PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
181. Pengorbanan yang sia sia


__ADS_3

Saat ini para Ksatria dapat bernafas lega, karena Begawan Sakti Ludoyo telah dimusnahkan hingga lenyap, oleh Mahapatih Damar Wijaya yang mengorbankan dirinya menggunakan ajian ngelebur jagad.


Hal tersebut sama dengan yang dilakukan oleh Prabu silendra wangi, saat melenyapkan Prabu Jaya Waskita yang telah dibangkitkan dari kematiannya saat itu.


Tapi saat itu para Ksatria nampak sedih, terutama Pangeran Jati Wijaya.


Karena meskipun Begawan Sakti Ludoyo telah dimusnahkan, itu semua harus menelan korban ayahnya sendiri yaitu Mahapatih Damar Wijaya.


Dengan hati sedih bercampur aduk dengan kemarahan Yang meluap, Pangeran Jati Wijaya dengan cepat mengalahkan kedua makhluk aneh tersebut, menggunakan pusakanya yaitu cemeti Banaspati.


"ayah.....!", Pangeran Jati Wijaya meluapkan kesedihannya dengan berteriak sekencang-kencangnya, sembari menyebut nama ayahnya.


Kemudian Pangeran Guna Wijaya beserta Pangeran Kasim Wijaya, mencoba untuk menenangkan adik sepupunya tersebut yaitu Pangeran Jati Wijaya.


Tapi beberapa saat kemudian, Pangeran Guna Wijaya merasakan kejanggalan?


"Kenapa Kanda Pangeran Guna Wijaya terlihat gelisah sekali?", tanya Pangeran Kasim Wijaya.


Kemudian Pangeran Guna Wijaya menjawab? "aku tidak melihat sama sekali Di mana keberadaan paku bumi Tanah Jawa? seharusnya saat pemilik paku bumi tersebut, yaitu Begawan Ludoyo telah dimusnahkan, paku itu akan melayang-layang di udara".


Lalu Pangeran Kasim Wijaya berkata? "mungkin saja paku bumi itu telah ikut musnah bersama pemiliknya tersebut?".


"Hal itu tidak mungkin Dinda Kasim Wijaya, karena jika paku bumi itu ikut musnah sekalian, maka tamatlah kita semua? Sebab tanah Jawa ini akan hancur, dikarenakan salah satu pilarnya telah hilang", jawaban dari pangeran Guna Wijaya.


Lalu tiba-tiba Mandala juga turut bicara dalam perbincangan tersebut? "mohon ampun Pangeran Guna Wijaya, memang menurut hamba juga ada kejanggalan dalam situasi ini? Coba Lihatlah para punggawa dan juga para prajurit yang lainnya juga masih bertarung melawan pasukan manusia tanah? Seharusnya jika sang pencipta dari para pasukan manusia tanah tersebut telah musnah, pasukan manusia tanah ciptaannya itu pasti juga akan ikut musnah, tapi kenapa nyatanya tidak?".


Tiba-tiba Begawan winara datang dengan tertatih-tatih, dan Beliau berkata dengan lantang dan keras? "para Ksatria berhati-hatilah dan waspadalah! aku merasa Begawan Sakti Ludoyo masih hidup".


Alhasil semua ksatria tertegun mendengar perkataan dari Begawan winara tersebut.


Singkat cerita Begawan winara segera menggunakan sisa-sisa kekuatannya, dengan mengeluarkan ajian pamungkasnya yaitu Aji Gajah Mungkur tingkat maksimal.


Begawan winara sadar, bahwa hal tersebut bisa membahayakan jiwanya, karena hanya dengan sisa Cakra yang sangat sedikit, beliau memaksakan diri untuk menggunakan ajian tersebut.

__ADS_1


Melihat hal tersebut para Ksatria sangat heran, mereka berpikir siapa yang akan dihadapi oleh Begawan winara, yang telah mengeluarkan ajian terdahsyatnya itu?


Kemudian Begawan winara dengan cepat berlari, menuju kepada kedua sosok makhluk aneh yang telah dikalahkan oleh pangeran Jati Wijaya.


Tujuan Begawan winara ingin menghancurkan kedua makhluk tersebut sampai lebur, tak berbekas.


"musnahlah kau iblis.....!", Begawan winara menghantam salah satu dari kedua sosok makhluk aneh tersebut, menggunakan pukulan terdahsyatnya.


Hingga saat pukulan tersebut mengenai sasarannya, efek dari kekuatan pukulan tersebut membuat medan perang bergetar, dan membuat tanah yang terletak pada titik sasaran pukulan tersebut, menjadi berlubang sangat dalam.


Semua Kesatria yang menyaksikannya, dibuat tercengang dan terheran-heran?


Karena bagi para Kesatria, Kenapa Begawan winara harus menyerang kedua sosok makhluk aneh yang sudah terkalahkan, menggunakan ajian terdahsyatnya.


Apakah tindakan itu ada maksudnya? Tanya para Kesatria dalam hati masing-masing.


"kau tak akan bisa menghancurkanku hanya dengan kekuatan seperti ini!", ternyata salah satu makhluk aneh yang telah diserang oleh Begawan winara, menggunakan pukulan terdahsyatnya tersebut, makhluk itu sedikitpun Tidak terluka.


Malahan makhluk aneh tersebut menahan pukulan Begawan winara dengan kedua tangannya, hingga membuat Begawan itu amat sangat terkejut, sampai membuat matanya terbelalak penuh rasa ketidakpercayaan.


Dan para Kesatria yang mendengar perkataan itu dari Begawan winara, amat tertegun dibuatnya.


Sebab para Kesatria melihat, bahwa kedua makhluk itu sebenarnya sudah terkalahkan, dan sudah tak berdaya, Katakanlah mati.


Tapi mengapa Begawan winara malah menyuruh menghancurkan makhluk aneh tersebut kembali, Ada apa sebenarnya?


Ternyata saat itu kedua makhluk aneh tersebut, masih hidup.


Dan para Kesatria tak mengira bahwa hal itu bakal terjadi, kedua makhluk aneh tersebut ternyata bisa hidup kembali.


Bukti bahwa kedua makhluk itu hidup kembali, dengan dihajarnya Begawan winara saat itu, dengan salah satu dari makhluk aneh tersebut yang beliau akan hancurkan.


Ternyata ajian Pamungkas dari Begawan winara, tak sanggup mengalahkan salah satu dari kedua makhluk aneh itu.

__ADS_1


Justru salah satu makhluk aneh itu berhasil menghancurkan salah satu tangan dari Begawan winara, dan mencabutnya hingga lepas dari tubuhnya.


Para Kesatria yang melihatnya tak kuasa menahan amarahnya, hingga para Kesatria tersebut bersama-sama akan menghancurkan kedua makhluk aneh itu, yang ternyata masih hidup.


Tapi sebelum para Kesatria tersebut menghancurkan kedua makhluk aneh itu, tiba-tiba kedua makhluk aneh tersebut menghindar, lalu keduanya terbang dan melayang di udara setinggi pohon kelapa.


Dan pada saat itu dari para Kesatria, hanya Pangeran Guna Wijaya dan Pangeran Kasim Wijaya yang bisa terbang, karena mereka berdua pengguna jurus kalapati dan kalabaya.


"Ayo Dinda Kasim Wijaya, kita susul kedua makhluk aneh itu di udara!", Pangeran Guna Wijaya mengajak Saudara sepupunya tersebut.


Kemudian Pangeran Kasim Wijaya menjawabnya? "Baiklah Kanda Pangeran Guna Wijaya, kita segera hancurkan mereka berdua di atas sana!".


Tiba-tiba sebelum kedua Pangeran tersebut menyusul terbang ke atas, kedua makhluk aneh tersebut masing-masing memancarkan cahaya yang menyilaukan.


Sehingga siapapun yang melihatnya, matanya akan terganggu dengan pancaran cahaya tersebut.


Dan karena pengaruh dari cahaya itu, membuat Pangeran Guna Wijaya dan Pangeran Kasim Wijaya, kesulitan untuk bisa menyusul terbang ke atas.


Singkat cerita Tak lama kemudian, kedua makhluk aneh tersebut tiba-tiba tubuhnya menyatu, menjadi satu bagian lagi, kembali seperti semula.


Lalu saat cahaya yang menyilaukan itu pelan-pelan lenyap dan menghilang dari Wilayah sekitar tersebut, tiba-tiba saat para kesatria bisa membuka matanya kembali, Alangkah terkejutnya mereka semua dengan apa yang mereka lihat saat itu?


Ternyata yang mereka lihat bukan lagi kedua makhluk aneh tersebut didepannya, melainkan Begawan Sakti Ludoyo yang ada di hadapannya.


"ini tidak mungkin!?", kata Pangeran Jati Wijaya.


"Mandala Cepat segera Tolong Begawan winara", perintah Pangeran Guna Wijaya.


Lalu Mandala menjawabnya dengan tegas? "sendiko Gusti pangeran".


Kemudian Begawan Sakti Ludoyo yang melihatnya, segera menghabisi Begawan Ludoyo menggunakan energi gelombang iblis, yang keluar dari tangannya.


Meledaklah energi gelombang iblis tersebut tepat di mana posisi Begawan winara berada.

__ADS_1


Melihat hal itu Begawan Sakti Ludoyo tertawa di atas udara.


Tapi seketika itu Begawan Sakti Ludoyo langsung terdiam dari tertawanya tersebut, karena dengan sangat cepat Mandala telah berhasil menolong Begawan winara, menggunakan jurus teleportasinya?


__ADS_2