
Saat itu Suwaji benar-benar murka, dia merasa dipermainkan oleh manusia harimau emas.
Segala serangan yang didukung oleh tenaga supernya, tak mempan sama sekali pada manusia harimau emas tersebut, sehingga membuat Suwaji kehilangan kesabarannya.
Dan akhirnya Suwaji mengumpulkan semua sisa tenaga supernya, lalu disatukan dengan ajian damar kambangnya, sehingga terciptalah energi bola hitam yang besar.
Manusia harimau emas hanya diam saja melihat itu semua, dia tidak takut sama sekali dengan sesuatu hal yang dilakukan oleh Suwaji si manusia macan kumbang tersebut.
"Kau kali ini pasti akan binasa, bajingan!", kata Suwaji yang akan menghempaskan bola energi hitamnya itu.
Lalu dengan sekuat tenaga, Suwaji menghempaskan bola energi itu pada lawannya tersebut.
Bola energi itu menghunjam begitu kencangnya pada manusia harimau emas.
Seketika itu, dengan hanya satu tangan saja, manusia harimau emas itu menahan bola energi hitam tersebut, yang telah menghunjam kepadanya.
Bola energi hitam itu semakin kuat menghunjam jika ditahan, tapi bagi manusia harimau emas, hal itu tak jadi masalah baginya.
Sebab jika bola energi hitam itu semakin kuat, justru manusia harimau emas jadi sangat bersemangat sekali.
Lalu Suwaji yang melihat peristiwa itu, dia ketawa kegirangan, karena dia yakin bahwa bola energi hitamnya itu, pasti akan membinasakan lawannya tersebut, yaitu manusia harimau emas.
Tapi tanpa diduga, tiba-tiba bola energi hitam itu, bukannya meledak, malah lenyap terserap oleh manusia harimau emas tersebut.
Suwaji yang melihatnya, sampai tak berkedip dibuatnya, dia baru merasa ketakutan saat ini melihat kehebatan lawannya itu, manusia harimau emas.
Lalu setelah beberapa saat kemudian, manusia harimau emas itu berjalan pelan pelan mendekati Suwaji si manusia macan kumbang.
"Apa!!, ini benar-benar tidak mungkin, bagaimana bisa dia lolos dari kekuatan pamungkasku itu", Suwaji sangat terkejut dengan apa yang telah dia lihat.
Kemudian Suwaji memutuskan untuk lari dari pertempuran, karena suatu hal yang tidak mungkin, jika dia harus melawan manusia harimau emas, yang kekuatannya sangat jauh sekali diatasnya.
"Sejauh apapun kau lari, kau tidak akan pernah bisa lolos dariku, Suwaji", peringatan keras dari manusia harimau emas, kepada Suwaji si manusia macan kumbang.
Sebenarnya sang manusia harimau emas adalah gabungan kedua senopati, Sandiaga dan Barda saat berada pada wujud manusia harimau loreng.
Kedua senopati itu mempunyai jurus penyatuan raga didalam wujud manusia harimau.
Jurus penyatuan raga tersebut, mereka ciptakan sendiri dari sebuah ikatan persaudaraan yang sejati.
__ADS_1
Memang jurus tersebut kesannya sama seperti jurus milik kedua saudara Suwaji, yaitu Sujiwo dan Suwondo, yang telah menyatukan diri menjadi gancet ireng dan memiliki kekuatan besar.
Tapi perbedaan antara sang manusia harimau emas dan si gancet ireng, terletak pada para pendekarnya.
Kedua senopati, Sandiaga dan Barda, mereka berdua bisa berubah wujud menjadi manusia harimau loreng dan memiliki kekuatan yang mampu menandingi Suwaji si manusia macan kumbang.
Sedangkan Sujiwo dan Suwondo, mereka berdua meski dari suku Nam, mereka tidak bisa berubah wujud menjadi manusia harimau, dan kekuatan mereka berdua jauh dibawah kedua senopati tersebut.
Perubahan wujud menjadi gancet ireng ada kelemahannya, yaitu kalau sudah menyatu, tidak bisa pisah kembali.
Tapi perubahan wujud menjadi manusia harimau emas, sangat sempurna sekali, kalau sudah menyatu, kapanpun bisa pisah dan menyatu kembali jika diharapkan.
Itulah perbedaan yang sangat menonjol antara manusia harimau emas dan gancet ireng.
"Siaaalll... Cepat sekali kau mengejarku, bajingan!!", Suwaji yang terkejut, karena tiba-tiba manusia harimau emas sudah berada didepannya.
"Sejauh apapun kau lari, kau tidak akan bisa lolos dariku, Suwaji", manusia harimau emas berkata.
"Lantas, apa yang kau harapkan dariku, yang sudah tidak sanggup melawanmu", keputus asaan Suwaji.
"Aku mengharapkan kematianmu", manusia harimau emas menjawab.
Dekapan itu susah sekali dilepaskan oleh manusia harimau emas.
"Kenapa kau mendekapku Suwaji", manusia harimau emas sangat penasaran akan tindakan Suwaji tersebut.
"Aku akan membawamu ke alam baka, hahaha.... " jawab Suwaji si manusia macan kumbang, yang akan meledakkan diri bersama lawannya itu.
"Siaaaaallll.... ", manusia harimau emas sangat cemas akan hal tersebut.
Lalu dengan sekuat tenaga, manusia harimau emas menyerang Suwaji, agar Suwaji melepaskan dekapannya itu padanya.
Tapi dekapan Suwaji begitu kuatnya, bahkan serangan manusia harimau emas, tidak dirasa oleh Suwaji, karena Suwaji niat bunuh diri bersama dengannya, yaitu bersama manusia harimau emas.
"Ayahhh...!!! Cepat menjauh dari sini", kedua senopati, Sandiaga dan Barda yang telah menyatu menjadi manusia harimau emas, dia menyuruh ayahnya, yaitu ki Maung yang telah menjadi manusia harimau putih, untuk segera menjauhi tempat tersebut, karena sebentar lagi Suwaji akan meledakkan diri bersamanya.
Melihat situasi itu, ki Maung sebagai seorang ayah tak tega jika harus meninggalkan kedua putranya tersebut, maka dari itu, ki Maung memutuskan untuk segera menyelamatkan kedua putranya yang telah menyatu menjadi manusia harimau emas, yang saat ini sedang dalam bahaya.
Lalu beberapa saat kemudian, meledaklah Suwaji bersama manusia harimau putih yang dia dekap.
__ADS_1
Ledakkan itu sampai membuat medan perang terguncang hebat.
Singkat cerita, beberapa lama kemudian ternyata manusia harimau emas masih hidup dalam ledakkan tersebut.
Dan ternyata ki Maung pun juga masih hidup, yang tadinya akan menyelamatkan kedua putranya tersebut, yang telah menyatu menjadi manusia harimau emas.
Ternyata sewaktu tadi saat ki Maung akan menyelamatkan kedua putranya itu, tiba-tiba dia dicegah oleh begawan Winara, yang berbicara lewat telepati atau kontak batin dengan dirinya, yaitu ki Maung.
Begawan Winara berkata, bahwa dia sangat percaya pada kekuatan kedua senopati tersebut, yaitu Sandiaga dan Barda, maka dari itu, begawan Winara menyuruh ki Maung agar menuruti permintaan kedua putranya tersebut, agar ki Maung segera menjauhi tempat itu, tempat dimana Suwaji akan meledakkan dirinya.
Maka dari itu, dalam ledakkan tersebut, ki Maung baik baik saja, karena dia ternyata dari awal sudah menjauhi tempat itu atas saran dari begawan Winara, seorang penasehat kerajaan suryaloka, yang sakti mandraguna.
Kemudian bagaimana keadaan manusia harimau emas tersebut, setelah selamat dari ledakkan itu.
Niat untuk membunuh manusia harimau emas, Suwaji si manusia macan kumbang malah salah perhitungan.
Sebab saat Suwaji mendekap lawannya tersebut, untuk ikut mati bersama dalam ledakkan yang akan dia timbulkan dari jurus bunuh dirinya.
Ternyata lawannya tersebut, yaitu manusia harimau emas, malah selamat dari ledakkan itu.
Bahkan tidak ada luka sedikitpun, akibat ledakkan itu pada diri manusia harimau emas.
"Hanya ledakkan seperti ini, tidak akan membuatku binasa atau mati", kata manusia harimau emas.
Kemudian ada sebuah benda kecil yang bercahaya, yang sedang melayang didepan manusia harimau emas.
Cahaya benda itu sangat merah membara.
Lalu dengan cepat, manusia harimau emas, segera mengambil benda tersebut yang sedang melayang didepannya.
Tanpa banyak basa basi, benda itu segera dihancurkan oleh manusia harimau emas, hingga hancur menjadi abu.
Ternyata benda tersebut adalah mustika harimau sakti.
Mustika itulah inti jiwa dari Suwaji si manusia macan kumbang.
Suwaji sebagai manusia macan kumbang, bisa hidup sampai tujuh kali jika dia terbunuh, dan kekuatannya pun akan meningkat jika suwaji hidup kembali dari kematian tersebut.
Sebab hal tersebut karena pengaruh dari mustika harimau sakti, yang berada didalam tubuh Suwaji si manusia macan kumbang.
__ADS_1
Tapi setelah mustika tersebut dihancurkan oleh manusia harimau emas, kini Suwaji tak akan bisa hidup kembali untuk selamanya.