Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Perfect Marriage Bab 15


__ADS_3

Tiba-tiba dering ponsel milik Mayang berbunyi. Satu panggilan masuk dari kontak yang bernama -Abang Nyebelin-.


Mayang pun segera menerima panggilan telepon itu. Dan mengobrol dengan Andre lewat ponsel.


"Iya, iya, ini pulang kok." Begitu suara Mayang yang terdengar di telinga Dinda.


Tak lama kemudian Mayang segera mengakhiri obrolannya itu, dan segera mematikan ponselnya.


"Oh ya Kak ... Dinda, saya pamit dulu ya. Terima kasih sudah mengajak saya untuk menunggu di sini," ucap Mayang.


"Emang udah sampai sini yang jemputnya?"


"Em... udah," jawab Mayang terpaksa berbohong. Akhirnya Mayang pun segera keluar dari butique itu, dan berjalan jauh ke arah kiri, menuju jalan raya, untuk mencegat taksi.


***


Keesokan harinya, berhubung hari Minggu, Selly berniat untuk membuatkan sarapan untuk Damas. Mulai dari subuh ia sudah di sibukkan memasak mentai rice sekaligus salad buah, dan tak lupa dua telur ceplok setengah matang, kesukaan Damas.


Selly berniat untuk meminta maaf, dan akan pergi ke apartemen Damas, tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.10 pagi. Setelah selesai, Selly pun segera bersiap-siap untuk pergi ke apartemen Damas.


Sesampainya di gedung apartemen itu, Selly segera masuk ke apartemen milik Damas, ia masuk menggunakan pin, karena Damas yang memberitahunya dari dulu, untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu terjadi pada Damas maupun Selly, jadi Damas berbagi pin apartemennya kepada Selly.


Namun ketika Selly masuk ke dalam, di sana suasana terliaht sepi, kosong, tidak ada siapa-siapa. Bahkan gorden jendela ruang tengah pun masih tertutup. Hingga membuat cahaya di dalam ruangan terlihat begitu redup.


"Mas...." Teriak Selly memanggil Damas. Selly pun menyimpan kotak makanan yang di bawanya di atas meja makan yang ada di sana.


Selly mengetuk pintu kamar Damas sambil memanggil-manggil namanya, namun tetap tak ada sahutan dari dalam. Dan ketika Selly membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci itu, ternyata memang benar, bahwa Damas tidak ada di kamarnya.

__ADS_1


Tanpa masuk ke dalam kamar, Selly kembali menutup pintu kamar itu. Dan mendudukkan dirinya di atas sofa di ruang TV.


"Ke mana sih Mas Damas ini, pagi-pagi begini sudah pergi," gerutu Selly. Sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, dan mencoba untuk menghubungi Damas. Namun, panggilannya tetap tidak terhubung.


"Apa Mas Damas sedang pergi ke gym ya? Tapi, kenapa pagi sekali. Hm...." Selly menghela nafas begitu panjang. "Baiklah, lebih baik aku tunggu saja dia di sini, sekalian nanti membujuknya untuk pergi ke butique," ucap Selly, ia pun mengambil remote TV yang tergeletak di atas meja, dan mulai menghidupkan TV, mencari tontonan yang menurutnya menarik.


***


Di sisi lain, Damas dan Dinda kini baru saja sampai di apartemen Green Leave. Damas sengaja menyewa apartemen untuk Dinda di sana karena jarak dari apartemen itu adalah jarak paling dekat untuk pergi ke tempat kerjanya di butique XXX.


"Wah... bagus sekali Mas," ucap Dinda begitu ia memasuki ruang apartemen yang kini akan menjadi tempat tinggalnya. Meskipun hanya ada 1 kamar, tapi apartemen ini cukup bagus dan lumayan mewah, dengan barang-barang yang sudah tertata rapi, hanya tinggal ditempati saja. Apalagi dengan view pemandangan dari balkon yang langsung menuju ke air pancuran taman, membuat apartemen ini terasa semakin nyaman.


"Apa kau menyukainya?" tanya Damas, yang kini sudah berdiri di belakang Dinda sambil menatap pemandangan yang indah di balkon.


"Suka Mas, aku suka sekali," ucapnya. Dinda pun langsung memeluk erat tubuh Damas, sambil tersenyum bahagia.


"Aku menyewa untuk satu tahun ke depan, jadi kau tak perlu khawatir untuk biaya sewa ini. Itu pun sudah termasuk dengan air dan listrik," ujar Damas, sambil mengelus puncak kepala Dinda.


"Makasih ya Mas," ujar Dinda sejenak mengecup sebelah pipi Damas. Mereka pun kembali masuk ke dalam.


"Hm... Nanti kalau kerja kau bisa pergi menggunakan gojek, di sini tempatnya strategis dan ramai kok." Dinda menganggukkan kepalanya, masih dengan senyuman yang terkembang di wajahnya.


"Oh iya, apa hari ini kau mau ke butique?"


"Em... mau, tapi aku udah izin untuk masuk siang," jawab Dinda.


"Hm... baguslah," ucap Damas, seolah memikirkan sesuatu.


Damas pun berpamitan kepada Dinda untuk kembali pulang.

__ADS_1


Awalnya Dinda menahan Damas untuk sarapan bersama dulu, tapi pada akhirnya Damas pun pulang karena ia sedari pai belum menghubungi Selly, ada sedikit khawatir di hainya, jika Selly meneleponnya, karena Damas memang sengaja menonaktifkan sim ponselnya.


Akhirnya mau tak mau Dinda pun membiarkan Damas untuk pergi. Namun, tentunya ia tak membiarkannya pergi begitu saja, tapi Dinda juga mengantarkannya sampai di tempat parkiran mobil.


***


Sementara itu, seorang gadis belia terlihat sedang bersembunyi di balik mobil milik orang lain. Gadis itu tak lain ialah Mayang.


Sedari jam 06.30 Mayang sudah mengikuti Damas dan Dinda yang berangkat dari butique menuju apartemen Green Leave itu. Ia membuntuti untuk mengumpulkan bukti, bahwa Damas berselingkuh di belakang Selly.


"Waduh... lama banget sih mereka," gumam Mayang. Perutnya sudah keroncongan karena, sedari pagi ia belum makan apa pun. Dan sudah sekitar 2 jam lebih ia menunggu di tempat parkir. Dan sekarang jam di pergelangan tangan kirinya sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.


"Ya Allah... aku lapar," rengek Mayang seperti anak kecil. "Kenapa bodoh banget sih aku, udah tahu mau jalani misi, eh malah lupa gak bawa roti," gumamnya merutuki diri sendiri.


"Em, apa aku pergi dulu gitu ya, cari penjual jajanan," gumam Mayang. "Eh, tapi kalau aku pergi, nanti gagal deh misiku," gumamnya kebingungan.


"Ah, sudahlah aku tak tahan lagi, aku lapar," gerutunya, hendak pergi meninggalkan tempat itu. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti, saat matanya menangkap dua orang yang tak asing lagi baginya. Siapa lagi kalau bukan Damas dan Dinda.


Mayang pun kembali ke tmpat persembunyiannya, sambil terus mengawasi mereka berdua.


Mereka berdua terlihat saling berbincang, menghampiri mobil Damas. Dan diam-diam dari jauh, Mayang merekam pergerakan mereka berdua lewat kamera ponselnya.


Dan adegan tak terduga pun terjadi, ketika Damas yang tiba-tiba mencium kening Dinda, sebelum ia masuk ke dalam mobil. Bahkan terlihat sekali raut wajah bahagia di wajah cantik Dinda.


"Oke, mission clear," gumam Mayang mengakhiri rekaman videonya.


Ia pun celingukan ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada orang lain yang mengawasinya. Dan ketika keadaan sudah di rasa aman, ia pun segera pergi meninggalkan tempat itu. Dan segera pergi ke kafe terdekat untuk segera mengisi perutnya yang keroncongan itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2