PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
155. Munculnya naga api


__ADS_3

Dalam strategi itu Pangeran Guna Wijaya berniat untuk melemahkan Cakra Begawan Sakti Ludoyo, menggunakan cara yaitu menggoresnya menggunakan keris harya murti.


Lalu Pangeran Guna Wijaya bertanya kepada adik iparnya yaitu Adipati Mahesa Sangkala, "Dinda Adipati Mahesa, apakah keris Harya Murti berhasil menyerap Cakra Begawan Ludoyo".


Adipati Mahesa Sangkala menjawabnya, "sepertinya sudah Kanda pangeran, karena keris Harya Murti sudah menyala terang seperti ini".


Kemudian Adipati mukas barada dengan kekuatan mata saktinya, dia mencoba melihat Cakra Begawan Sakti Ludoyo.


Dan Adipati mukas barada melihat bahwa Cakra dari Begawan Sakti Ludoyo melemah.


Lalu hal itu dia sampaikan kepada Pangeran Guna Wijaya.


Tapi meski begitu Begawan Sakti Ludoyo harus tetap diwaspadai.


Tak lama kemudian Begawan Sakti Ludoyo, merasakan ada yang aneh kepada dirinya.


"Ada apa dengan diriku, rasanya tenaga ini letih sekali, Padahal aku belum maksimal dalam pertarungan ini", kata Begawan Sakti Ludoyo yang sedikit heran pada dirinya sendiri.


Dengan sangat cepat tiba-tiba ketiga ksatria yaitu, Pangeran Guntur Wijaya dan kedua Senopati bala Warman beserta bala Marwan, mereka bertiga menyerang Begawan Sakti Ludoyo.


Sontak Begawan Sakti Ludoyo mengalami gempuran bertubi-tubi dari ketiga Kesatria tersebut.


Sedangkan Pangeran Guna Wijaya dengan jurus kala pati, dia menciptakan sebuah busur langit dari sebatang ranting.


Dan Pangeran Guna Wijaya juga merubah pangeran jati wijaya yang telah menjadi manusia siluman ular merah, kini dia yaitu Pangeran Jati Wijaya dirubahnya menjadi sebuah anak panah Sakti.


Anak panah tersebut adalah panah Naga Sakti.


Kemudian Pangeran Guna Wijaya segera membidik sasarannya yaitu Begawan Sakti Ludoyo, menggunakan panah tersebut


Sedangkan ketiga Ksatria yang melawan Begawan tersebut, sebenarnya mereka hanya mengalihkan perhatian Begawan itu saja.


"dengan panah ini orang sehebat apapun, pasti akan tewas", Pangeran Guna Wijaya yang akan bersiap untuk memanah Begawan Sakti Ludoyo.


Lalu kedua Senopati tersebut yaitu bala warman dan bala Marwan berhasil mengunci kedua tangan Begawan Sakti Ludoyo dalam pertarungan tersebut.


Kemudian Pangeran Guntur Wijaya memberikan pukulan Dahsyat menggunakan Aji Guntur Saketi tingkat kesepuluh, tepat mengarah ke jantung Begawan Sakti Ludoyo.

__ADS_1


Dan saat itu Begawan Sakti Ludoyo benar-benar merasa kesakitan dan dia muntah darah akibat pukulan tersebut.


Jurus kala murka yang dimiliki Begawan Sakti Ludoyo tidak berfungsi maksimal, karena cakranya telah terserap begitu banyaknya oleh Keris Harya Murti.


Saat itu Pangeran Guna Wijaya langsung melesatkan panah Naga Sakti untuk membunuh Bengawan Sakti Ludoyo.


Dan Begawan sakti Ludoyo tak bisa bergerak sama sekali, karena kedua tangannya telah terkunci oleh kedua Senopati tersebut, dan dirinya juga sudah terluka oleh pukulan dari pangeran Guntur Wijaya.


Saat itu panah naga sakti melesat dengan sangat kencang mengarah kepada Begawan Sakti Ludoyo.


"sial kenapa aku jadi lemah seperti ini", kata Begawan Sakti Ludoyo dari dalam hatinya.


Panah itu melesat dengan dikelilingi kobaran api merah yang menyala-nyala.


Lalu saat panah Naga Sakti itu menancap tepat di jantung Begawan Sakti Ludoyo, tiba-tiba whusss, Begawan tersebut berubah menjadi angin dan ambyar begitu saja.


Kemudian panah Naga Sakti itu berubah ke wujud asal yaitu pangeran Jati Wijaya.


Semua para Ksatria yang berada di situ sangat terheran-heran dengan apa yang telah mereka lihat tersebut.


Tapi di situ hanya Pangeran Guna Wijaya yang tidak heran sama sekali akan kejadian itu, Sebab bagi Pangeran Guna Wijaya hal itu sangatlah biasa saja, karena Begawan Sakti Ludoyo adalah pemilik jurus kala murka.


"kau jangan salah mengira Dinda Guntur Wijaya, justru saat ini kita harus lebih Waspada dari sebelumnya", jawaban dari seorang Ksatria terhebat setanah Jawa yaitu Pangeran Guna Wijaya.


"lantas saat ini Apa yang harus kita lakukan pangeran", kata Adipati mukas barada.


Lalu tanpa diduga tanah di sekitar situ bergetar, sehingga membuat panik para Ksatria.


Dari dalam tanah tersebut muncullah seekor naga besar yaitu naga api.


Naga itu terlihat sangat mengerikan, sorot matanya benar-benar memperlihatkan kemurkaan yang luar biasa.


Dan saat naga itu menyemburkan api yang sangat besar kepada para Ksatria tersebut, kedua Senopati bala warman dan bala Marwan dengan cepat segera membuat benteng perlindungan, menggunakan ajian perisai Segoro Kidul untuk melindungi para Ksatria dari semburan naga api tersebut.


Saat itu benteng pertahanan dari ajian perisai Segoro Kidul, sepertinya sudah tidak mampu menahan semburan dari naga api itu.


Kedua Senopati tersebut panik, karena mereka telah menggunakan banyak Cakra untuk memperkuat benteng tersebut, tapi kenapa benteng itu sepertinya tak kuat menahan semburan dari naga api itu.

__ADS_1


"Kanda Pangeran Guna Wijaya, jika kita tetap berdiam diri bisa-bisa kita semua akan mati terbakar di sini, sebab sepertinya benteng pertahanan yang dibuat oleh kedua Senopati tersebut, sepertinya sudah tidak kuat lagi menahan semburan itu", kata Pangeran Jati Wijaya.


Saat itu Pangeran Guna Wijaya tidak menjawab pertanyaan dari adik sepupunya tersebut, dan Pangeran Guna Wijaya langsung keluar dari benteng pertahanan untuk menghadapi naga api tersebut sendirian.


Dan tanpa diduga Pangeran Guna Wijaya keluar dari benteng pertahanan itu dengan cara teleportasi, sebab benteng pertahanan itu seperti kubah yang menutupi para Ksatria, maka jalan satu-satunya untuk keluar harus menggunakan jurus teleportasi.


Dan pada waktu itu para Ksatria terutama Mandala sangat terkejut melihat Pangeran Guna Wijaya ternyata dia mempunyai jurus teleportasi juga.


Kemudian saat pangeran Guna Wijaya sudah berada di luar dari benteng tersebut, lalu Pangeran Guna Wijaya merubah dirinya menjadi raksasa berbadan merah.


Pangeran Guna Wijaya waktu itu segera menghantam kepala naga api tersebut, dengan Pukulan Maut sehingga naga itu menghentikan semburannya.


Lalu bertarung lah naga api tersebut melawan raksasa merah jelmaan dari pangeran Guna Wijaya.


Pertarungan tersebut membuat situasi di medan perang Gunung Kelud, sangat mencekam dan bergejolak.


"Mandala, cepat bantu aku keluar dari benteng pertahanan ini, sebab selain Pangeran Guna Wijaya, hanya kaulah yang mempunyai jurus teleportasi, maka dari itu, segera bantu aku keluar dari sini", ucap Adipati mukas Barada.


"Maaf Adipati, situasi di luar sangat berbahaya, Apakah Adipati sudah memikirkan matang-matang untuk keluar dari benteng perlindungan ini", kata pangeran suta birawa kepada Adipati mukas barada.


"memang, situasi di luar sangat berbahaya, tapi saya tidak bisa berdiam diri di saat melihat Pangeran Guna Wijaya sedang berjuang mati-matian", Adipati mukas Barada menjawab.


Kemudian dengan jawaban dari Adipati mukas barada, akhirnya semangat para Ksatria tergugah.


Lalu kedua Senopati tersebut yaitu, Senopati Bala Warman dan Senopati bala Marwan, mereka segera membuka benteng perlindungan tersebut, Sebab semua para Ksatria akan berjuang membantu Pangeran Guna Wijaya, tidak peduli bagaimanapun resikonya.


Saat naga api itu melihat para Ksatria sudah keluar dari dalam benteng perlindungannya, naga tersebut mengalihkan perhatiannya kepada para Ksatria itu, dan naga itu kembali menyemburkan api yang dahsyat kepada para Ksatria tersebut.


Tapi para Ksatria berhasil menghindari semburan itu.


Kemudian saat Pangeran Guna Wijaya melihat kejadian tersebut, Dia segera melompat ke atas kepala naga itu, lalu dia mematahkan salah satu tanduknya, kemudian menancapkannya ke leher naga api tersebut.


Tapi apa daya, ternyata salah satu tanduk yang berhasil dipatahkan oleh pangeran Guna Wijaya, tidak bisa melukai sedikitpun naga api itu.


Ternyata bukan cuma sekedar kuat, tapi naga api itu juga kebal terhadap serangan apapun.


Saat ini para Ksatria benar-benar dibuat kewalahan oleh seekor naga tersebut.

__ADS_1


Untuk mengalahkan naga itu, para Ksatria masih belum menemukan caranya.


Tentu saja hal ini menjadi situasi yang sulit bagi para Ksatria tersebut.


__ADS_2