PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
125. Sanjaya dalam bahaya


__ADS_3

Lalu disisi lain, ki Maung yang bertarung dengan Suwaji, mereka saling serangan satu sama lain.


Sedangkan Harun, murid ki Maung, dia harus menghadapi Sujiwo dan Suwondo.


Mereka semua sebenarnya sama sama dari suku Nam, tapi, Suwaji bersaudara, mereka bertiga memilih menyeberang dan bergabung dengan para pendekar aliran hitam karena alasan tertentu.


Dan kini mereka semua harus bertemu dan bertarung dimedan perang, demi membela kubu masing-masing dari mereka.


Suwaji yang lebih hebat dari ki Maung, dia mendesaknya hingga ki Maung hampir terkalahkan dalam pertarungan beladiri.


Tapi untung saja ki Maung adalah seorang yang sangat berpengalaman dari segi pertarungan, maka dari itu, dia masih bisa bertahan dari gempuran serangan Suwaji.


Lalu Harun, murid berbakat ki Maung, dia bisa mengatasi dua saudara Suwaji, yaitu Sujiwo dan Suwondo.


Kemampuan beladiri Sujiwo dan Suwondo, jauh dibawah Harun, maka dari itu, Harun tidak kesulitan meski dia harus melawan dua orang sekaligus.


"Kanda Sujiwo, jika kita tetap seperti ini, bisa bisa kita dibuat babak belur oleh si Harun", kata Suwondo yang sedang panik oleh kehebatan Harun.


Akhirnya mereka berdua menggunakan jurus rahasia yang belum pernah mereka gunakan sama sekali, dan baru kali ini mereka berdua, Sujiwo dan Suwondo akan menggunakan jurus rahasia tersebut.


Sujiwo dan Suwondo, mulut mereka komat kamit, hal itu membuat Harun jadi penasaran dibuatnya.


Lalu tanpa basa-basi, Harun segera menyerang mereka berdua, Sujiwo dan Suwondo yang masih komat kamit mulutnya sedari tadi.


Lantas apa yang terjadi, Sujiwo dan Suwondo ternyata selalu menghindari serangan Harun.


Sepertinya mereka berdua masih tidak ingin bertarung dulu dengan Harun.


"He kalian berdua, apa yang kalian lakukan, jika kalian merasa pendekar hebat, ayo segera lawan aku sekarang juga", Harun yang sangat kesal oleh kelakuan Sujiwo dan Suwondo.


Kemudian kita berganti topik kepertarungan Sanjaya melawan Prayoga.


Disitu Prayoga yang sangat geram kepada Sanjaya, akhirnya dia menggunakan ajian pamungkasnya, yaitu aji Bandung Bondowoso.


Aji Bandung Bondowoso adalah ajian penghancur tingkat tinggi, setingkat dengan aji brajamusti, aji gajah mungkur dan aji singo barong.


Sanjaya yang melihat situasi tersebut sempat was was, karena apa yang Prayoga keluarkan itu adalah ajian yang sangat luar biasa hebatnya di dunia persilatan.

__ADS_1


Ajian tersebut bisa menghancurkan sebongkah batu besar hanya dengan sekali pukul, apalagi jika terkena pada manusia, bisa bisa manusia tersebut akan mati seketika itu.


Prayoga dengan cepat menyerang Sanjaya, tapi Sanjaya berhasil menghindarinya.


Dalam pertarungan itu, Sanjaya benar-benar dibuat bingung, sebab jika dia hanya menghindar saja, Prayoga tak akan pernah berhenti, dan terus menyerangnya.


Kemudian hanya hempasan anginnya saja dari ajian Bandung Bondowoso yang Prayoga gunakan, hal itu sudah membuat Sanjaya kalang kabut, kerepotan melawan Prayoga.


"Waduhh... Cilaka aku, kalau sampai terkena pukulan Prayoga yang menggunakan ajian tersebut", Sanjaya yang berkata dalam hatinya.


"Ayolah Sanjaya, mana kehebatanmu yang tadi, kenapa kau malah selalu menghindari seranganku ini", kesombongan Prayoga mulai keluar.


Lalu untuk bisa melawan Prayoga, Sanjaya mengeluarkan ajian kilatsayuto.


Aji kilatsayuto adalah ajian yang bisa mengeluarkan aliran listrik dari dalam tubuh pemiliknya, dan bisa memanipulasi ajian itu menjadi sebuah cambuk kilat, yang bisa digunakan untuk menyerang lawannya dari jarak jauh.


Sanjaya harus mengeluarkan ajian tersebut, karena kemampuan perisai bayangannya tidak berpengaruh sama sekali pada ajian Bandung Bondowoso milik Prayoga.


Prayoga yang melihat Sanjaya mengeluarkan ajian pamungkasnya tersebut, dia hanya tersenyum saja, dan senyumannya adalah senyuman penghinaan.


Cambuk kilat sudah Sanjaya keluarkan, cambuk itu menyala terang dalam gelapnya malam pada saat itu.


Situasi dimana Sanjaya berada, kini menjadi terang karena cambuk tersebut.


Percikan dari cambuk kilat itu, membuat para prajurit yang berada didekatnya menghindar, karena mereka khawatir percikan itu bisa berbahaya jika terkena pada mereka, yaitu para prajurit.


Lalu Sanjaya menyerang Prayoga dengan cambuk kilatnya itu, tanpa pandang bulu.


Prayoga sangat lincah, dia bisa menghindari serangan Sanjaya dengan cepat.


Setiap Sanjaya mencambukkan, cambuk kilatnya itu, bunyi kencang bak kilat menyertainya.


Sampai sampai suasana disekitar sangat mencekam, para prajurit yang sedang bertempur pada ketakutan.


Prayoga masih saja tetap menghindari serangan Sanjaya, yang menggunakan ajian kilatsayuto.


Kemudian Prayoga menunjukkan tajinya, dia berusaha menerima serangan Sanjaya yang menggunakan kesaktiannya tersebut.

__ADS_1


Prayoga mempersilahkan Sanjaya untuk mencambuk dada Prayoga, dengan menggunakan ajian kilatsayuto.


Waktu itu sambaran aliran listrik yang begitu dahsyat, menghantam Prayoga dengan begitu hebatnya.


Sambaran itu bak sebuah kilat yang menyambar sasarannya hingga hancur.


Tapi apa yang terjadi, ternyata Prayoga baik baik saja dan tak bergeming sama sekali.


Sambaran cambuk kilatsayuto dari Sanjaya, tak berasa sama sekali terhadap Prayoga, kata Prayoga, sambaran itu rasanya bagai seekor semut yang menggigit.


Dengan kejadian itu, Sanjaya sangat terheran-heran, sebab biasanya, seseorang jika terkena sambaran cambuk kilatsayuto, dia pasti tewas karena hangus terbakar.


Tapi sekarang lain ceritanya, hal tersebut tidak pengaruh pada Prayoga.


Prayoga tetap baik baik saja meski dia terkena cambukan dari cambuk kilatsayuto milik Sanjaya.


Ternyata yang membuat Prayoga kebal terhadap serangan dari cambuk kilatsayuto, adalah ajian Bandung Bondowoso nya.


Sebab bukan hanya menjadi super kuat tenaga pemilik ajian Bandung Bondowoso, tapi ternyata dirinya pun juga akan kebal dari segala serangan berbahaya.


Kemudian Sanjaya menyerang Prayoga kembali menggunakan cambuk kilatsayutonya lagi, tapi apa yang didapat, cambuk tersebut malah dipegang oleh Prayoga dengan begitu santainya.


Sanjaya mencoba menarik cambuknya itu dari tangan Prayoga, tapi Prayoga memegangnya dengan sangat kuat.


Sanjaya pun sangat kesulitan menarik cambuknya tersebut, sebab tenaga Prayoga sangat kuat sekali memegang cabuk itu.


Dan akhirnya Sanjaya melenyapkan cabuk kilatsayuto dari tangannya, otomatis, cambuk itu juga akan ikut lenyap dari tangan Prayoga.


"Hahaha... Kenapa kau hilangkan cambuk kilatmu itu Sanjaya, aku masih ingin bermain main denganmu Sanjaya", ejekan Prayoga.


Kini Prayoga berada diatas angin, dia unggul segalanya dari Sanjaya.


Sedangkan Sanjaya, dia sudah kehabisan akal untuk bisa melawan Prayoga kembali, karena segala cara sudah dia kerahkan, tapi tak ada hasilnya sama sekali.


Sanjaya sepertinya sudah putus asa untuk melawan Prayoga kembali, tapi jika dia putus asa, berarti dia yang akan pergi ke akhirat terlebih dulu, karena dia pasti akan dibantai oleh Prayoga.


Jadi saat ini, Sanjaya benar-benar dalam bahaya, hidupnya tinggal tunggu beberapa saat lagi.

__ADS_1


Jika Prayoga segera menyerang Sanjaya, saat itulah detik detik dimana nyawa Sanjaya akan terancam.


Hanya keajaiban dari Yang Maha Kuasa, yang bisa menyelamatkan Sanjaya dari keadaan yang menyudutkannya.


__ADS_2