
Kemudian ada salah satu dari ratusan ular ular kecil tersebut memberitahu kepada Pangeran Jatiwijaya tentang dimana keberadaan adipati Ganjarsuroto itu berada.
Lalu saat Pangeran Jatiwijaya beserta senopati Balawarman akan segera bergegas pergi menuju ketempat adipati Ganjarsuroto tersebut, tiba-tiba datanglah ular kecil merah satu lagi memberitahu tentang keberadaan adipati Ganjarsuroto yang berada ditempat yang berbeda.
Seketika itu Pangeran Jatiwijaya sangat binggung, yang benar yang mana, ular kecil yang pertama apa yang barusan datang.
Saat situasi tak menentu, datanglah sekumpulan ular ular merah kecil, masing-masing dari ular ular itu menyampaikan keberadaan adipati Ganjarsuroto disalah satu tempat yang berbeda beda.
Waktu itu tambah bingung Pangeran Jatiwijaya dibuatnya.
"Siaaal.... apa apaan ini, kenapa bisa ada banyak adipati Ganjarsuroto", kekesalan Pangeran Jatiwijaya.
"Lalu kita harus bagaimana Pangeran", tanya senopati Balawarman pada Pangeran Jatiwijaya.
Selang beberapa lama, datanglah Patih Linduaji bersama Sanjaya dan juga Mandala.
Lalu Pangeran Jatiwijaya menjelaskan kepada mereka bertiga tentang masalah adipati Ganjarsuroto.
Saat mereka semua sudah tahu akan hal tersebut, kemudian Patih Linduaji berkata bahwa jalan satu-satunya kali ini kita harus bisa temukan sosok adipati Ganjarsuroto yang asli.
Kemudian Sanjaya berusaha membantu memecahkan masalah ini dengan menggunakan kemampuan mata batinnya untuk mencari keberadaan adipati Ganjarsuroto yang asli.
Akhirnya beberapa saat kemudian Sanjaya berhasil menemukan keberadaan adipati tersebut, apa yang Sanjaya lihat dengan mata batinnya, saat ini adipati Ganjarsuroto akan pergi atau melarikan diri dari istana paralayang dengan melewati sebuah jalan rahasia yang berada pada istana tersebut.
Kemudian para kesatria kesatria tersebut yaitu Pangeran Jatiwijaya, senopati Balawarman, Patih Linduaji, Sanjaya dan juga Mandala, mereka semua segera bergegas mengejar adipati Ganjarsuroto yang akan melarikan diri.
Ternyata benar apa yang dikatakan oleh raden Bambangsuroto, tidak mudah begitu saja untuk menangkap ayahnya yaitu adipati Ganjarsuroto.
Sebab adipati Ganjarsuroto bukanlah orang sembarangan, dia adalah orang hebat yang memiliki ilmu yang tinggi.
Akhirnya dengan bantuan Sanjaya, adipati Ganjarsuroto bisa diketemukan keberadaannya.
"Heee... mau kabur kemana kau adipati Ganjarsuroto", kata Patih Linduaji.
Kemudian adipati Ganjarsuroto mengurungkan niatnya untuk kabur dari istananya tersebut, sebab keberadaannya sudah diketahui oleh para kesatria kesatria tersebut.
__ADS_1
Lalu tidak ada jalan lain lagi bagi adipati Ganjarsuroto selain harus bertarung melawan para kesatria kesatria itu.
Akhirnya pertarungan pun tak bisa terelakkan lagi, adipati Ganjarsuroto beserta para prajuritnya bertarung melawan para kesatria kesatria tersebut yaitu Patih Linduaji, Pangeran Jatiwijaya, senopati Balawarman, Sanjaya dan Mandala.
Ternyata para prajurit adipati Ganjarsuroto sangat hebat hebat, karena mereka semua adalah para prajurit khusus paralayang.
Otomatis kemampuan dari para prajurit tersebut lebih hebat dari pada prajurit biasa.
Pertarungan itu sangat menantang bagi para kesatria kesatria tersebut.
Mereka para kesatria kesatria tersebut semakin antusias dalam pertarungan itu.
Patih Linduaji segera maju melawan adipati Ganjarsuroto, sedangkan para kesatria yang lainnya melawan para prajurit.
Adipati Ganjarsuroto sangat hebat dalam adu bela diri, Patih Linduaji sempat kekalahan saat itu.
Tapi Patih Linduaji juga tak mau kalah, Beliau masih berusaha dalam pertarungan tersebut.
Kemudian adipati Ganjarsuroto memperbanyak dirinya menggunakan ajian balasewu.
"Ohh... ternyata kau mempunyai aji balasewu, pantas saja waktu kami cari, dirimu ada dimana mana", kata Patih Linduaji kepada adipati Ganjarsuroto.
Dengan aji balasewu, adipati Ganjarsuroto berhasil memperbanyak dirinya menjadi sepuluh orang, dan pertarungan tersebut jadi tak seimbang, karena Patih Linduaji kini harus melawan adipati Ganjarsuroto yang berjumlah sepuluh orang.
Tapi bagi Patih Linduaji biarpun sepuluh atau seratus orang adipati Ganjarsuroto, Beliau tak gentar untuk melawannya, sebab Patih Linduaji memiliki ilmu yang dahsyat yaitu ajian singo barong.
Dengan ajian singo barong, Patih Linduaji menjadi sangat kuat, badannya kebal dan sekali pukul, batu sebesar apapun akan hancur dibuatnya.
Dalam dunia persilatan, ilmu penghancur yang terkenal ada tiga macam yaitu aji brajamusti, aji bandung bondowoso dan aji singo barong.
Ketiga ajian tersebut adalah ilmu tingkat tinggi dalam dunia persilatan.
Tak mudah untuk menguasai ketiga ajian itu, maka dari itu tak sembarang orang yang mempunyai ajian tersebut.
Termasuk orang pilihan berarti jika mempunyai ajian tersebut.
__ADS_1
Maka dari itu, Patih Linduaji tak merisaukan meski dirinya harus melawan beberapa orang sekaligus, karena Beliau memiliki ajian singo barong.
Pertarungan antara Patih Linduaji melawan adipati Ganjarsuroto yang menjadi sepuluh orang sangat sengit sekali.
Walau Patih Linduaji dikeroyok oleh sepuluh adipati Ganjarsuroto, tapi Patih Linduaji dapat dengan mudah menghajarnya satu per satu, karena dengan ajian singo barong, kini Patih Linduaji sangat kuat sekali.
Sepuluh adipati Ganjarsuroto dibikin babak belur satu per satu oleh Patih Linduaji.
"Kurangajar... kuat sekali tenaga Patih Linduaji, mungkin benar kabar yang selama ini aku dengar bahwa Patih Linduaji memiliki ajian singo barong", kata adipati Ganjarsuroto dari dalam hatinya.
"Ayo lawan aku... kenapa kalian bersepuluh orang hanya diam saja, kalau perlu tambah lagi jumlahmu adipati Ganjarsuroto, sebanyak apapun jumlahmu, aku tak akan gentar melawanmu", kata Patih Linduaji kepada kesepuluh adipati Ganjarsuroto yang telah dihajarnya.
Akhirnya adipati Ganjarsuroto menyatukan kembali kesepuluh wujudnya menjadi satu wujud saja yaitu dirinya yang asli, sebab sebanyak apapun dia menambah wujudnya, dia sadar bahwa tak akan menang melawan Patih Linduaji yang memiliki aji singo barong.
Maka dari itu, adipati Ganjarsuroto mengeluarkan pusaka sakti nya yaitu keris macan putih.
Dengan begitu adipati Ganjarsuroto bisa memanggil keluar macan putih yang bersemayam dalam keris tersebut.
Lalu seketika itu keluarlah seekor macan putih yang tiba-tiba melompat dari dalam keris sakti adipati Ganjarsuroto.
Ukuran macan putih itu tidak seperti macan putih pada umumnya.
Macan putih yang keluar dari dalam keris sakti itu ukurannya tiga kali lebih besar dari pada macan putih pada umumnya.
Kemudian adipati Ganjarsuroto segera memerintahkan macan putih itu untuk segera menyerang Patih Linduaji.
Patih Linduaji nampak tenang tenang saja melihat situasi yang seperti itu.
Saat macan putih itu melompat dan akan menerkam Patih Linduaji, seketika itu Patih Linduaji menghindar dengan cepat lalu memukul macan itu menggunakan kekuatan ajian singo barong dengan sangat keras.
Tapi apa daya, macan putih itu nampak biasa biasa saja, tidak nampak kesakitan sama sekali dengan pukulan dari Patih Linduaji yang menggunakan ajian singo barong nya.
Kemudian Patih Linduaji dibuat bingung olehnya, kenapa ajian singo barong nya tidak mempan pada macan tersebut.
Adipati Ganjarsuroto nampak senang sekali melihat macan putihnya tidak mempan oleh serangan dari ajian singo barong milik Patih Linduaji.
__ADS_1