
Tiara memperkenalkan pria yang berada di sampingnya pada Evans, dan tanpa Tiara duka dengan mudah pria itu juga langsung akrab dengan Evans, memang orang yang Hans dan Herman pilih tidak salah, pria itu dapat mengambil perhatian Evans dengan sangat mudah.
Berbeda dengan Evans yang langsung akrab dengan pria itu, Lisa sendiri merasa aneh, Tiara dengan pria itu tidak terlihat dekat malahan wajah Tiara seperti tidak nyaman berada di dekat pria itu. Lisa sendiri heran kenapa Evans bisa langsung akrab dengan pria semacam ini, tidak biasanya Evans seperti ini, ia saja untuk bisa akrab dengan Evans memerlukan waktu yang sangat lama.
Dari hotel Hans senyum senang mendengar semua yang mereka ucapkan, dirinya merasa aman sekarang ini, Evans tidak akan bertanya tentangnya lagi karena pria ini menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Beruntungnya juga Tiara tidak membuat abangnya curiga, sesampainya nanti Tiara di hotel dia akan memberikan wanita ini sesuatu yang istimewa.
"Sudah malam waktunya untuk pulang," ucap Tiara.
"Kamu benar Tiara, sudah waktunya untuk pulang. Ayo kita pulang tidak enak lama-lama di sini," ujar Herman.
__ADS_1
"Ayah di sini saja Tiara pulang bersamaku, aku akan mengantarkannya."
"Ya sudah Ayah di sini saja, Ayah juga tidak pernah menginap di sini," ucap Evans.
"Iya ayah sini saja, aku akan pulang sendiri, besok aku ada beberapa pekerjaan sehingga memang harus pulang ke rumah tidak bisa menginap di sini," ujar Tiara.
"Sayang kamu lama kali sih mau buka pintunya." Tiara langsung masuk ke dalam kamar hotel itu setelah habis membuka pintu kamarnya.
"Kenapa? Kamu kenapa terlihat bete seperti itu?" Hans bingung dengan wajah Tiara yang terlihat tidak senang, berbeda dengan dirinya yang begitu senang sekali.
__ADS_1
"Pria kamu pilih membuatku kesal, dia sangat mudah dekat dengan Abang aku, tapi kamu tidak bisa dekat dengannya," ucap Tiara.
"Iya itu bagus dong, Abang mau tidak akan bertanya apa-apa lagi tentangku, itu akan membuatku aman sampai tahu semuanya," kata Hans.
Tiara hanya membuang nafasnya dengan perlahan, dirinya tidak tahu apa yang suaminya rencanakan atau pikirkan. Sekarang ini ia ingin segera istirahat, Dara pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di rumah Lisa menyampaikan kecurigaannya dengan pria itu padahal Evans, tetapi sayangnya Evans tidak menanggapi apa yang ia sampaikan dengan serius. Padahal menurutnya apa yang dirinya sampaikan itu bisa saja terjadi, tetapi kalau Evans seperti ini ya bisa tidak akan mengatakan apapun lagi, lagi pula juga bukan dirinya yang akan menikah untuk apa dirinya terlalu peduli dengan keluarga Evans.
"Sudah jangan kamu pikirkan lagi, takutnya malah bener pula jika kamu selalu memikirkannya, aku yakin pria itu pria yang baik tidak mungkin dia berbohong atau macam-macam pada adik ku," ucap Evans.
__ADS_1