
Kemudian dalam rencana tersebut, senopati Kuncoro memerintahkan salah satu prajurit untuk bersiap siap mamanah pendekar Saka.
Sementara itu, senopati Kumara sudah hampir siap akan segera menghempaskan bola api raksasa ciptaannya dari aji wisanggeni nya.
Lalu Saka terus menerus menyerang senopati Kumara dengan jurus mata dewanya, tapi senopati Kuncoro menahannya.
Dan prajurit yang diperintahkan, dia sudah siaga membidik Saka dengan panahnya.
Saka semakin memperkuat jurus mata dewanya, dia terus menerus menyerang senopati Kumara, tujuannya untuk menggagalkan rencana senopati Kuncoro.
Tapi itu semua sudah terlambat, karena bola api raksasa yang di buat oleh senopati Kumara, sudah siap.
Tanpa basa-basi, senopati Kumara segera menghempaskan jurus bola api raksasa tersebut kearah pendekar Saka.
Saka langsung tercengang melihat bola api yang segitu besarnya, dia segera memusatkan jurus mata dewanya kearah bola api raksasa itu.
Dan ternyata, jurus mata dewa tingkat tiga Saka masih tak sanggup untuk menahan bola api raksasa tersebut.
Lalu Saka mengerahkan seluruh cakranya untuk memperkuat jurus mata dewanya.
Ternyata berhasil, jurus mata dewa Saka mampu menahan bola api raksasa itu.
Tapi dia hanya bisa menahannya saja, tanpa bisa mementalkannya.
Akhirnya Saka tidak ada pilihan lain, selain harus mengeluarkan keris pusaka mahasura, yang dia dapat dari mendiang Raja Jakabirawa yang telah dia bunuh kala itu.
Keris mahasura adalah pusaka sakti yang bisa mendatangkan gelombang api besar.
Dengan keris itu, akhirnya Saka bisa menghancurkan bola api raksasa milik senopati Kumara.
Saka mengeluarkan api besar dari keris mahasura untuk melawan bola api raksasa tersebut.
Dia menggabungkan kekuatan jurus mata dewa, dengan kekuatan api dari keris mahasura.
Tak butuh waktu lama, dengan gabungkan dari kedua kekuatan tersebut, Saka dapat dengan mudah menghancurkan bola api raksasa yang berada tepat diatasnya.
__ADS_1
Kemudian senopati Kuncoro, segera memerintahkan prajurit suruhannya itu, untuk segera memanah Saka, sebab moment inilah yang dia cari saat ini.
Dengan hebatnya prajurit itu memanah Saka, tapi Saka menyadarinya.
Saat anak panah yang melesat kencang mengarah kepada Saka, saat itu juga Saka menggunakan jurus mata dewanya untuk mementalkannya.
Tapi ternyata, yang melesat kencang itu adalah senopati Kuncoro.
Jurus mata dewa Saka, tak mampu mementalkan senopati Kuncoro, sebab cakra yang dimilikinya tak cukup untuk membuat senopati Kuncoro yang menggunakan aji prajawesi bisa terpental.
Senopati Kuncoro melesat kencang ke arah Saka, dengan pukulan mautnya, senopati Kuncoro berhasil merobohkan Saka hingga nyungsep ketanah.
Anahnya, kenapa senopati Kuncoro dapat berpindah posisi sangat cepat dengan anak panah yang melesat kencang ke arah Saka tersebut, jurus apa yang dia pakai sebanarnya.
Ternyata senopati Kuncoro mempunyai ilmu serap raga, ilmu itu sama seperti milik Pangeran Jatiwijaya.
Ilmu serap raga mampu teleportasi atau perpindah tempat, dari tempat semula ketempat yang lain, tapi intinya harus bertukar posisi dengan sesuatu atau sebuah sarana yang dapat digantikan dengan posisinya.
Jadi kesimpulan ilmu serap raga, bisa bertukar posisi dengan cara menggunakan sebuah metode atau pelantara yang di lihatnya.
Senopati Kuncoro yang berhasil merobohkan Saka, dia terus menerus menghajarnya, sampai Saka ampun ampun.
"Senopati Kuncoro, tolong balaskan dendam Raja Jakabirawa yang telah dibunuh olehnya", senopati Kumara yang berteriak kencang kepada senopati Kuncoro.
Kemudian Raja iblis Kalazar yang melihat kejadian tersebut, dia akan bergegas melompat dari atas kudanya, untuk segera menolong punggawa andalannya, yaitu Saka sipendekar mata dewa.
Tapi ternyata tak semudah itu, saat Kalazar akan melompat dari kudanya, tiba-tiba, Bodas menubruknya hingga Kalazar terjatuh ketanah.
Saat posisi Bodas berada diatas Kalazar, dengan ilmu kekuatan tujuh gajah, Bodas segera memukul dengan sangat kencang dada Kalazar, hingga tanahpun bergetar, dan Kalazar sampai muntah darah.
Lalu saat Bodas akan memukalnya kembali, Kalazar mengeluarkan cakra dari dalam tubuhnya untuk mementalkan Bodas yang berada diatasnya.
Bodas pun terpental hingga dia mengalami cidera pada lengan kirinya, akibat saat dia terpental, lalu Bodas terbanting ketanah dengan sangat kencang.
Tapi untung saja, Bodas hanya cidera pada lengan kirinya, dan dia pun ternyata masih bisa berdiri sambil memegangi lengan kirinya tersebut.
__ADS_1
"Kenapa kau lakukan ini Bodaaasss...", teriak Raja iblis Kalazar yang penuh kekecewaan dan kemurkaan.
"Andai kau tahu Kalazar, aku bukanlah Bodas yang kau kenal, aku adalah senopati Trenggono, senopati terbaik kerajaan suryaloka, aku ditugaskan untuk memata mataimu beserta ayahmu, aku juga membaca semua gerak gerik gerombolanmu para pendekar aliran hitam, dan aku memberikan semua informasi tersebut kepada kerajaan suryaloka, dan menggiringmu kesini, ke suryaloka, dan saat inilah pembantaian dirimu sudah tiba Kalazar", Bodas alias senopati Trenggono berkata dengan begitu gagahnya.
Setelah mendengar penjelasan dari Bodas yang nama aslinya adalah senopati Trenggono, Kalazar murka, dia mengeluarkan ilmu kabut siluman, dan akan merubah semua orang yang ada dimedan perang menjadi batu.
Saat kabut siluman itu mulai disebarkan kepenjuru medan perang oleh Kalazar, disitu Pangeran Kasimwijaya mulai turun tangan.
Pangeran Kasimwijaya menggunakan jurus kalabaya, dia memanggil hujan untuk menetralkan pengaruh kutukan dari jurus kabut siluman Kalazar.
Malam itu suasana dimedan perang suryaloka sangat mencekam.
Raja iblis Kalazar tambah murka, sebab jurus kabut silumannya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Pangeran Kasimwijaya.
Kemudian tanpa basa-basi lagi, Mahapatih Damarwijaya dan kedua pangeran suryaloka segera menyerang Kalazar dengan bersama-sama.
Kedua pangeran suryaloka tersebut ialah, Pangeran Gunturwijaya dan juga Pangeran Kasimwijaya.
Sedangkan Bodas atau senopati Trenggono, dia juga ikut menyerang Kalazar, sebab Bodas tahu, jika hanya terkena pukulan ilmu kekuatan tujuh gajah darinya, Kalazar masih tetap kuat, meski dia sudah terluka atas pukulan tersebut.
Ternyata benar, Kalazar masih terlihat segar bugar, seperti tak terjadi apa-apa dengannya.
Meski Kalazar di keroyok empat kesatria sekaligus, Kalazar masih bisa membuat mereka berempat kewalahan.
Keempat kesatria tersebut yaitu, Mahapatih Damarwijaya, Pangeran Gunturwijaya, Pangeran Kasimwijaya dan juga senopati Trenggono atau biasa dipanggil Bodas.
Mereka berempat melawan Kalazar dengan penuh keyakinan dan keberanian, sebab mereka memang berada dipihak kebenaran.
Sedangkan senopati Kuncoro, dia masih menghajar Saka.
Jurus mata dewa Saka, kini sudah tidak bisa digunakan lagi, karena dia sudah kehabisan cakra.
Sebab senopati Kuncoro sudah merencanakan hal tersebut, agar Saka menghabiskan cakranya dalam satu serangan jurus mata dewa.
Maka dari itu, senopati Kuncoro menyuruh senopati Kumara untuk membuat bola api raksasa, tujuannya untuk memancing Saka agar mengeluarkan semua cakranya untuk menghancurkan bola api raksasa tersebut.
__ADS_1
Karena senopati Kuncoro paham akan jurus mata dewa Saka, jurus mata dewa Saka memang sangat hebat, tapi dalam kehebatan jurus tersebut, mempunyai satu kelemahan, yaitu terlalu banyak menguras cakra atau tenaga dalam.
Maka hal itulah yang dimanfaatkan oleh senopati Kuncoro untuk mengalahkan Saka.