Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Satu diantara Dua


__ADS_3

Satu jam berlalu, setelah selesai memenuhi hasratnya, Bara dan Fira kini kembali memakai pakaian mereka, dan segera turun ke bawah, menemui teman-temannya.


Mereka semua melakukan acara bakar-bakarnya di halaman belakang, di dekat kolam renang yang ada di villa ini.


Dion terlihat sedang sibuk, membakar beberapa potongan daging sapi, dan sosis. Sementara Selly, ia sibuk menyiapkan saus dan minuman. Dan Merry sedari tadi ia terlihat sibuk, melakukan acara live streaming di akun media sosialnya. Bara dan Fira, menghampiri mereka.


"Kalian ini, dari mana saja? Kenapa lama sekali turun kemari," ucap Merry.


"Iya, tadi aku istirahat dulu sebentar," ucap Fira, tersenyum kikuk. Dan segera mendudukkan tubuhnya di samping Merry. Sementara Bara, ia segera membantu Dion untuk membakar beberapa barbaque.


"Fira, kemarilah," ucap Selly, sedikit berteriak. Fira pun segera menghampirinya.


"Apa?"


"Ini, cobalah, saus campuran ini apa menurutmu sudah pas?" Selly, menyodorkan semangkuk saus dan mayones yang sudah di campur dan di tambah sedikit merica. Fira memasukkan ujung sendok makan ke dalam saus mayones itu, dan ia pun segera mencicipi saus mayones itu, untuk merasakan kualitas rasanya.


"Uwek." Fira seketika membungkam mulutnya, dan berlari ke penjuru taman, yang jaraknya tak begitu jauh dari tempat Selly berdiri.


Selly dan Bara, yang melihat Fira, mereka berdua pun segera menghampirinya.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Bara, sedikit panik, sambil mengelus-elus punggung Fira, yang terlihat membungkuk.


Fira tak menjawabnya, ia masih merasa mual, dan terus meludah, untuk menghilangkan rasa enek di lidahnya.


"Fira, apa kau baik-baik saja?" tanya Selly.


"Tu-tuan, barusan Fira mencoba saus mayones buatanku, tapi aku tak tahu, kenapa bisa begini," ucap Selly, menatap segan kepada Bara.


"Apa kau sudah mencicipinya juga?" tanya Bara. Selly menganggukkan kepalanya.


Bara segera pergi, dan ia pun mencicipi saus mayones yang di buat oleh Selly.


"Enak, enak saja," gumam Bara. Ia pun kembali menghampiri Fira sambil membawa satu gelas orange juice.


"Sayang, minumlah ini." Bara menyodorkan orange juice itu, dan Fira segera menyahutnya. Ia pun dengan cepat meneguk habis orange juice itu.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Bara, menatap khawatir. Fira menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku baik-baik saja, hanya saja tadi aku sedikit mual saat mencoba saus mayones itu."


"Ya sudah, ayo kita kembali duduk di sana," ajak Bara, merangkul pundak Fira membawanya duduk di dekat Merry. Selly pun mengikutinya dari belakang, kemudian ia segera membantu Dion, yang tengah membakar barbaque.


"Fira kau kenapa?" tanya Merry, saat Fira mendudukkan tubuhnya di samping Merry.


"Tidak, aku hanya sedikit mual saja tadi," ucap Fira.


"Mual?" tanya Merry "Mual kenapa? Apa kau masuk angin?"


"Bukan, tadi aku mencicipi saus mayones buatan Selly, tapi entah kenapa saat aku mencicipinya tiba-tiba, perutku terasa mual," jawab Fira.

__ADS_1


"Apa kau tak menyukai mayones?" tanya Merry.


"Em... selama ini aku menyukai mayones, tapi entahlah, mungkin lidahku sedang bermasalah," jawab Fira. Ia segera menyandarkan kepalanya di bahu Bara.


Setelah merasakan mual, tiba-tiba kepalanya terasa pusing, Fira memijat-mijat keningnya, karena rasa pusing yang ia rasakan sudah mulai terasa sekali.


"Kenapa? Apa kepalamu sakit?" tanya Bara, melirik Fira.


"Entahlah, kepalaku kini terasa sangat pusing," ucap Fira, duduk tegap menjauhkan kepalanya dari bahu Bara.


Bara sejenak menempelkan dahinya dengan dahi Bara. Dan sontak membuat Fira melebarkan kedua matanya. Ia merasa terkejut, dan langsung membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Hal itu pun, sedikit membuat Merry terperanjat dari duduknya, saat melihat Bara yang seakan mencium Fira, tapi tidak.


Bara, mencoba merasakan kehangatan antara dahinya dengan dahi Fira. 10 detik kemudian ia menjauhkan wajahnya dari Fira.


"Jangan tegang seperti itu, aku hanya mengecek suhu tubuhmu saja," ucap Bara, tersenyum miring.


Fira masih membekap mulutnya, tak berani berkata sepatah pun. Ia melirik ke arah Merry, Dion dan Selly, yang tengah memperhatikannya.


Dan, puk!. Fira dengan refleks, memukul sebelah bahu Bara, namun tak membuat Bara kesakitan.


"Mas! Kau ini!" Fira, memasang wajah cemberutnya, karena merasa kesal.


"Apa? Aku salah apa?"


"Aku hanya ingin mengecek suhu tubuhmu saja, lagi pula Mamaku dulu, kalau aku demam, pasti dia akan menempelkan dahinya di dahiku, agar bisa memastikan aku deman atau tidak," ucap Bara. Fira masih terdiam.


"Tenang saja, kamu tidak demam ko," ucap Bara, melebarkan senyumannya.


"Lagi pula, siapa yang demam! Aku hanya merasa pusing, bukan demam!"


Sejenak Merry, Dion dan Selly, memperhatikan dua sejoli yang sedang beradu argumen itu dengan tatapan kikuk.


"Iya, iya, sudahlah. Jangan marah seperti itu, aku akan mengambilkan minuman untukmu," bujuk Bara, segera berlalu menghampiri meja tempat minuman berada.


"Bara, Bara, berlaku romantis juga harus lihat situasi dong!" seru Dion, meledek sambil terkekeh.


"Eh... kau jomblo! Diamlah! Nanti juga kalau kau sudah punya istri pasti akan merasakannya!" seru Bara, sambil melemparkan satu bungkus kue macarron ke arah Dion, hingga menimpuki tubuhnya. Namun Dion dengan sigap menangkap kue macaron itu.


Sementara Selly, yang berada di samping Dion, ia hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


"Eh... Tarik ucapanmu itu bos! Lagi pula siapa yang jomblo, aku ini bukan jomblo, tapi single," teriaknya, kepada Bara, yang sudah duduk di samping Fira.


"Memang apa bedanya jomblo sama single?" tanya Selly, yang mendengar ucapan Dion.


Sejenak Dion menatap Selly sekilas sebelum ia menjawab pertanyaan dari wanita yang ada di sampingnya itu.


"Jomblo itu, ketika seseorang mencari pasangan tapi gak dapat-dapat. Sedangkan single, adalah seseorang yang memutuskan untuk tidak menjalin sebuah hubungan," jawabnya.

__ADS_1


"Wah... berarti Merry termasuk jomblo dong," goda Selly, sedikit berteriak.


"Apa? Kenapa bawa-bawa aku segala!" tutur Merry.


"Kau kan, dari dulu selalu mencari pacar, tapi gak dapat-dapat," timpal Selly, terkekeh.


"Eh... ingat! Bukan aku saja, kau juga sama!" Merry menjulurkan lidahnya kepada Selly.


"Di! Kau kan jomblo, dua wanita ini juga sama, kenapa kau tak memilih saja, salah satu di anatara mereka," teriak Bara, dengan sompral.


Seketika, Fira mencubit, sebelah pinggang Bara, hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Mas! Kau ini, jangan berbicara sembarangan!" Fira menajamkan kedua matanya, menatap Bara. Seketika Bara, menyapukan pandangannya ke arah Merry dan Selly, secara bergantian, dan benar saja, kedua wanita itu, seakan menatap tak suka ke arah Bara.


Bara melebarkan senyumannya, "Hehe, bercanda-bercanda, jangan di anggap serius," ucap Bara, membuang muka.


Dion, yang melihat ekspresi Bara, ia tersenyum, sambil menahan tawanya. "Haha, rasakan itu," gumamnya pelan.


Dion pun kembali fokus akan barbaque yang hampir matang itu. Ia hendak mengambil capitan daging, yang tergeletak di atas meja di sampingnya. Namun secara bersamaan Selly pun berniat untuk mengambil capitan itu. Dan akhirnya, tangan mereka berdua pun bertumpu, dengan tangan Selly yang berada di bawah tangan Dion. Sejenak mereka menatap lengan mereka masing-masing, sebelum kemudian mereka saling beradu pandang, dan sejenak saling menatap.


Namun Selly, dengan cepat membuang muka, dan menarik lengannya menjauhi capitan daging itu.


"Oh, ma-maaf," ucap Dion, sedikit gugup.


Selly pun mengangguk, menandakan dirinya tidak apa-apa. Kemudian ia segera duduk di samping Merry, yang masih asyik memainkan ponselnya.


Deg, deg, deg. Tiba-tiba detak jantung Dion, seakan berdegup kencang.


"Ah, ya ampun, kenapa aku jadi gugup seperti ini," batin Dion, sambil kembali fokus membolak-balik panggangannya.


.


.


.


Bersambung.


Author punya pantun nih.


Ada wayang namanya cepot


Di lehernya ada kalung bawang


Sampai sini belum juga nge vote?


Kau sungguh terlalu Bhambang!


Like, komen dan votenya dong jangan lupa😘

__ADS_1


__ADS_2