PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
161. Tak sesuai dengan harapan Kusuma


__ADS_3

Saat itu pertarungan Kusuma melawan Begawan Ludoyo sudah tak terelakkan lagi.


Kusuma dengan kesaktiannya yaitu jurus tapak dewa tingkat terakhir, yang langsung dia gunakan untuk lawan Begawan Ludoyo, membuat Kusuma terlihat mendominasi pertarungan tersebut.


Dengan jurus tapak dewa tingkat terakhir, bukan hanya sekedar menjadi kuat dan cepat, tapi Kusuma juga bisa menguasai keempat kekuatan elemen alam sekaligus, yaitu elemen besi angin petir dan api.


Dengan kekuatannya tersebut Kusuma berhasil membuat Begawan Ludoyo kewalahan.


Dan para Ksatria yang melihat pertarungan tersebut sangat heran dan kagum, melihat kekuatan atau kesaktian Kusuma yang sangat luar biasa.


"hebat sekali Ksatria itu, Siapakah dia sebenarnya, Kenapa sekelas punggawa memiliki kesaktian yang sangat luar biasa seperti itu", Pangeran Guntur Wijaya sangat penasaran dengan Kusuma.


Kemudian Adipati mukas barada memberitahu tentang punggawa tersebut kepada Pangeran Guntur Wijaya.


Adipati mukas barada juga menceritakan bahwa dia telah ditolong oleh ksatria tersebut atau punggawa itu.


"Untung saja punggawa itu sudah berpihak kepada kita, Jika dia masih menjadi musuh kita sampai sekarang ini, entah apa yang akan terjadi pada kita semua, Jika seorang hebat seperti dia menyatukan kekuatan dengan Begawan Ludoyo, Habis sudah kita semua", Pangeran Guntur Wijaya berkata dengan tatapan tegang saat dia melihat pertarungan Kusuma melawan Begawan Ludoyo.


"apa tidak seharusnya kita membantu Kusuma saat ini pangeran, Kusuma adalah pengguna jurus tapak dewa, dan dia telah menggunakan jurus tapak dewa tingkat terakhirnya, Maka dari itu dia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa tersebut, Tapi itu semua harus dibayar mahal, karena nyawa dia yang akan jadi tumbal oleh jurusnya sendiri", kata Adipati mukas barada kepada Pangeran Guntur Wijaya.


Kemudian kedua Ksatria tersebut, ya itu Pangeran Guntur Wijaya dan Adipati mukas barada, mereka berdua segera membantu Kusuma untuk melawan Begawan Ludoyo.


Tapi apa daya ternyata kedua ksatria tersebut, tindakannya itu di halangi oleh para pasukan manusia tanah.


Dan seolah-olah para Manusia tanah itu tak ada habisnya, mereka selalu muncul dan berdatangan menyerbu kedua ksatria tersebut, ya itu pangeran Guntur Wijaya dan Adipati Mukas barada.


Itulah kehebatan Begawan Ludoyo, dia menciptakan para pasukan manusia tanah untuk menghalangi dan menghancurkan semua musuh-musuhnya.


Karena serangan para Manusia tanah tersebut, para pasukan Pangeran Guna Wijaya banyak yang menjadi korban.


Dan juga para pasukan Begawan Ludoyo yang telah membelot darinya, juga banyak yang telah menjadi korban dari ganasnya para pasukan manusia tanah tersebut.


"para pasukan jangan lengah, tetap lindungi Pangeran Guna Wijaya, sampai beliau selesai mengumpulkan cakranya kembali", kata pangeran suta birawa yang setia melindungi Pangeran Guna Wijaya dari setiap serangan para pasukan manusia tanah.


Lalu para pasukan manusia tanah itu menyerang pangeran suta birawa dengan begitu ganasnya.


Saat itu Pangeran suta birawa masih bisa bertahan dan memberikan serangan kepada manusia tanah tersebut.

__ADS_1


Tapi apa daya, ternyata Pangeran suta birawa hampir kewalahan dengan perlawanan dari manusia tanah itu, sebab jumlah para Manusia tanah tidak semakin berkurang tapi Malah semakin banyak jumlahnya tersebut.


Sehingga membuat semua pasukan punggawa maupun Ksatria dibuat sangat kewalahan, dengan terus bertambahnya para pasukan manusia tanah itu.


Sampai saat ini korban selalu berjatuhan dikubu Pangeran Guna Wijaya.


Pangeran Guna Wijaya yang melihat kejadian itu sangat merasa sedih, sebab saat ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena masih dalam tahap mengumpulkan cakranya kembali.


Semua pasukan punggawa maupun Ksatria rela mati demi melindungi Pangeran Guna Wijaya.


"aku mohon bertahanlah sebentar lagi para pasukan ku semua, sedikit lagi cakraku akan segera pulih", kata Pangeran Guna Wijaya.


Di situ Pangeran Jati Wijaya beserta Mandala juga ikut melindungi pangeran guna wijaya.


"Kanda Pangeran Guna Wijaya, jangan khawatirkan kami, teruslah berkonsentrasi untuk segera memulihkan cakramu kembali, di sini kami sekuat tenaga akan selalu melindungimu", kata Pangeran Jati Wijaya.


Pangeran Jati Wijaya menggunakan pusakanya yaitu cumati Banaspati, untuk melawan para pasukan manusia tanah tersebut.


Dengan pusakanya itu, Pangeran Jati Wijaya berhasil menghancurkan banyak sekali para pasukan manusia Tanah.


Begitupun juga Mandala, dengan jurus belati angin, dia juga banyak menghancurkan para Manusia tanah.


Kemudian Kusuma sipendekar tapak dewa telah membikin lawannya yaitu begawan Ludoyo keteteran dibuatnya.


Dengan kekuatan elemen besi, Kusuma berhasil membuat Kedua tangan dan kaki begawan Ludoyo tancapkan sebilah besi, yang menghujam ketanah.


Dan begawan Ludoyo pun tak dapat bergerak atas serangan tersebut dari Kusuma.


Saat ini Kusuma sedang diatas angin, sebab dia berhasil membuat lawannya tak berdaya.


"Sudah saatnya kau mati begawan Ludoyo", Kusuma akan menancapkan sebilah besi terakhir ke kepala begawan tersebut.


Kemudian saat sebilah besi itu akan menancap tepat ke kepala begawan Ludoyo, tiba tiba besi itu patah saat menyentuh kepala begawan tersebut.


Kusuma sempat kaget dan heran dengan situasi yang seperti itu.


Akhirnya dia mengulangi menancapkan sebilah besi lagi ke kepala lawannya itu, tapi berkali kali dia lakukan, tetap saja sebilah besi tersebut patah saat menyentuh kepala lawannya tersebut, yaitu begawan Ludoyo.

__ADS_1


Lalu begawan Ludoyo ketawa terbahak bahak, menertawai Kusuma yang tidak bisa membunuhnya.


"Kenapa ini bisa terjadi, padahal kedua tangan dan kakimu bisa tertancap oleh sebilah besiku, tapi kenapa kepalamu tidak mempan oleh serangan sebilah besiku ini", tanya Kusuma yang sangat penasaran akan kebalnya kepala begawan Ludoyo, yang tak bisa tertusuk oleh sebilah besinya tersebut.


"hahaha... Biarpun kau menggunakan seluruh kekuatanmu, kau tak akan sanggup membunuhku Kusuma", ucap Begawan Ludoyo.


"dari awal bukannya aku kalah denganmu, tapi aku hanya ingin menjajaki Kesaktianmu, sehebat apakah pengguna jurus tapak dewa tersebut, ternyata kekuatanmu tak lebih hebat dari pangeran Guntur Wijaya", kata Begawan tersebut.


Kemudian dengan mudahnya Begawan Ludoyo mematahkan sebilah besi yang menancap kepada kedua tangan dan kakinya.


Tanpa rasa lelah sedikitpun Begawan Ludoyo segera bangkit, dari tempat di mana dia telah tertusuk oleh sebilah besi tersebut.


Lalu dengan sekejap luka-luka yang dialami oleh Begawan Ludoyo pulih dengan sendirinya dengan sangat cepat.


Kusuma yang melihat kejadian itu nampak tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Dalam hati Kusuma Dia berkata, bahwa yang dia lawan itu bukanlah manusia melainkan Dewa.


Kemudian Begawan Ludoyo berkata, hanya Pangeran Guna Wijaya yang dapat menandinginya, yang lain hanyalah sampah.


Mendengar perkataan itu Kusuma naik darah.


Tanpa banyak bicara Kusuma segera menyerang Begawan Ludoyo, menggunakan kekuatan penuh.


Sedangkan Begawan Ludoyo tak memberi perlawanan sedikitpun, dia hanya diam saja menikmati setiap serangan Kusuma.


Serangan elemen besi angin petir dan api milik Kusuma, Tak ubahnya seperti mainan saja.


Tak butuh Waktu lama Begawan Ludoyo menyerap semua kekuatan milik Kusuma.


Kini Kusuma tak lagi bisa menggunakan kesaktiannya yaitu jurus tapak dewa.


Sebab seluruh kekuatannya sudah terserap habis oleh Begawan Ludoyo.


Kini posisi tersebut berbalik 180 derajat, yang tadinya Kusuma menguasai penuh tentang pertarungan tersebut, sekarang keadaannya berbalik.


Kusuma tak lagi bisa berbuat apa-apa lagi tanpa kesaktiannya tersebut.

__ADS_1


Sungguh ironis sekali nasib Kusuma, Padahal dia sangat yakin akan bisa mengalahkan Begawan Ludoyo, tapi nyatanya berbeda.


Kini yang akan dikirim ke akhirat bukanlah Begawan Ludoyo, tapi dirinya sendiri yaitu Kusuma.


__ADS_2