasyila bersyukur, berkat Kenzo ibu sudah membaik dan sehat kembali. Begitu juga dengan kedua adiknya, ia sekolah dengan semangat tanpa harus di hantui oleh uang SPP yang menunggak.
Dibalik penderitaannya, Nasyila sangat bersyukur karena keluarganya hidup berkecukupan kembali. Terutama kesehatan ibu Nadine akan terjamin.
Ah lagi-lagi aku hidup bergantung di tangan orang lain... bathin Nasyila.
Meski Kenzo Reinaldi adalah suami sah nya, namun tetap saja Nasyila menganggapnya sebagai orang lain, begitu juga sebaliknya. Kenzo hanya menganggap istrinya selayaknya orang asing, tidak pernah Kenzo mengakui bahwa ia adalah suami dari Nasyila. Pernikahan di antara keduanya hanyalah sebatas, kewajiban seorang anak untuk menuruti perintah orang tua.
__ADS_1