
Aji Birawa Sakti adalah sebuah ajian Terlarang yang bisa membuat penggunanya memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.
Dan bukan hanya sekedar kuat, pemilik ajian tersebut juga akan mendapatkan kekebalan yang luar biasa hebat.
Kekuatannya bak 100 gajah, dan kekebalannya melebihi ajian tameng wojo.
Maka dari itu ajian tersebut diberi nama aji birawa Sakti, Dan ajian itu sangat Terlarang.
Tapi kedua Senopati tersebut, bala Warman dan bala Marwan, mereka berdua memilikinya, ajian Birawa Sakti.
"Oh Ternyata mereka berdua mempunyai ajian Birawa Sakti, tapi ajian itu tidak ada gunanya bagiku", kata Begawan Sakti Ludoyo saat melihat kedua Senopati tersebut mengeluarkan ajian birawa sakti.
Ternyata Begawan itu juga mengetahui tentang ajian tersebut.
Pantas saja ajian itu sangat terkenal di kalangan dunia persilatan, karena saking hebatnya ajian birawa sakti tersebut.
Kemudian tiba-tiba dengan sangat cepatnya, Pangeran Guntur Wijaya sudah berada di depan mata Begawan Sakti Ludoyo, dan memberikan serangan hebat kepada Begawan tersebut.
"hebat juga kau anak muda, dengan sekejap mata kau bisa menyerangku, hingga aku terpental", kata Begawan Sakti Ludoyo kepada Pangeran Guntur Wijaya yang telah menyerangnya.
"ini masih belum seberapa Begawan, jika aku sudah serius, kau akan segera kukirim ke neraka", jawaban dari pangeran Guntur Wijaya.
"sombong kau anak muda, kau masih belum tahu aku yang sebenarnya, kakakmu Guna Wijaya yang lebih hebat darimu, dia dari tadi masih belum bisa mengalahkanku, apalagi hanya seorang ksatria seperti kau, mustahil untuk bisa mengalahkanku", Begawan Sakti Ludoyo memberitahu Pangeran Guntur Wijaya, kalau dirinya bukanlah tandingannya.
Tapi meskipun begitu Pangeran Guntur Wijaya tidak gentar sama sekali, justru Dia malah bersemangat untuk bisa mengalahkan Begawan tersebut.
Lalu kedua Senopati itu, bala warman dan bada Marwan, mereka segera membantu Pangeran Guntur Wijaya yang sedang bertarung menghadapi Begawan Sakti Ludoyo.
Dengan kesaktian kedua Senopati tersebut, Begawan Sakti Ludoyo berhasil dipukul mundur oleh mereka berdua.
Lalu di medan perang, para Ksatria yaitu, Pangeran Jati Wijaya, Adipati Mahesa Sangkala, Adipati Mukas barada, pangeran suta birawa dan juga Mandala, mereka berlima segera mencari keberadaan Pangeran Guna Wijaya yang sedang bertarung dengan Begawan Sakti Ludoyo.
Sedangkan kondisi di medan perang Gunung Kelud, oleh Adipati mukas barada diserahkan kepada punggawa yang lainnya, untuk memimpin peperangan tersebut.
Singkat cerita kini kelima Kesatria tersebut, sudah menemukan keberadaan Pangeran Guna Wijaya.
Dan mereka melihat pertarungan ketiga Kesatria yang sedang menghadapi Begawan Sakti Ludoyo.
Ketiga Ksatria itu Iyalah, Pangeran Guntur Wijaya dan kedua Senopati bala warman dan bala Marwan.
Pertarungan tersebut sangat luar biasa hebatnya, sebab ketiga ksatria tersebut telah menggunakan kesaktian pamungkasnya untuk menghadapi Begawan Sakti Ludoyo.
"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut membantu menghadapi Begawan sialan itu", kata Adipati Mukas Barata.
__ADS_1
"Tahan dulu Adipati, kita amati dulu pertarungan mereka, sebab Begawan Ludoyo tidak mudah dikalahkan jika tanpa sebuah rencana untuk mengalahkannya", kata Pangeran Guna Wijaya.
"tapi Kanda, sepertinya mereka bertiga sudah kewalahan menghadapi Begawan itu, jika kita tidak membantunya mereka bertiga bisa tewas", komentar Pangeran Jati Wijaya.
"Meskipun mereka bertiga seperti kewalahan menghadapi Begawan Ludoyo, tapi mereka bertiga tidak semudah itu dikalahkan, apalagi sampai tewas", Pangeran Guna Wijaya menjawabnya.
Kemudian dalam pertarungan tersebut, Begawan Sakti Ludoyo berhasil membuat ketiga ksatria tersebut kehilangan banyak Cakra.
Dan ketiga Kesatria itu juga menyadarinya, bahwa semakin lama serangan mereka semakin lemah, mereka merasa cakranya seperti terserap.
Sedangkan Begawan Sakti Ludoyo terlihat tidak kelelahan sama sekali.
Dan akhirnya ketiga ksatria tersebut, memilih mundur dari pertarungan tersebut, sebab jika dipaksakan hasilnya malah akan sia-sia.
Kemudian Begawan Sakti Ludoyo yang melihat ketiga Ksatria itu mundur dari pertarungannya, dia menertawakannya.
"hahaha... ternyata hanya sebatas ini kesaktian Pamungkas kalian bertiga, mending tidak usah ikut berperang, jika hanya menjadi seorang Kesatria pengecut", hinaan Begawan Sakti Ludoyo kepada ketiga Kesatria tersebut, yaitu Pangeran Guntur Wijaya beserta kedua Senopati bala warman dan bala Marwan.
Tapi ketiga Kesatria itu menghiraukan perkataan dari Begawan Sakti tersebut, Sebab mereka bertiga sebenarnya hanya ingin menjajaki dulu kekuatan dari Begawan itu.
Lalu ketiga Kesatria tersebut melaporkan kepada Pangeran Guna Wijaya, tentang apa yang mereka rasakan saat bertarung menghadapi Begawan Sakti Ludoyo.
Akhirnya dengan laporan ini, Pangeran Guna Wijaya bisa menyusun sebuah rencana untuk menghadapi Begawan Sakti tersebut.
Ternyata Begawan Sakti Ludoyo, tidak bisa dihadapi, apalagi dikalahkan tanpa sebuah rencana atau strategi.
Akhirnya kelima Ksatria itu paham dengan perkataan dari pangeran Guna Wijaya.
Kemudian Pangeran Guna Wijaya memperingatkan kepada para Ksatria yang berada di situ, agar berhati-hati dengan kedua bola api yang berputar di belakang punggung Begawan Sakti Ludoyo.
Awalnya bola api itu ada tujuh buah, dan sudah digunakan lima buah, yang terakhir digunakan waktu pertama kali Pangeran Guntur Wijaya beserta kedua Senopati itu datang, tapi gini bola api itu tinggal dua buah.
Termasuk pangeran Guntur Wijaya dan kedua Senopati itu sangat beruntung saat melawan Bengawan Sakti Ludoyo, sebab Begawan Sakti Ludoyo tidak menggunakan kedua bola apinya yang masih tersisa itu.
Lalu Pangeran Jati Wijaya bertanya kepada Pangeran Guna Wijaya, kekuatan apa kira-kira yang tersembunyi di dalam kedua bola api tersebut.
Pangeran Guna Wijaya juga tidak tahu akan kekuatan yang bersembunyi dalam kedua bola api itu, yang jelas Pangeran Guna Wijaya menyuruh para Ksatria untuk berhati-hati.
Kini Pangeran Guna Wijaya mengeluarkan tombak Pasopati dan menggabungkannya dengan pedang mustika birunya.
Lalu kedua pusaka yang telah bergabung itu menjadi keris jala Tungga.
Kesaktian keris Jala tungga bisa menyerap semua kekuatan lawannya, dan bisa menjadi sebuah senjata pertahanan yang sangat ampuh.
__ADS_1
Pangeran Guna Wijaya sengaja menggunakannya untuk menghadapi Begawan Sakti Ludoyo.
Dan Adipati Mahesa Sangkala juga mengeluarkan pusakanya, yang dia dapat dari mendiang Senopati kolomonggo yang telah dia bunuh.
Pusaka Adipati Mahesa Sangkala, adalah keris harya murti.
Kekuatan keris Harya Murti bisa menyerap Cakra seseorang, jika seseorang itu terkena goresan dari keris tersebut.
Lalu Pangeran Jati Wijaya berubah ke mode siluman manusia ular merah.
Dengan menggabungkan pusaka cemeti banas Patinya ke dalam tubuhnya, kini Pangeran Jati Wijaya berubah ke mode siluman tersebut.
Dengan sekejap mata, tiba-tiba Pangeran Guna Wijaya berada di belakang Begawan Sakti Ludoyo.
Dengan kekuatan jurus gerak kilatnya, Pangeran Guna Wijaya berhasil berpindah tempat dengan sangat super cepat.
Kemudian Pangeran Guna Wijaya segera menyerang Begawan Sakti Ludoyo menggunakan keris jala Tungga.
Tapi dengan sangat cepat pula, Begawan Sakti Ludoyo menangkis serangan tersebut menggunakan tangannya yang berubah menjadi besi.
"hahaha... Tidak semudah itu Guna Wijaya, jika hanya dengan serangan seperti ini kau tak akan mampu mengalahkanku", kata Begawan Sakti Ludoyo.
Dan saat Begawan Sakti Ludoyo telah membalikkan badan menghadap Pangeran Guna Wijaya, dan perusahaan akan menyerangnya.
Tiba-tiba dari belakang, Begawan Sakti Ludoyo terkena goresan dari sebuah pusaka Sakti.
Ternyata Adipati Mahesa sengkala telah menyerang Begawan Sakti Ludoyo menggunakan keris harya murtinya.
Dengan dibantu oleh Mandala, Adipati Mahesa Sangkala dibawa berteleportasi berpindah tempat dengan sekejap, tepat di belakang Begawan Sakti Ludoyo.
Maka dari itu Adipati Mahesa Sangkala, dapat menyerang dan melukai Begawan Sakti Ludoyo tanpa disadarinya.
Saat Begawan Sakti Ludoyo akan membalas serangan tersebut dari Adipati Mahesa sangkala, tiba-tiba dengan sekejap Adipati Mahesa Sangkala sudah tidak ada di belakang Begawan Sakti Ludoyo.
Dan saat Begawan Sakti Ludoyo menoleh ke arah Pangeran Guna Wijaya kembali, apa yang dia dapat ternyata Pangeran guna wijaya juga sudah tidak ada di tempatnya.
Dengan kejadian ini Begawan Sakti Ludoyo dibuat geram oleh para Kesatria tersebut.
Apakah ini sebuah rencana yang telah disusun oleh pangeran Guna Wijaya.
Sehingga membuat Begawan Sakti Ludoyo sangat kebingungan.
Perpaduan jurus gerak cepat pangeran guna wijaya dan jurus teleportasi Mandala, benar-benar sangat sempurna jika digunakan dengan cara yang benar.
__ADS_1