Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Perfect Marriage 5.1


__ADS_3

"Kau dan dia apa hah? Berani-beraninya melakukan hal seperti itu di belakangku!"


Rasa kesal tiba-tiba menyelimuti dadanya, rasanya ingin sekali Selly membentak lelaki yang ada di hadapannya kini, namun ia tahu, hal itu hanya akan memperburuk suasana dan keadaan saja.


Selly pun menarik nafasnya begitu dalam lalu menghembuskannya perlahan. "Baiklah Mas, aku mengaku salah, aku minta maaf."


"Maaf? ... Setelah melakukan hal seperti itu dengan pria lain kau hanya minta maaf?" tanya Damas seakan mengejek.


Damas mencondongkan wajahnya mendekati wajah Selly. Perlahan tangannya mengusap dengan lembut wajah Selly. Matanya terfokus ke bibir tipis yang sedikit berisi, berwarna merah cerry itu, yang terasa begitu menggoda di matanya.


"Mas Damas, apa yang kau lakukan," lirih Selly, ketakutan dan merasa tak nyaman ketika ibu jari Damas mulai mengusap lembut bibir bawah Selly.


Selly pun dengan cepat menepis tangan Damas dari bibirnya. Dan hal itu sontak membuat Damas seakan terpancing emosinya ketika mendapat penolakan dari Selly.

__ADS_1


"Lihatlah, kau berperilaku sok suci di hadapanku, tapi di depan lelaki itu, kau bahkan berani menyuapinya di depan publik," ucap Damas sambil terus menatap bibir Selly yang terlihat sedikit terbuka, seolah menaikkan nafsu birahinya.


"Mas, aku mau turun!" ujar Selly segera melepas seat belt yang sempat ia pasang tadi.


Namun tangan Damas terlebih dahulu menahan lengan Selly. Kini wajah mereka semakin dekat, bahkan hanya menyisakan jarak 5cm saja.


Sejenak kedua ekor mata Damas melirik ke sekitar, memastikan keadaan. Dan memang keadaan parkiran mobil itu terlihat cukup sepi karena tempatnya yang cukup gelap, di ruang parkir bawah lantai utama.


"Mas, kau jangan macam-macam Mas!" ujar Selly semakin ketakutan.


"Mas, lepaskan, aku mau keluar!" Selly mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Damas, namun usahanya itu terasa sia-sia karena cengkeraman Damas sangatlah kuat. Kedua mata Selly sudah terlihat berkaca-kaca, rasa takut sudah menguasai pikirannya saat ini.


"Ingatlah kau itu calon istriku, bukankah tidak apa-apa jika aku ingin menyentuhmu sebentar saja," bisik Damas tepat di dekat daun telinga sebelah kanan Selly. Bahkan hembusan nafasnya terdengar begitu jelas, seolah sedang menahan nafsu. Tangannya kini mulai mengusap lembut bibir Selly yang dirasa begitu menggoda bagi Damas.

__ADS_1


Dan tapa aba-aba .... Cup.


Kini Damas membenamkan bibirnya dengan bibir Selly. Sontak membuat kedua mata Selly membulat secara sempurna. Kini ciuman pertamanya telah di ambil sudah oleh lelaki yang masih berstatus sebagai calon suaminya itu.


Sebelah tangan Damas menahan tengkuk kepala Selly. Kini bibirnya mulai ia buka sedikit demi, ******* bibir manis Selly.


Selly terus meronta, memukul dan mencoba mendorong tubuh Damas menggunakan tangan kirinya, karena tangan kanannya sedari tadi di tahan oleh tangan Damas.


Buliran cairan bening pun lolos dari kedua sudut mata Selly, ikut membasahi pipinya dan pipi Damas. Ia begitu tak rela akan perlakuan Damas padanya. Ia terus meronta dan mencoba melepaskan ciumannya itu. Namun tetap saja usahanya sia-sia.


Bersambung


maaf updatenya dikit - dikit ya...

__ADS_1


Jangan lupa baca karya aku yang lainnya juga.


__ADS_2