PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
101. Misi pembebasan


__ADS_3

Lalu beberapa waktu kemudian, para pasukan bantuan dari kedua kerajaan tersebut yaitu suryaloka dan giriseta sudah berkumpul dengan Patih Waranggaseta beserta para pengikutnya di dalam hutan giritunggal.


Mereka semua sedang menyusun rencana atau strategi untuk bisa menggulingkan kekuasaan Raja Sutabirawa secepatnya.


Tak lama kemudian datanglah sebagian para prajurit dari kerajaan giritunggal yang membelot dari Raja nya yaitu Raja Sutabirawa.


Para prajurit tersebut bergabung dengan Patih Waranggaseta karena mereka ingin membebaskan giritunggal dari ketidak adilan yang selama ini dilakukan oleh Raja nya tersebut.


Dan para prajurit giritunggal tersebut di bawa oleh salah satu pengikut dari Patih Waranggaseta, yaitu senopati Bawono.


Sekarang dengan kekuatan yang ada pada saat ini, Patih Waranggaseta sudah cukup kuat untuk bisa melawan penguasa giritunggal yaitu Raja Sutabirawa.


Kemudian di kerajaan giritunggal, Raja Sutabirawa sudah sangat kebingungan, dia merasa kekuatannya sudah semakin melemah setelah kepergian Patih Waranggaseta beserta para pengikutnya dan kini sebagian para prajurit juga sudah banyak yang pergi meninggalkan dia.


Lalu tiba-tiba datanglah telik sandi yang melapor pada Raja Sutabirawa bahwa sekarang ini Patih Waranggaseta sedang mengumpulkan kekuatan besar untuk menggulingkan Raja Sutabirawa dari singgasana Raja giritunggal.


Dan sebagian para prajurit yang pergi dari kerajaan giritunggal, sekarang mereka semua bergabung dengan Patih Waranggaseta.


Karena itu semua pengaruh dari pengikut Patih Waranggaseta yaitu senopati Bawono yang memecah belah kekuatan giritunggal, sehingga sebagian dari para prajurit giritunggal membelot dan bergabung dengan mereka.


Mengetahui kejadian tersebut, Raja Sutabirawa menyiagakan para prajuritnya agar memperkuat pertahanan di kerajaan giritunggal, sebab dia merasa akan ada pemberontakan besar yang akan dilakukan oleh Patih Waranggaseta terhadap dirinya yaitu Raja Sutabirawa.


Kemudian disisi lain, Patih Waranggaseta telah mengatur strategi untuk penyerangan esok hari ke kerajaan giritunggal.


Beliau yaitu Patih Waranggaseta sudah siap dengan kekuatan yang dia miliki saat ini dan dia yakin bisa memenangkan peperangan tersebut, sebab dia sudah berjanji pada para warga giritunggal akan membebaskan mereka dari belenggu kekuasaan Raja Sutabirawa.


Lalu Raja Sutabirawa yang berada di kerajaan giritunggal heran dengan kekuatan yang dimiliki oleh Patih Waranggaseta saat ini.


Selain para prajurit giritunggal yang telah bergabung dengannya, lalu dari mana Patih Waranggaseta mendapatkan pasukan sebanyak itu.

__ADS_1


Telik sandipun yang diutus oleh Raja Sutabirawa untuk memata matai Patih Waranggaseta, telik sandi tersebut masih tidak tahu dari mana asalnya para pasukan Patih Waranggaseta tersebut.


Singkat cerita keesokan harinya tepat tengah malam, misi pembebasan Putri Senjabirawa akan dilancarkan.


"Senopati Kuncoro, tolong bebaskan juga istri dan anak-anakku yang telah ditahan oleh Raja Sutabirawa di kerajaan giritunggal", kata Patih Waranggaseta.


"Sendiko gusti Patih, hamba pasti akan membebaskan juga keluarga gusti Patih", jawab senopati Kuncoro, senopati terbaik yang dimiliki kerajaan suryaloka.


Akhirnya para pasukan pembebasan tersebut segera bergegas ke kerajaan giritunggal untuk melancarkan misinya tersebut.


Para pasukan pembebasan itu di ketuai oleh senopati Kuncoro, dan didalam regu para pasukan tersebut ada seorang kesatria hebat yaitu Pangeran Kasimwijaya.


Waktu itu Mahapatih Damarwijaya sengaja memasukan Pangeran Kasimwijaya kedalam para pasukan pembebasan, tujuan beliau agar Pangeran Kasimwijaya punya pengalaman dalam berperang.


Didalam pasukan pembebasan tersebut terdiri dari dua puluh pasukan khusus prajaloka, pasukan tersebut adalah prajurit elite yang dimiliki oleh kerajaan suryaloka.


Satu pasukan khusus prajaloka kekuatan dan kemampuannya sama dengan tujuh pasukan biasa atau pasukan reguler.


Akhirnya senopati Kuncoro yang ahli strategi, dia membagi pasukannya menjadi tiga grup.


Grup pertama berjumlah lima orang pasukan, grup tersebut bertugas mengalihkan perhatian para prajurit penjaga kerajaan giritunggal.


Grup kedua berjumlah sembilan orang pasukan, termasuk dalam grup itu ada Pangeran Kasimwijaya, grup tersebut bertugas sebagai pasukan pemukul jika keadaan jadi tidak kondusif.


Dan grup ketiga berjumlah delapan orang pasukan, dalam grup itu termasuk senopati Kuncoro, grup tersebut bertugas membebaskan Putri Senjabirawa dan keluarga Patih Waranggaseta dari tahanan kerajaan giritunggal.


Aksi mereka berjalan dengan lancar, meski situasi sempat ricuh atau tidak kondusif, tapi mereka sebagai pasukan pembebasan bisa melancarkan aksi tersebut dengan sangat cepat dan tepat.


"Mohon ampun yang mulya Raja, di istana telah terjadi penyusupan, para penyusup tersebut telah membebaskan dan membawa lari tahanan kita, yaitu Putri Senjabirawa dan juga istri beserta anak-anak Patih Waranggaseta", laporan prajurit kepada Raja Sutabirawa, penguasa giritunggal.

__ADS_1


"Sungguh bodohnya kalian semua!, tugas kalian sebagai prajurit seharusnya bisa mengatasi mereka para penyusup, tapi malah kecolongan seperti ini, cepat kejar mereka sampai dapat dan habisi semuanya para penyusup itu", kata Raja Sutabirawa yang amarahnya sedang meluap karena kejadian tersebut.


Lalu para prajurit giritunggal mengejar para penyusup tersebut, tapi dalam pengejaran, mereka para prajurit giritunggal dapat perlawanan sengit dari para pasukan pembebasan atau para penyusup tersebut.


Yang menghadang dan memberi perlawanan bagi para prajurit giritunggal adalah para pasukan grup dua yang bertugas sebagai pasukan pemukul.


Terjadilah pertarungan sengit antara prajurit giritunggal melawan pasukan pembebasan yaitu pasukan grup dua pemukul.


Jumlah para pasukan grup dua pemukul tak sebanding dengan jumlah para prajurit giritunggal yang mengejarnya.


Tapi meskipun begitu pasukan grup dua bukanlah para pasukan biasa atau reguler.


Meski hanya dengan jumlah sembilan orang saja, pasukan grup dua bisa memukul mundur lima puluh prajurit giritunggal yang mengejarnya.


Apa lagi dalam pasukan grup dua ada Pangeran Kasimwijaya, dialah yang banyak mengobrak-abrik para prajurit giritunggal.


Dengan adanya Pangeran Kasimwijaya, pasukan grup dua jadi semakin tangguh.


Sedangkan pasukan grup satu dan tiga mereka bertugas membawa lari dan menyelamatkan para tahanan yang sudah mereka bebaskan tersebut.


Kemudian saat grup dua berhasil memukul mundur para prajurit giritunggal yang mengejarnya, akhirnya pasukan grup dua segera menyusul pasukan dari grup yang lainnya yaitu grup satu dan tiga.


Raja Sutabirawa marah besar, kenapa prajurit sebanyak itu yang jumlahnya ada lima puluh prajurit tidak bisa mengalahkan penyusup tersebut yang hanya berjumlah sembilan orang saja.


Tapi hal itu sudah terjadi, dan Raja Sutabirawa, dia punya rencana akan memberi pelajaran pada Patih Waranggaseta esok harinya.


Lalu sungguh bahagianya Patih Waranggaseta bisa berkumpul lagi bersama istri dan anak-anaknya, setelah mereka dibebaskan oleh senopati Kuncoro dari tahanan kerajaan giritunggal.


Demi keselamatan Putri Senjabirawa, waktu itu juga dia akan dibawa pergi ke suryaloka oleh senopati Kuncoro, sebab misi senopati Kuncoro sebagai pasukan pembebasan sudah usai dan berhasil.

__ADS_1


Maka dari itu senopati Kuncoro akan segera pergi ke suryaloka beserta para pasukannya dengan membawa Putri Senjabirawa.


Tapi waktu itu, Patih Waranggaseta memohon pada senopati Kuncoro agar membawa juga istri beserta kedua anaknya ke suryaloka, karena dengan menitipkan istri dan juga kedua anaknya ke suryaloka akan jauh lebih aman dari pada tetap tinggal di giritunggal.


__ADS_2