PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
158. Kesaktian pangeran kasim wijaya


__ADS_3

Ternyata tujuan Begawan Sakti Ludoyo bukan hanya sekedar membuat Gunung Kelud meletus, tapi Tujuan sebenarnya membuat Gunung Kelud tersebut hancur luluh lantah tak tersisa.


Singkat cerita setelah kehancuran Gunung tersebut, situasi di sekitar area Gunung itu sangat berubah drastis.


Akibat dampaknya bahkan Perubahan tersebut, sampai radius kiloan meter dari pusat hancurnya Gunung Kelud tersebut.


Lalu di sisi lain Mahapatih Damar Wijaya dan juga pangeran Kasim Wijaya, berhasil menyelamatkan para Ksatria, punggawa dan juga prajuritnya dari dampak ledakan gunung Kelud itu.


Waktu itu kedua ksatria tersebut, yaitu Mahapatih Damar Wijaya dan juga pangeran Kasim Wijaya, mereka berdua sempat menyadari bahwa jika Gunung Kelud itu meledak atau hancur, meski mereka semua berada lumayan jauh dari pusat Gunung itu, mereka berdua mengira dampak dari ledakan gunung tersebut akan berimbas kepada mereka semua.


Maka dari itu dengan kesaktian mereka berdua, yaitu Mahapatih Damar Wijaya dan Pangeran kasih Wijaya, mereka berdua berhasil membuat ruangan di dalam bawah tanah yang begitu besar, menggunakan kekuatan pengendali elemen bumi atau tanah yang mereka berdua miliki.


Sehingga dengan ruangan yang begitu besar di dalam tanah, kedua ksatria tersebut berhasil menyelamatkan para Ksatria, punggawa dan juga prajuritnya.


"Mahapatih Damar Wijaya, saya mohon izin untuk melihat situasi di luar seperti apa sekarang ini", kata Prabu silendra wangi.


Dengan kemampuan mata saktinya, meskipun di dalam tanah, Prabu silendra wangi bisa melihat situasi di luar menggunakan mata Sakti yang tersebut.


Singkat cerita kemudian Prabu silendra wangi, memberitahu kepada Mahapatih Damar Wijaya bahwa situasi di luar masih sangat mencekam.


Di luar sangat gelap karena kabut tebal telah menutupi semua wilayah tersebut.


Dan rasanya seperti tidak ada kehidupan satupun di luar sana.


"dengan kesaktian mata dari Prabu silindra wangi, Apakah Sang Prabu bisa melihat sampai ke titik pusat area ledakan gunung tersebut", tanya Mahapatih Damar Wijaya.


Saat itu Prabu silendra wangi mulai mencoba melihat ke titik pusat dari ledakan itu, tapi apa boleh buat, ternyata mata Sakti Prabu silendra wangi tidak bisa menjangkau jarak sejauh itu, karena situasi diluar sudah gelap gulita karena tertutup kabut tebal dari dampak ledakan gunung Kelud tersebut.


Kemudian para Ksatria sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan situasi tersebut.


Mahapatih Damar Wijaya dan juga banyak dari para Ksatria, apalagi para punggawa dan juga para prajurit, mereka semua sudah mulai putus asa dengan situasi yang mereka hadapi itu.


Beliau yaitu Mahapatih Damar Wijaya, bahkan sudah mengira bahwa, tidak ada yang selamat satupun di area Pusat dari ledakan atau hancurnya gunung tersebut.


Bahkan Mahapatih Damar Wijaya dan semua orang yang berada di sana, tidak tahu pasti tentang penyebab hancurnya Gunung Kelud.

__ADS_1


Ataukah kehancuran Gunung Kelud tersebut dampak dari pertarungan Pangeran Guna Wijaya melawan Begawan Sakti Ludoyo, Apa hal itu memang murni bencana alam.


Jadi Hal ini masih menjadi misteri bagi mereka semua.


Kemudian di dalam situasi kemelut tersebut, yang di penuhi dengan rasa keputusasaan.


Tiba-tiba ada salah satu Ksatria di antara mereka, yang mencoba memberikan semangat juang bagi mereka semua.


Salah satu Ksatria tersebut ialah Pangeran Kasim Wijaya.


"dengarlah kalian semua, Selama aku masih hidup, tak akan pernah kubiarkan api semangat ini padam", kata Pangeran Kasim Wijaya dengan lantangnya.


Kemudian Pangeran Kasim Wijaya memutuskan untuk keluar sendirian dari tempat persembunyiannya, yang berada di bawah tanah.


Pangeran Kasim Wijaya dengan jurus kala baya, dia menyatukan dirinya ke tanah, dan perlahan bergerak ke atas lalu dia keluar ke permukaan.


Dan semua orang yang berlindung di bawah tanah, keadaannya baik-baik saja, karena Mahapatih Damar Wijaya menggunakan aji Brata untuk menciptakan udara dan penerangan di dalam bawah tanah tersebut.


Aji Brata yang dimiliki oleh Mahapatih Damar Wijaya, bisa mengendalikan kelima elemen alam sekaligus, yaitu api tanah angin air dan juga petir.


Dia melindungi dirinya dengan perisai perlindungan, yang telah dia ciptakan menggunakan jurus kala baya.


"sungguh mengerikan suasana di luar saat ini, secepatnya aku harus menetralkan situasi yang mencekam ini", Pangeran Kasim Wijaya akan unjuk gigi menggunakan kesaktiannya untuk menetralkan situasi tersebut.


Kemudian Pangeran Kasim Wijaya menciptakan hujan badai yang begitu Dahsyat, gunanya untuk menghapus kabut atau asap tebal yang telah menutupi daerah tersebut, akibat dari ledakan gunung Kelud.


"Prabu silendra wangi, tolong Lihatlah Apa yang sedang dilakukan oleh pangeran Kasim Wijaya saat ini di luar", kata Mahapatih Damar Wijaya yang sangat penasaran dengan tindakan keponakannya tersebut.


"Baiklah Mahapatih, saya sendiri sebenarnya juga penasaran Apa yang dilakukan oleh pangeran Kasim Wijaya di luar sana", Prabu silendra wangi menjawab.


Lalu singkat cerita, Prabu silendra wangi menceritakan kepada Mahapatih Damar Wijaya, jika Pangeran Kasim Wijaya di luar sana telah menciptakan hujan badai yang begitu Dahsyat.


Dengan jurus kala baya yang dimilikinya, Pangeran Kasim Wijaya akan menghapus kabut atau asap hitam, yang telah menyelimuti seluruh wilayah daerah tersebut.


Dan Pangeran Kasim Wijaya telah melindungi dirinya dengan sebuah cahaya Sakti, yang telah menjadi dasar sebuah perisai keselamatan bagi dirinya.

__ADS_1


Maka dari itu dia baik-baik saja Meski sedang berada di dalam kepulan asap hitam tersebut.


Mendengar perkataan dari Prabu silendra wangi tersebut, Mahapatih Damar Wijaya merasa sedikit lega, karena beliau menganggap masih ada harapan meskipun sedikit, untuk bisa memastikan situasi yang sebenarnya terjadi dalam pertempuran tersebut, antara para Ksatria yang sedang bertempur melawan Begawan Sakti Ludoyo di Gunung Kelud yang sudah hancur luluh lantah.


Singkat cerita Begawan Sakti Ludoyo yang masih terbang dan berada di ketinggian, untuk mengamati situasi tersebut setelah Gunung Kelud itu hancur.


Begawan tersebut sangat heran, Kenapa tiba-tiba muncul hujan badai yang begitu Dahsyat.


Apakah ini hujan sungguhan dari alam ataukah rekayasa dari seseorang, yang memiliki kesaktian tinggi, yang mampu merekayasa cuaca alam dengan seketika.


"hujan ini bukanlah hujan biasa, hujan ini adalah hujan kehidupan, yang bisa menetralisir segala keadaan yang berbau negatif, jelas ini adalah ulah seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi, yang jelas bukanlah Pangeran Guna Wijaya, karena aku tidak merasakan getaran cakranya sama sekali", kata Begawan Sakti Ludoyo.


Beberapa lama kemudian dengan hujan badai tersebut, suasana di daerah itu menjadi normal, sebab kepulan asap hitam tebal yang menyelimuti daerah itu kini lenyap sudah, terhapus oleh hujan badai tersebut.


Dan saat Pangeran Kasim Wijaya melihat dan memandang daerah itu, kini keadaannya sudah jauh berbeda.


Sejauh mata memandang, Pangeran Kasim Wijaya hanya melihat lautan pasir.


Semua pepohonan dan apapun di daerah tersebut, kini telah musnah terkena dampak dari ledakan dan kehancuran Gunung Kelud.


"Terima kasih Dinda Kasim Wijaya, berkat engkau daerah ini menjadi segar kembali", ucap Pangeran Guna Wijaya yang ternyata masih hidup.


Sontak saat itu Begawan Sakti Ludoyo sangat terkejut dibuatnya, Karena Dia melihat semua orang yang berada di medan perang Gunung Kelud, ternyata masih hidup semua.


Ternyata sebelum kejadian meledaknya gunung tersebut, Pangeran Guna Wijaya dengan sangat super cepat, telah melindungi semua orang yang berada di medan perang gunung itu, menggunakan sebagian besar cakranya.


Jadi setiap orang yang berada di tempat itu, terselubungi oleh cahaya Cakra yang dikirim langsung oleh pangeran Guna Wijaya.


Maka meski terjadi sebuah ledakan yang sangat dahsyat dari Gunung Kelud, semua orang yang ada di sana bisa selamat.


Lalu apa yang terjadi selanjutnya saat Begawan Sakti Ludoyo melihat kejadian itu semua.


Yang jelas saat ini Begawan tersebut sangat terkejut dibuatnya.


Dia masih benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, sebab sesakti apapun seseorang itu, tidak akan pernah bisa selamat dari ledakan gunung Kelud yang begitu Dahsyat, apalagi tepat di pusat area ledakan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2