
Lalu pertarungan Prayoga melawan senopati Balawarman terus berlanjut hingga pada akhirnya Prayoga berhasil memukul senopati Balawarman menggunakan ajian bandung bondowoso hingga senopati Balawarman terpental jauh dari tempat pertarungan tersebut, setelah Prayoga berhasil memukul senopati Balawarman, dia merasa bangga bisa dengan mudah mengalahkan pengawal Pangeran Gunawijaya yang terkenal hebat nan sakti mandraguna.
"Jika aku manusia mungkin aku bisa mati terkena serangan ajian ini?", kata senopati Balawarman yang terjatuh sambil memegang dadanya yang terkena pukulan aji bandung bondowoso milik Prayoga.
Prayogapun tertawa kegirangan karena dia merasa bisa mengalahkan senopati Balawarman dengan mudah, dan diapun tertawa dan berkata?
"Hahaha hanya seperti itu tarnyata pengawal seorang Pangeran Gunawijaya, jika julukkanmu benar-benar seorang pendekar kilat sakti, turun dan lawanlah aku Pangeran Gunawijaya, jangan kau hanya berdiam diri diatas kudamu!".
"Jangan merasa jumawa dulu kau kisanak, lihatlah itu!?", Pangeran Gunawijaya berkata pada Prayoga dan menunjuk kearah senopati Balawarman.
Kemudian Prayoga yang melihatnya sangat terkejut karena mengetahui senopati Balawarman masih bisa berdiri meski telah terkena serangan dari ajiannya tersebut dengan telak. Senopati Balawarman berdiri dan menatap Prayoga dengan tatapan yang tajam, ia tidak terima jika dirinya harus kalah dengan seorang musuh seperti dia, akhirnya ia mengeluarkan kesaktiannya juga yaitu ajian amuktiraksa yang pernah ia gunakan untuk mengalahkan dukun sakti ki Lodra.
Lalu disisi lain Jatmiko beserta Kedasih banyak menghabisi para musuh-musuh tersebut, tidak ada satupun para musuh dari aliran hitam yang berhasil mendekat kepada Pangeran Gunawijaya, setiap mereka akan mendekat, Jatmiko dan Kedasih selalu menghalaunya, akhirnya para musuh-musuh itu tak berkutik dibuatnya. Kemudian pertarungan antara senopati Balamarwan menghadapi Kan dan Kin, senopati Balamarwan berhasil menghabisi salah satu dari ketiga pendekar kembar itu yang bernama Kan.
__ADS_1
Serangan trisula angin senopati Balamarwan berhasil mengenai dada si Kan, lalu Kin yang melihatnya sempat akan menolongnya tetapi Jatmiko yang kebetulan melihatnya dia menghalangi laju Kin dengan menggunakan serangan pukulan tapak macannya hingga Kin berusaha menghindarinya dan tidak sempat menolong saudara kembarnya tersebut dari serangan senopati Balamarwan.
"Kanda Kan bertahanlah, aku akan segera menolongmu!", teriak Kin pada saudara kembarnya.
"Jangan harap kau bisa selamatkan dia!", kata Jatmiko yang maju menghadapi Kin.
Akhirnya Kin terpaksa bertarung dengan Jatmiko karena dia dihadang dan diserang olehnya, Kin bersenjatakan tombak bayangan dia harus menghadapi Jatmiko yang bersenjatakan sebilah sabit, mereka berdua bertarung habis-habisan, awalnya Jatmiko bingung menghadapi serangan tombak bayangan Kin, tapi setelah dia bisa beradaptasi dengan serangan itu, Jatmiko dengan mudah bisa menghalau setiap serangan tombak bayangan Kin.
Disisi lain Kan yang terkena serangan trisula angin dari senopati Balamarwan, akhirnya dia mati juga karena trisula senopati Balamarwan berhasil mengenainya. Lalu Kin dan Kun yang melihat kematian saudara kembarnya yaitu Kan, mereka berdua tak bisa berbuat apa-apa karena Kin telah dihadang oleh Jatmiko, sedangkan Kun masih bertarung dengan Pangeran Jatiwijaya. Kemudian disisi lain senopati Balawarman yang sedang bangkit dari serangan pukulan ajian bandung bondowoso milik Prayoga, ia segera bergegas menghadapi Prayoga kembali dalam pertarungan tersebut, disaat jarak antara mereka hampir berdekatan, senopati Balawarman menghentikan langkah kakinya dan ia segera mengeluarkan kesaktiannya yaitu ajian amuktiraksa.
Tiba-tiba dengan sekejap awan mendungpun datang, angin ribut berhembus kencang, suara petir bergemuruh dan kilatpun menyambar-nyambar, itulah ajian amuktiraksa milik senopati Balawarman. Ajian itu bisa mengedalikan petir sesuka hatinya, jika seseorang lawan sudah berada didalam lingkup wilayah yang telah dikelilingi awan mendung, dia tak akan bisa selamat dari ajian amuktiraksa.
Kemudian Sanjaya yang berada disuryaloka, dia merasa saudara seperguruannya yaitu Prayoga sedang dalam bahaya karena sebagai pendekar kujang kelana, dilengan mereka berdua ada sebuah lambang kujang, Sanjaya mempunyai lambang kujang dilengan sebelah kanannya, sedangkan Prayoga mempunyai lambang itu dilengan kirinya. Jika diantara mereka berdua sedang dalam bahaya, lambang kujang yang berada dilengan saudara seperguruannya itu akan menyala, maka dari itu salah satu diantara mereka berdua akan tahu jika salah satu diantara mereka sedang dalam bahaya.
__ADS_1
Lalu disaat Sanjaya tahu bahwa saudara seperguruannya itu memang dalam keadaan bahaya, dia segera menerawangnya menggunakan kekuatan mata batinnya, ternyata benar, dia melihat Prayoga sedang dalam bahaya, dalam ancaman ajian amuktiraksa senopati Balawarman. Sanjaya sangat khawatir akan nasib saudara seperguruannya itu, karena dia merasa, Prayoga tak akan selamat dari serangan ajian amuktiraksa. Akhirnya Sanjaya mencoba berbicara dengan senopati Balawarman lewat telepatinya mencoba mencegah dan menyuruh menghentikan serangan ajian amuktiraksanya itu.
"Ampun kanjeng senopati Balawarman, hamba Sanjaya, hamba mohon hentikanlah serangan kanjeng pada seseorang itu yang bernama Prayoga?" kata Sanjaya dengan kemampuan telepatinya.
Kemudian senopati Balawarman bertanya kenapa serangan dia harus diehentikan, dan siapa seseorang yang bernama Prayoga itu? Lalu Sanjaya menceritakan semua tentang Prayoga pada senopati Balawarman. Setelah senopati Balawarman tahu semua hal tentang Prayoga dari cerita Sanjaya, akhirnya dia menyanggupi untuk menghentikan serangannya itu pada Prayoga. Lalu Prayoga yang melihat kesaktian senopati Balawarman yang mengeluarkan ajian amuktiraksa, dia gemetar ketakutan karena dia tak pernah melihat kesaktian yang segitu hebatnya, dan dia juga merasa bahwa dirinya tak akan selamat dari serangan ajian itu. Tapi apa yang dia lihat saat itu ternyata tak sesuai dengan yang telah dia pikirkan, karena tiba-tiba senopati Balawarman mengurungkan niatannya untuk menyerangnya dengan ajiannya tersebut.
"He kau Prayoga, berterimakasihlah pada sahabatmu Sanjaya, karena dialah, aku membatalkan serangan ajian amuktiraksa padamu, maka dari itu cepat pergi dari sini, tarik semua anak buahmu yang tersisa, jangan sampai kesabaranku habis atas peringatan ini, cepat pergi dari sini sekarang juga!", kata senopati Balawarman dengan nada tinggi pada Prayoga.
Dengan sangat terkejut dan penasaran Prayoga memerintahkan semua anak buahnya yang tersisa untuk segera mundur dari pertarungan?
"Pasukan munduuurr!".
Akhirnya pertarungan itu usai juga dengan mundurnya para musuh dari aliran hitam, tapi dari pertarungan itu banyak korban dari para musuh tersebut, termasuk salah satunya yaitu Kan, dia adalah salah satu dari ketiga pendekar kembar. Lalu para pengawal Pangeran Gunawijaya segera berkumpul kembali setelah usai bertarung melawan pendekar aliran hitam yang mengepungnya, akhirnya berangkatlah mereka semua meneruskan perjalanan menuju kesuryaloka.
__ADS_1
Kemudian keesokkan harinya dikerajaan suryaloka, Maha Patih Damarwijaya beserta para pasukannya bersiap untuk segera menyerang kadipaten karang menjangan. Kanjeng Abdi Pranata Suryaloka atau biasa disebut sebagai Begawan Winara, Beliau yang diperintahkan oleh Maha Patih Damarwijaya untuk menjadi panglima perang dalam penyerangan tersebut. Beliau Begawan Winara memimpin ribuan bala pasukan suryaloka yang siap berjuang demi kejayaan negrinya tersebut.
Dibarisan depan ada Begawan Winara sebagai panglima perang suryaloka, lalu ada Maha Patih Damarwijaya yang juga ikut serta dalam penyerangan itu, kemudian ada Pangeran Gunturwijaya, Raden Mahesasangkala, tak ketinggalan juga kedua pendekar tangguh yaitu Sanjaya dan Mandala mereka yang telah diutus Pangeran Gunawijaya untuk membantu suryaloka dalam peperangan ini. Kemudian dengan perintah panglima perang, berangkatlah bala pasukan suryaloka dengan kekuatan besar menuju kadipaten karang menjangan. Kekuatan suryaloka memang sangat besar, apa lagi suryaloka memilikki pasukan khusus yaitu pasukan prajaloka, maka dari itulah suryaloka terkenal sebagai kerajaan terkuat seantero tanah jawa.