PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
114. Diujung peperangan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian pihak keluarga besar Wijaya melamar Putri Senjabirawa, dan setelah itu lanjut melamar Kedasih.


Setelah itu, baru keluarga besar Wijaya menetapkan hari pernikahan Pangeran Gunawijaya bersama Putri Senjabirawa dan juga bersama Kedasih.


Disitu sang pangeran akan menikahi dua wanita sekaligus, untuk menjadi pendamping hidupnya.


Memang salah satu diantara kedua wanita itu, bukan golongan dari keluarga kerajaan, tapi mereka bertiga sudah berkomitmen akan hidup bersama tanpa membedakan masalah kasta atau status sosial masing-masing.


Singkat cerita, tiba-tiba di kerajaan suryaloka kedatangan seorang prajurit dari kerajaan banyuasri.


Sungguh terkejutnya Mahapatih Damarwijaya mendengar kabar dari prajurit tersebut tentang situasi yang terjadi di kerajaan banyuasri.


Prajurit itu datang dengan kondisi yang penuh luka, dan dia kesakitan atas luka yang dia derita.


Tapi prajurit itu sungguh hebat, dia bisa bertahan hidup sampai tiba di kerajaan suryaloka meski dengan kondisi yang sangat menyedihkan akan lukanya.


"Prajurit!, cepat panggil semua para pangeran dan kesatria untuk segera menghadap saya", Mahapatih Damarwijaya yang tersulut amarah, akan kabar yang beliau dengar dari prajurit yang terluka tersebut.


Lalu beberapa saat kemudian, datanglah para pangeran suryaloka dan juga para kesatria kesatria hebat.


Waktu itu Pangeran Gunawijaya bertanya pada pamannya yaitu Mahapatih Damarwijaya, tapi pamanya tersebut menyuruh Pangeran Gunawijaya untuk mendengarkan cerita langsung dari prajurit banyuasri yang sedang terluka itu.


Prajurit itu menceritakan semua hal tentang yang terjadi di kerajaan banyuasri, dalam cerita itu, keadaan kerajaan banyuasri saat ini sangat miris sekali.


Sebab tanpa diduga, tiba-tiba kerajaan banyuasri diserang oleh para pendekar aliran hitam.


Para pendekar aliran hitam tersebut dipimpin oleh Raja iblis Kalazar.


Banyak para punggawa dan para prajurit banyuasri yang tewas dalam serangan itu.


Termasuk sang Prabu Jayawaskita juga ikut gugur dalam peperangan tersebut.


Kini kerajaan banyuasri dalam genggaman Raja iblis Kalazar, dia berjanji akan secepatnya menghancurkan seluruh kerajaan yang ada ditanah Jawa, sebab dia akan mewujudkan ambisi ayahnya, yaitu begawan sakti Ludoyo, untuk menguasai tanah Jawa.


Setelah mendengar cerita tersebut, Pangeran Gunawijaya, ingin rasanya dia sekarang juga menghancurkan Kalazar, tapi dia tidak gegabah, karena Pangeran Gunawijaya sadar, bahwa yang akan dia hadapi bukanlah musuh biasa.


Maka dari itu, harus ada perhitungan terlebih dulu, untuk bisa menghancurkan Kalazar siraja iblis.

__ADS_1


Dengan situasi yang genting seperti ini, akhirnya pihak kerajaan suryaloka mengirimkan pesan pada tiap-tiap kerajaan yang masih dalam kondisi aman.


Kerajaan itu ialah, kerajaan himalaya, giritunggal dan juga giriseta.


Ketiga kerajaan tersebut dan juga kerajaan suryaloka masih terbilang aman untuk saat ini.


Maka dari itu, disamping memberikan kabar tersebut, kerajaan suryaloka meminta pada ketiga kerajaan itu untuk segera bersatu membentuk sebuah aliansi kerajaan bersama kerajaan suryaloka, untuk menghancurkan para musuh dari aliran hitam secepatnya.


Pesan dari kerajaan suryaloka kepada ketiga kerajaan itu, dikirimkan oleh senopati Balamarwan yang menaiki burung rajawali raksasa miliknya.


Sebab hanya dengan cara begitu, pesan itu bisa cepat sampai kepada ketiga kerajaan tersebut.


"Hati hati saudaraku Balamarwan, semoga kau bisa menjalankan tugas ini dengan selamat sampai tujuan", senopati Balawarman mendoakan saudara kembarnya, yaitu senopati Balamarwan yang akan mengantarkan pesan kepada ketiga kerajaan tersebut.


Setelah itu berangkatlah senopati Balamarwan menaiki burung rajawali raksasa miliknya.


Burung tersebut terbang tinggi di angkasa, dengan sangat cepat, rajawali raksasa itu membawa senopati Balamarwan menuju pada tempat tujuannya.


Singkat cerita, pertama kali yang dituju oleh senopati Balamarwan adalah kerajaan himalaya, karena kerajaan itu jaraknya yang lebih dekat dengan kerajaan suryaloka.


Dengan pesan itu, sang Prabu menyadari akan situasi genting tersebut.


Maka dari itu secepatnya, Prabu Silendrawangi akan bergabung dengan suryaloka, membentuk aliansi kerajaan untuk berjuang bersama menghancurkan para musuh dari aliran hitam.


Singkat cerita, kemudian senopati Balamarwan menuju ke kerajaan giritunggal, setibanya disana, dia menyampaikan pesan itu pada Patih Waranggaseta, pemimpin sementara kerajaan giritunggal.


Patih Waranggaseta sangat setuju sekali pada gagasan suryaloka, untuk secepatnya membentuk sebuah aliansi antar kerajaan.


Disitu juga ada peran dari Putri Senjabirawa, agar Patih Waranggaseta bersedia bergabung dengan suryaloka, untuk menyelamatkan tanah Jawa dari kehancuran.


Setelah itu singkat cerita, senopati Balamarwan segera bergegas ke kerajaan giriseta, dia akan menemui Raja Dasabirawa untuk menyampaikan pesan tersebut dari suryaloka.


Waktu itu, saat Raja Dasabirawa mendengar pesan itu dari senopati Balamarwan, Raja Dasabirawa langsung menolak tawaran dari suryaloka untuk bersedia bergabung dengannya.


Sebab dengan alasan apapun, Raja Dasabirawa tak akan pernah bergabung dengan kerajaan suryaloka.


Karena Raja Dasabirawa, beliau sangat yakin, seyakin yakinnya bahwa kerajaan nya, yaitu kerajaan giriseta, sekarang ini sudah sangatlah kuat sekali kalau hanya untuk menghadapi para musuh dari aliran hitam.

__ADS_1


Kemudian, merasa tugasnya sudah selesai, senopati Balamarwan segera kembali ke kerajaan suryaloka.


Beberapa waktu kemudian, senopati Balamarwan tiba di suryaloka.


Dia menyampaikan kabar pada Mahapatih Damarwijaya, tentang ketiga Raja yang dia datangi.


Kedua Raja dari dua kerajaan, setuju untuk bergabung membentuk sebuah aliansi, sedangkan salah satu dari ketiga Raja itu, tidak bersedia untuk bergabung membentuk sebuah aliansi.


Mendengar kabar itu dari senopati Balamarwan, Mahapatih Damarwijaya dan juga Pangeran Gunawijaya sangat menyayangkan sekali sikap dari Raja tersebut yang tidak mau bergabung dalam pembentukan aliansi kerajaan.


Selang beberapa lama kemudian, kerajaan giriseta dihancurkan oleh Raja iblis Kalazar yang membawa banyak pasukan dari aliran hitam.


Raja Dasabirawa yang terkenal sakti mandraguna, tak berkutik saat melawan Kalazar.


Beliau dibunuh oleh Raja iblis Kalazar menggunakan pusakanya sendiri, yaitu keris mahasura.


Kalazar saat itu mengetahui bahwa hanya kerajaan giriseta yang tidak ikut bergabung dengan suryaloka.


Maka dari itu, Kalazar membabat habis kerajaan tersebut, agar misinya mewujudkan cita-cita ayahnya tercapai, yaitu akan menguasai tanah Jawa dengan seutuhnya.


"Sudahlah Putri Senjabirawa, kau jangan bersedih atas kematian pamanmu Raja Dasabirawa, sebab dia sudah memutuskan jalan hidupnya sendiri sebagai seorang kesatria", Mahapatih Damarwijaya yang mencoba menenangkan sang putri atas kabar kematian pamannya tersebut.


Waktu itu kedua kerajaan besar, yaitu himalaya dan giritunggal, bergabung jadi satu dengan kerajaan suryaloka.


Ketiga kerajaan tersebut menyatukan kekuatan untuk menghadapi para musuh dari aliran hitam.


Sedangkan para rakyat dari ketiga kerajaan itu, mereka semua diungsikan disebuah tempat yang sudah ditentukan.


Sudah tiba saatnya perang besar akan terjadi sebentar lagi di suryaloka.


Antara kekuatan putih melawan kekuatan hitam, yang berambisi menguasai tanah Jawa.


Memang waktu kehancuran tanah Jawa tinggal setahun lagi, dari pertama kali paku bumi tanah Jawa dicabut oleh mendiang Pangeran Muradwijaya atau biasa disebut dengan panggilan sesosok misterius.


Tapi perang besar melawan para musuh aliran hitam harus segera dilakukan, karena jangan sampai mengulur waktu, sampai batas waktu kehancuran tanah Jawa tiba.


Itulah rencana Pangeran Gunawijaya dari awal, saat pertama dia berpetualang menyatukan para kesatria dari aliran putih.

__ADS_1


__ADS_2