
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Dibalik hujan yang membasahi bumi, kenapa harus reda dengan singkat sekali?? bahkan sekarang semuanya akan terasa gersang kembali! pikir Nasyila dalam lamunannya.
"Hey, kenapa bengong?" ucap Kenzo mengagetkan Nasyila.
"Ah tidak apa-apa tuan muda" sahut Nasyila gugup.
Papa Keynes yang menyadari sikap hangat dari anak kesayangannya terhadap Nasyila hanya bisa mendengus kesal dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Ken... mama ke dalem dulu ya, mau temenin papa" ucap mama Alena menyentuh hangat pundak anaknya.
"Iya ma" sahut Kenzo dengan mengulas senyum semanis mungkin.
"Oh ya Syila, kamu istirahat aja sama Kenzo jangan capek-capek ya" ucap mama Alena penuh perhatian.
"Iya ma, terimakasih" jawab Nasyila dengan senyum mengembang.
Mama Alena dengan langkah anggun nya segera menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Di kamar, papa Keynes sedang membersihkan diri. Melepas semua lelah dan penat akibat perjalanan bisnis yang lumayan menguras tenaga dan fikirannya.
"Pa... ini minum dulu teh hangat nya" ucap mama Alena.
"Makasih ma" sahut papa Keynes.
*
"Apa mama setuju atas rencana papa?" tanya papa Keynes kepada mama Alena.
"Pa... apa gak ada pertimbangan lagi? cerai itu adalah sesuatu yang halal tetapi sangat dibenci oleh Allah pa" ucap mama Alena.
__ADS_1
"Udahlah ma... papa hanya ingin memberi perhitungan kepada anak Aditya itu!" jelas papa Keynes kesal.
"Yaudah terserah papa" sahut Alena dengan wajah kecewa, namun tetap tersenyum getir.
.
Semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam bersama. Nasyila pun tak canggung lagi untuk mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya, ia benar-benar melayani Kenzo dengan baik dan semestinya.
Dibalik sikap perhatiannya Nasyila, ada sepasang bola mata yang dari tadi menatapnya dengan tatapan mengerikan karena tak suka. Ya siapa lagi kalau bukan tuan besar, Keynes Reinaldi?
"Kenzo, papa mau bicara" ucap papa Keynes dengan tegas.
"Iya pa, mau bicara apa?" tanya Kenzo.
"Tentang pernikahanmu!" sahut papa Keynes menatap tajam menantunya.
"Oke pa" sahut Kenzo tanpa curiga.
"Sebaiknya kita nikmati dulu makan malamnya pa, nanti setelah selesai...baru papa sama Kenzo ngobrol" ucap mama Alena lembut.
"Baik ma..." sahut Kenzo.
Nasyila hanya tersenyum tipis menatap ketiga insan di sekelilingnya secara bergantian.
*
"Mau bicara apa pa?" tanya Kenzo memulai pembicaraan.
"Soal kamu dan perempuan itu!" sahut papa sesukanya.
"Nasyila pa namanya!" jawab Kenzo tegas.
__ADS_1
"Papa tidak perduli akan namanya! papa cuman mau kamu pisah dengan wanita penebus hutang itu!" seru papa Keynes penuh amarah.
"Kenapa tiba-tiba sekali?" bantah Kenzo.
Ya Tuhan.... kenapa di saat aku mulai mencintai istriku, justru papa akan memisahkan kami? bathin Kenzo.
"Papa tidak mau semuanya berjalan terlalu jauh, mendekati bulan ke empat, itu sudah cukup lama! bentak papa Keynes.
"Dan... kamu harus ceraikan perempuan itu!" ucap papa Keynes tanpa dosa.
"Aku tidak bisa menceraikan istriku pa" sahut Kenzo dengan keberaniannya.
"Kenapa tidak bisa? apa kau menaruh hati pada perempuan miskin itu?" ucap papa Keynes dengan tatapan tajam.
"Entahlah pa, yang jelas Kenzo tidak mungkin menceraikan Nasyila" sahut Kenzo.
"Apa alasan nya?" tanya papa Keynes.
"Aku telah merenggut kesuciannya pa, dia istriku!" jawab Kenzo mantap.
"Kalian menikah di atas kertas! dalam perjanjian itu kalian tidak boleh memiliki keturunan, tapi mengapa kau melanggar keputusan papa?!" ucap Keynes murka.
"Itu dulu pa, tapi sekarang aku malah terjerat cinta oleh gadis itu... dia istri yang baik Pa" ucap Kenzo meyakinkan papa Keynes.
Perseteruan antara Keynes Reinaldi dan anak semata wayangnya terus berlanjut, tiada yang mau mengalah di antara mereka.
Sementara di balik tembok, ada sepasang mata indah yang berlinangan air mata. Nasyila telah mendengar semuanya, keputusan papa Keynes memang tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun!
Apakah Kenzo akan mengakhiri semua ini? Tuhan...bisakah aku dan suamiku hidup bersama lebih lama lagi??? bathin Nasyila dalam tangisnya.
Nasyila memilih untuk pergi ke kamar, ia benar-benat tidak sanggup jika harus menyaksikan perseteruan antara ayah dan anaknya hanya karena seorang Nasyila. Dengan air mata mengalir deras, Nasyila menaiki anak tangga menuju kamar pengantinnya.
__ADS_1
Akankah Kenzo mampu meluluhkan hati papa Keynes yang sekeras batu?? ataukah ia malah menceraikan Nasyila??
Jangan lupa ikuti terus PDAK ya reader-reader cantik, ganteng😘😘