PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
36. Kemarahan Adipati Burhansangkala


__ADS_3

Lalu malam itu dikadipaten karang menjangan Adipati Burhansangkala merasa cemas akan peperangan esok hari yang bakal ia hadapi, sebab sebenarnya didalam hatinya ia bimbang untuk melancarkan aksi pemberontakkan tersebut, tapi ia sudah terlanjur mengambil keputusan itu, dan sebenarnya dalang dari aksi pemberontakkan tersebut adalah senopati Kolomonggo. Kemudian disisi lain Mandala yang bertarung dengan senopati Kolomonggo yang akan memperkosa Putri Galuhsangkala, Mandala berusaha mengerahkan semua kemampuannya untuk melawannya karena senopati Kolomonggo terkenal sebagai kesatria hebat di karang menjangan.


Lalu Putri Galuhsangkala yang telah selamat dari aksi kejahatan senopati Kolomonggo yang akan memperkosanya, ia sedang dalam perlindungan kakaknya yaitu Raden Mahesasangkala dan pendekar Sanjaya. Setelah itu Raden Mahesasangkala dan Sanjaya mereka berusaha membantu Mandala yang sedang bertarung dengan senopati Kolomonggo. Lalu Senopati Kolomonggo berhasil mendesak Mandala dengan kemampuan ilmunya yaitu aji Bolo Sewu yang bisa memperbanyak dirinya hingga menjadi seribu bagian. Mandalapun sangat kebingungan melawan senopati Kolomonggo yang telah memperbanyak dirinya, meski Mandala telah menggunakan jurus teleportasinya tapi ia masih tidak bisa mengalahkan senopati Kolomonggo yang telah menggunakan ajian bolo sewu.


Mandala terkepung dan terserang oleh senopati Kolomonggo yang telah memperbanyak dirinya menggunakan ajian tersebut, Mandala makin kuwalahan dengan kepungan dan serangan dari senopati Kolomonggo yang memperbanyak dirinya, dan disaat Mandala akan mengeluarkan jurus belati anginnya, ia selalu gagal karena ia selalu dihalang-halangi oleh bagian-bagian dari senopati Kolomonggo yang telah memperbanyak dirinya. Pada saat Mandala hampir kalah dengan senopati Kolomonggo, datanglah Sanjaya dan Raden Mahesasangkala yang menolongnya dari serangan senopati Kolomonggo yang telah menggunakan aji bolo sewu, dan akhirnya mereka bertiga bersatu melawan senopati Kolomonggo yang telah memperbanyak dirinya.


Kemudian dengan bersatunya mereka bertiga akhirnya bisa mendesak senopati Kolomonggo yang telah memperbanyak dirinya, lalu Sanjaya mengeluarkan ajian yang telah ia sempurnakan yaitu aji Kilat Sayuto. Dengan ajian itu Sanjaya bisa mengeluarkan cambuk kilat dari tangannya, dan kekuatan cambuk kilat itu bisa menghancurkan apa saja.


Senopati Kolomonggo yang mengetahuinya, dia langsung menyatukan dirinya kembali menjadi satu bagian dan dia segera melarikan diri dari pertarungan tersebut. Tapi sebelum senopati Kolomonggo berusaha melarikan diri dari pertarungan, dia sempat melemparkan jarum beracun miliknya kepada Putri Galuhsangkala, kemudian Putri Galuhsangkala yang terkena lemparan jarum beracun itu, ia tiba-tiba lemas dan terjatuh, sedangkan senopati Kolomonggo berhasil lari dari tempat pertarungan dan dia sempat berkata?

__ADS_1


"He kalian semua, jangan anggap aku takut dengan kalian, esok pagi kalian aku tunggu dimedan perang, aku senopati kolomonggo akan menghancurkan kalian semua! ".


Kemudian mereka bertiga yaitu Raden Mahesasangkala, Sanjaya dan Mandala berusaha membawa Putri Galuhsangkala pulang ke kadipaten karang menjangan, karena Putri Galuhsangkala harus segera mendapat pengobatan, sebab ia sedang terkena jarum beracun milik senopati Kolomonggo. Tapi yang tiba lebih dulu dikadipaten karang menjangan adalah senopati Kolomonggo, dan selang beberapa lama mereka bertiga juga datang dengan membawa Putri Galuhsangkala yang sedang terkena serangan jarum beracun.


Lalu dikadipaten karang menjangan, akhirnya Raden Mahesasangkala menceritakan semua pada Ayahndanya yaitu Adipati Burhansangkala tentang kejadian yang telah menimpa adiknya yaitu Putri Galuhsangkala. Kemudian Adipati Burhansangkala yang telah mengetahui putri kesayangannya itu telah dijahati dan disakiti oleh senopatinya sendiri yaitu senopati Kolomonggo, saat itu juga Adipati Burhansangkala sangat marah besar, Beliau segera menghampiri senopati Kolomonggo yang sedang berada dikamarnya.


Adipati Burhansangkala sangat kecewa dengan senopati Kolomonggo, padahal dia adalah orang kepercayaannya, tapi kenapa dia bisa lakukan tindakkan biadab dan sekeji itu pada putri kesayangannya yaitu Putri Galuhsangkalah. Disaat Adipati Burhansangkala beserta para prajurit pengawalnya datang menemui senopati Kolomonggo, Beliau segera menggedor pintu kamarnya dengan memanggil-manggil senopati Kolomonggo dengan nada penuh amarah. Senopati Kolomonggo yang berada didalam kamar tidak segera membukakan pintunya karena dia merasa ketakutan dengan kemarahan Adipati Burhansangkala, tapi senopati Kolomonggo sangat licik dan cerdik, untuk mengatasi kemarahan Adipati Burhansangkala, dia sudah punya rencana tersendiri yang bisa membuat Adipati Burhansangkala tak berkutik padanya.


"Kolomonggooooo!!!", teriak Adipati Burhansangkala usai menghacurkan pintu kamar senopati Kolomonggo.

__ADS_1


Dengan gaya liciknya yang penuh ketakutan senopati Kolomonggo mendekat kepada Adipati Burhansangkala dan berkata?


"Sen sen sendiko kanjeng Adipati, kalau hamba boleh tahu a a ada apa malam-malam gini kanjeng Adipati datang kemari?".


Tanpa basa basi Adipati Burhansangkala langsung memukulkan ajian brajamusti pada senopati Kolomonggo. Terpukulah senopati Kolomonggo oleh ajian tersebut hingga terpental dan membentur dinding kamarnya hingga dinding itu hancur dan jebol seketika. Tapi ternyata yang mendekat dan terkena pukulan ajian brajamusti itu bukanlah diri senopati Kolomonggo yang sebenarnya, tapi itu adalah salah satu dari bagian dirinya karena senopati Kolomonggo sebelum Adipati Burhansangkala datang kekamarnya, dia sudah bersiap diri menggunakan ilmunya yaitu ajian bolo sewu yang bisa menggandakan wujudnya hingga seribu bagian.


"He kau, Adipati Burhansangkala, dengan kekuatan brajamustimu jangan anggap kau bisa mengalahkanku begitu saja, sekarang juga temui aku diluar puri kadipaten karena diriku yang sebenarnya berada disana sedang menunggumu Adipati?!", kata salah satu bagian dari wujud senopati Kolomonggo yang telah terkena pukulan aji brajamusti oleh Adipati Burhansangkala.


Setelah berkata seperti itu pada Adipati Burhansangkala, salah satu bagian dari wujud senopati Kolomonggo itu tiba-tiba leyap dari hadapan Adipati Burhansangkala. Kemudian setelah kejadian itu Adipati Burhansangkala segera bergegas menghampiri senopati Kolomonggo yang sebenarnya berada diluar puri kadipaten karang menjangan. Bersama para prajurit pengawalnya Adipati Burhansangkala berniat untuk menghabisi senopati Kolomonggo malam ini juga karena kejahatannya pada putri kesayangannya itu sudah tidak bisa diampuni. Selang beberapa saat Adipati Burhansangkala akhirnya berhasil menemukan senopati Kolomonggo yang berada diluar puri kadipaten, tanpa basa-basi Adipati Burhansangkala segera menyerang senopati Kolomonggo dan terjadilah pertarungan antara mereka berdua. Dengan beringas Adipati Burhansangkala menyerangnya dengan kemampuan bela dirinya, meski senopati Kolomonggo seorang jawara bela diri, dia tak sanggup melawan Adipati Burhansangkala yang sedang dalam kemarahannya.

__ADS_1


Berkali-kali senopati Kolomonggo terkena serangan Adipati Burhansangkala, sampai dia tak berkutik dibuatnya, lalu dengan kelicikkannya senopati Kolomonggo berkata pada Adipati Burhansangkala bahwa jika dia sampai mati terbunuh dalam pertarungan ini, yang jelas putri kesayangannya yaitu Putri Galuhsangkala juga akan ikut mati karena Putri Galuhsangkala sekarang sedang terkena senjata beracun miliknya dan tidak akan ada seseorangpun yang dapat menyembuhkannya kecuali dirinya yaitu senopati Kolomonggo, sebab hanya dialah yang punya obat penawar racun tersebut.


__ADS_2