
Setelah menelepon dengan Ibunya, Selly pun kembali mendudukkan tubuhnya di kursinya yang tadi.
"Jadi siapa yang memberi Kak Selly bunga?" tanya Mayang yang masih penasaran.
"Oh, itu ... Tuan Dion yang memberikannya," jawab Selly sambil meneguk segelas minuman miliknya.
"Dion yang mau menikah dengan temanmu itu?" tanya Andre.
Selly menganggukkan kepalanya. "Ya biasalah, dia menutupi modusnya buat ngasih bunga ke Merry, jadi yang di kasih bunga waktu itu bukan cuma aku saja, Fira dan adik iparnya juga di kasih sama Dion," sambung Selly.
"Oh syukurlah," ucap Mayang tiba-tiba.
Selly mengernyit heran. "Syukurlah apa?"
"Hah? Tidak, e... itu, syukurlah di beri semua, kalau cuma Kak Selly yang diberi, kan agak gimana gitu, takut ada maksud lain he he," ucap Mayang mencari alasan.
Selly hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Lalu, tak lama kemudian pizza pesanan mereka pun datang. Selly, Andre dan Mayang pun segera menyantapnya.
Selagi menikmati pizza, tiba-tiba ponsel milik Selly kembali berdering. Satu panggilan masuk dari Damas terlihat di layar ponselnya.
Selly pun segera menerima panggilan masuk itu. Sementara Mayang ia langsung memperhatikan raut wajah Abangnya, yang tiba-tiba berubah ekspresi menjadi sendu.
"Hm .... sepertinya aku harus membuat sebuah permainan nih," gumam Mayang dalam hati.
"Kak Selly kita bikin permainan yuk," ucap Mayang, ketika Selly baru selesai menelepon dengan Damas.
"Permainan apa?" tanya Selly sambil membenarkan posisi duduknya.
"Em, begini ... kita main tebak-tebakan, satu lawan dua, aku yang memberi kalian pertanyaan, dan kalian berdua yang harus menjawabnya. Jika kalian berdua bisa menebak, kalian boleh menghukumku untuk melakukan apa saja, terus kalau kalian berdua salah dalam menebak, kalianlah yang akan aku hukum. Bagaimana setuju gak?" tanya Mayang.
__ADS_1
Selly dan Andre pun mengangguk menyetujuinya.
"Baiklah, pertanyaan pertama, hewan apa yang namanya cuma satu huruf?"
Selly dan Andre bersikeras berpikir sebelum menjawab.
"Em... aku tahu," ujar Andre.
"Apa?" tanya Selly. Andre pun menyuruh Selly untuk mencondongkan badannya ke arahnya. Dan ia pun membisikkan jawabannya kepada Selly.
"Oke waktunya tiga detik lagi," ujar Mayang.
"G-ajah," ujar Selly dan Andre secara bersamaan.
"Yah... kok benar sih!" gerutu Mayang ketika jawabannya ternyata memang benar. Akhirnya Mayang pun di beri hukuman untuk menyanyikan lagu balonku ada lima. Meskipun ia malu karena harus dilihat pengunjung restoran yang ada di sana. Tapi akhirnya Mayang pun melakukannya.
^
"Baiklah, sekarang pertanyaan kedua, kalau kalian salah menjawab, lihatlah pembalasanku nanti," ujar Mayang yang masih menahan malu.
"Bebek apa yang kakinya dua?" ulang Andre dan Selly, sambil mengernyit heran.
Kemudian Andre dan Selly pun memutuskan sebuah jawaban. "Donal Bebek!" jawab mereka bersamaan.
"Haha salah! Yang benar, bebek kan kakinya dua!" Mayang tertawa jahat penuh kemenangan.
Meskipun Selly dan Andre sempat protes, tapi tetap saja Selly dan Andre harus menjalankan hukuman dari Mayang.
"Sekarang Abang harus memerankan jadi lelaki yang sedang nembak cewek, dan Kak Selly berperan sebagai cewek yang di tembaknya," ujar Mayang.
"Oke," ucap Andre dengan semangat.
__ADS_1
Andre dan Selly pun bersiap untuk memerankan hukuman mereka.
"Diam di tempat! Atau aku akan menembakmu!" ujar Andre, sambil melipat kedua tangannya bergaya seakan memegang pistol.
Namun sebelum mereka melanjutkan dramanya, Mayang terlebih dahulu menyangkalnya.
"Abang! ... Bukan nembak seperti itu! Emangnya ini main pistol-pistolan apa! ... Maksud aku itu, nembak menyatakan perasaan. Seperti bilang I Love You gitu!" gerutu Mayang menjelaskan.
"Apa!" Andre mengernyit.
"Iya, ayo cepat Abang bilang I Love You sama Kak Selly, terus Kak Selly bang I Love You Too sama Abangku," ujar Mayang kembali menjelaskan.
Sontak Andre dan Selly pun saling bertatapan sejenak. Meskipun ini hanyalah sebuah permainan, tapi dalam menyatakan hal itu sangatlah sulit bagi mereka berdua. Terutama Andre, yang entah kenapa sekarang jantungnya sedang berdebar kencang seperti habis lari maraton.
"Apa gak ada tantangan yang lain?" tanya Selly. Andre ikut membenarkan.
Mayang sejenak berpikir. " Em ... baiklah, kalau begitu kalian saling suap menyuapi saja!"
"Apa!" pekik Andre dan Selly bersamaan.
"Iya! Udah ah, tantangan yang ini harus kalian lakukan sekarang juga, cepat!"
Akhirnya mau tak mau Andre dan Selly pun menerima tantangannya. Sebenarnya keduanya merasa sangat canggung untuk melakukan tantangan ini. Tapi ya mau bagaimana lagi.
"Ya ampun jantung, bertahanlah jangan terlalu berdebar kencang, bisa-bisa tanganku nanti ikut bergetar," batin Andre. Ia segera mengambil satu slice pizza.
"Ya, ampun kenapa jadi deg-deg an gini sih. Tenanglah Selly, ini hanya permainan saja, tidak usah serius seperti ini. Hey hati, tenanglah jangan membuat aku grogi," batin Selly.
Mayang pun bersiap dengan memasang wajah penuh semangat, demi menyaksikan adegan romantis yang akan segera di lihatnya.
Satu ... dua ... tiga.
__ADS_1
Akhirnya Andre dan Selly pun berhasil saling menyuapi pizza yang ada di tangan mereka.
Namun tiba-tiba.