
Beberapa hari kemudian Pangeran Gunawijaya beserta pengawalnya meneruskan perjalanan menyatukan pendekar aliran putih, kebetulan mereka melewati padepokan lawang sewu milik Sanjaya dan mereka semua mampir sebentar untuk berpamitan kepada Sanjaya. Disaat mereka akan berpamitan didalam padepokan itu nampak Mandala yang masih ada disana mejalani perawatan luka dalamnya oleh Sanjaya, lalu Sanjaya yang mengetahui kedatangan Pangeran Gunawijaya beserta pengawalnya menjamunya dengan baik dan ramah akan kedatangan mereka tersebut yaitu Pangeran Gunawijaya, Pangeran Jatiwijaya, Jatmiko, Kedasih dan kedua senopati yaitu Balawarman dan Balamarwan.
"Oh, Pangeran Gunawijaya, silahkan masuk Pangeran, hamba sangat senang dan beruntung sekali atas kedatangan seorang Pangeran besar seperti Pangeran Gunawijaya ini, sekiranya hamba boleh tahu ada gerangan apa Pangeran sekalian datang kepadepokan hamba yang kecil ini?", Kata Sanjaya dengan raut wajah yang nampak ceria karena menyambut kedatangan seorang Putra Mahkota suryaloka yaitu Pangeran Gunawijaya.
"Maksud kedatangan saya kesini hanya untuk perpamitan kepada kalian semua", Kata Pangeran Gunawijaya dengan penuh kewibawaan.
"Maaf Pangeran, kalau boleh tahu sebenarnya akan kemanakah tujuan Pangeran beserta para rombongan semuanya?", Tanya Sanjaya dengan rasa penasaran kepada Pangeran Gunawijaya.
Akhirnya Pangeran Gunawijaya menceritakan semuanya tentang perihal yang sebenarnya ia jalani dalam tujuan perjalannya itu pada Sanjaya? Dan Sanjaya yang akhirnya mengetahui tujuan tersebut, dia berniat ingin ikut serta dalam perjalanan tersebut, karena Sanjaya merasa tujuan Pangeran Gunawijaya dalam mengemban tugas dari Nyi Roro Kidul itu adalah tujuan yang sangat mulya.
Kemudian Mandala yang mendengarkan percakapan itu dia segera bangun dari tidurnya, meski dia masih dalam perawatan tapi dia berusaha untuk bisa bertemu dengan Pangeran Gunawijaya, lalu Mandala bertanya?
__ADS_1
"Maaf Pangeran Gunawijaya, apakah saya juga diperbolehkan ikut dalam perjalanan ini, sebab dengan perjalanan ini, dengan tugas ini dan dengan perjuangan ini saya Mandala ingin menebus semua dosa-dosa yang selama ini pernah saya lakukan karena saya ingin berbuat kebaikkan didalam sisa hidup saya ini Pangeran".
Semua yang ada didalam ruangan padepokan itu sempat terkejut mendengar perkataan dari Mandala, karena yang mereka tahu Mandala adalah seorang perampok besar yang mempunyai banyak anak buah, tapi kenapa tiba-tiba dia sadar akan kejahatannya itu. Kemudian senopati Balawarman berkata kepada Mandala dengan tegas dan lantang?
"He kau Nandala!, apa kau sadar akan perkataanmu itu dan apa perkataanmu itu bisa dipertanggung jawabkan?".
"Saya sadar akan perkataanku ini senopati, jika saya hanya membual, silahkan penggal kepalaku ini karena kepalaku ini adalah jaminan dari perkataanku ini", jawab Mandala dengan sangat tegas dan lantang juga kepada senopati Balawarman.
Akhirnya Pangeran Gunawijaya mengizinkan kedua pedekar itu turut serta dalam perjalanannya, tapi dengan satu syarat. Mereka berdua antara Mandala dan Sanjaya harus bisa bersatu dan mengakhiri permusuhan mereka berdua selama ini, karena selama didalam perjalanan, tugas Pangeran Gunawijaya adalah suatu misi yang akan menumpas kejahatan yang akan terjadi ditanah jawa dwipa, sebab didalam rombongan Pangeran Gunawijaya tidak ada kata musuh, yang ada hanyalah para kesatria kesatria tangguh yang siap berjuang demi kedamaian tanah jawa dwipa yang akan datang, karena persatuan adalah modal utama bagi para kesatria kesatria tangguh yang akan berjuang bersama Pangeran Gunawijaya. Akhirnya mereka berdua Sanjaya dan Mandala berjanji didepan Pangeran Gunawijaya akan mengakhiri permusuhan mereka berdua demi untuk berjuang bersama menyelamatkan tanah jawa dari kehancuran yang akan dilakukan oleh sesosok misterius. Lalu berangkatlah mereka semua meneruskan perjalanan yang belum usai. Dan masalah padepokan lawang sewu, Sanjaya menyerahkan semuanya pada murid tertuanya, Sanjaya berpesan suatu saat para murid-muridnya akan dibutuhkan didalam perang besar yang akan terjadi ditanah jawa, mereka semua harus siap untuk berjuang demi kedamaian tanah jawa dwipa suatu saat. Dan begitupun Mandala, dia berpesan pada semua anak buahnya untuk meninggalkan kejahatan dan bergabung kedalam padepokan lawang sewu, karena suatu saat mereka semua juga harus ikut berjuang untuk berperang demi keselamatan tanah jawa. Tapi disaat para rombongan Pangeran Gunawijaya akan segera berangkat, tiba-tiba Putri Senjabirawa datang kepadepokan lawang sewu beserta para prajurit pengawalnya, ia yang mengetahui guru besarnya yaitu Sanjaya ikut serta dalam perjalan Pangeran Gunawijaya, sebenarnya ia tidak terima, tapi setelah Pangeran Gunawijaya menceritakan semua tentang masalah yang akan terjadi ditanah jawa, akhirnya Putri Senjabirawa mengizinkan gurunya untuk ikut serta dalam perjalanan Pangeran Gunawijaya demi misi kedamaian jawa dwipa.
"Oya, berhubung hari masih pagi, bagaimana kalau setidaknya Pangeran Gunawijaya beserta rombongan mampir dulu keistana giritunggal, karena saya sekarang mengundang kalian semua untuk datang keistana", Kata Putri Senjabirawa dengan wajah tersipu malu saat memandang Pangeran Gunawijaya yang sangat gagah dan tampan.
__ADS_1
"Maaf Tuan Putri, bukan maksud saya untuk menolak undangan Tuan Putri, saya beserta para rombongan sangat berterimakasih dan senang sekali atas undangan Tuan Putri, tapi kami harus segara meneruskan perjalanan karena kami semua sudah terlalu lama berada didaerah giritunggal, sekali lagi maafkan kami Tuan Putri", jawab Pangeran Gunawijaya kepada Putri Senjabirawa dengan nada yang berwibawa.
Apa daya, Putri Senjabirawa selalu tak berkutik setiap Pangeran Gunawijaya berkata, dan hatinya bergetar setiap menatapnya, apakah itu yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Tapi Putri Senjabirawa mencoba mengabaikan perasaannya itu. Lalu Paijo dan Dudung yang melihat kepergian ketuanya yaitu Mandala ikut serta dalam rombongan Pangeran Gunawijaya, mereka berdua Paijo dan Dudung sangat bersedih sebab Mandala adalah panutan mereka berdua selama ini, mereka berdua adalah anak buah Mandala paling setia.
"Hati hati ketua, jaga dirimu baik baik, jangan lupa istirahat kalau capek, aku selalu merindukanmu disini ketua", dengan lebay nya Paijo berkata kepada ketuanya yaitu Mandala.
"Apaan sih kamu jo jo, lebay amat jadi orang, kok gak sekalian nangis saja kamu ditinggal ketua", kata Dudung pada Paijo.
"Diam kau crewet!, Aku begini itu karena wujud setiaku pada ketua Mandala, ya meskipun kelihat lebay sih, tapi gak apalah demi ketua", jawab Paijo kepada Dudung dengan cengengesan.
Lalu Mandala ketua dari mereka berdua yaitu Paijo dan Dudung berkata pada mereka berdua?
__ADS_1
"Sudah sudah, kalian berdua jaga diri kalian baik baik, bersatulah demi sebuah kedamaian Jawa Dwipa, suatu saat kalian juga harus ikut berjuang menegakkan kedamaian ditanah Jawa ini".
Kemudian berangkatlah Pangeran Gunawijaya beserta para rombongannya tersebut yaitu pangeran Jatiwijaya, kedua senopati Balawarman dan Balamarwan, Jatmiko, Kedasih, Sanjaya dan juga Mandala. Mereka semua adalah kesatria kesatria tangguh yang siap mati demi kedamaian Jawa Dwipa.