PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
136. Ki Kusumo pendekar rawarontek


__ADS_3

Akhirnya si manusia macan kumbang Suwaji, mati juga ditangan kedua senopati tersebut, yaitu Sandiaga dan Barda, yang menyatu menjadi manusia harimau emas.


Lalu setelah pertarungan kedua senopati itu melawan Suwaji usai, dengan kemenangan kedua senopati tersebut.


Kemudian ki Maung segera menghampiri kedua putra senopatinya tersebut, yaitu senopati Sandiaga dan senopati Barda.


"Putra putraku, kalian berdua sangat hebat, kalian adalah kesatria pilihan yang dikirim Sang Dewa untuk membunuh Suwaji, si manusia macan kumbang", ki Maung yang sangat bangga atas kemenangan kedua putranya itu, senopati Sandiaga dan senopati Barda.


"Saya juga sangat senang sekali, ternyata ayah masih selamat atas pertarungan ayah melawan Suwaji, padahal ayah waktu itu terluka sangat parah", kata senopati Sandiaga.


"Iya ayah, saya juga sangat senang melihat ayah baik-baik saja ternyata", senopati Barda yang turut serta berbincang bincang waktu itu.


Kemudian singkat cerita dimedan perang, begawan Winara seorang penasehat kerajaan suryaloka, yang sedang bertempur melawan salah satu punggawa Raja iblis Kalazar, beliau benar-benar menemukan lawan yang sepadan dengan dirinya saat itu.


Ternyata punggawa Raja iblis Kalazar tersebut, sangat sakti mandraguna.


Begawan Winara tak menyangka, bahwa beliau menemukan lawan yang berat saat ini.


Lawan begawan Winara memiliki ajian rawarontek, sebuah ajian keabadian tingkat tinggi.


Barang siapa seseorang yang memiliki ajian tersebut, dia tidak bisa mati jika dirinya masih menyentuh tanah, meski kepalanya dipotong, jika masih menyentuh tanah, kepala tersebut akan menyatu dengan sendirinya dan seseorang itu akan hidup kembali.


Ternyata tanpa diduga, lawan begawan Winara adalah ki Kusumo, saudara seperguruannya waktu dulu, saat mereka berdua masih muda.


Ki Kusumo selama ini berjalan pada kegelapan, dia menjadi abdi atau pengikut Raja iblis Kalazar demi mendapatkan kesaktian tingkat tinggi.


Karena ki Kusumo adalah seorang yang ambisi pada hal kedigdayaan.


Maka dari itu, dia niat mengabdi pada Kalazar, karena dengan menjadi pengikut setianya, Kalazar berjanji akan memberikan ilmu kesaktian yang luar biasa pada ki Kusumo.


"Hei kau Kusumo, kau sudah dibutakan oleh sebuah kesakitan, sampai dirimu kau jadikan budak iblis, dimana jiwa kesatriamu yang dulu Kusumo", luapan kekecewaan begawan Winara pada saudara seperguruannya tersebut.


"Jiwa kesatria tidak memberikan kesaktian Winara, hanya menjadi abdi tuanku Raja iblis Kalazar, aku bisa sakti seperti ini", ocehan ki Kusumo dengan bangganya.


Ternyata pertarungan begawan Winara dengan ki Kusumo sudah berjalan dengan sengit sedari tadi.


Begawan Winara berkali-kali selalu membuat repot ki Kusumo, dengan serangan demi serangannya.

__ADS_1


Dan berkali-kali juga, begawan Winara berhasil menebas anggota badan ki Kusumo, menggunakan pedangnya, hingga tangan maupun kepalanya sampai putus dan terpenggal.


Tapi dengan ajian rawarontek, ki Kusumo dapat hidup kembali, tangan maupun kepalanya bisa menyatu dengan sendirinya, selagi menyentuh tanah.


Maka dari itu, begawan Winara sampai heran, dari mana ki Kusumo mendapatkan ajian rawarontek tersebut.


Hingga pada akhirnya, ki Kusumo mengaku bahwa dirinya mendapatkan ajian itu dari Raja iblis Kalazar, dengan syarat harus menjadi budaknya.


Singkat cerita, akhirnya untuk bisa mengalahkan ki Kusumo, begawan Winara harus menggunakan ajian andalannya, yaitu ajian gajah mungkur.


Ajian gajah mungkur adalah sebuah ajian, yang dapat memberikan kekuatan super pada pemiliknya.


"Kau memang hebat Kusumo, dengan ajian rawarontek yang kau miliki, kau tidak mudah untuk dibunuh, tetapi kali ini apa kau bisa selamat dari ajian andalanku ini", begawan Winara yang akan mengeluarkan ajian gajah mungkur.


"Jangan banyak omong kau Winara, segera buktikan padaku ajian andalanmu itu", kata ki Kusumo.


Kemudian tiba-tiba tanah disekitar situ bergetar, ternyata begawan Winara sedang mengeluarkan ajiannya tersebut.


Efek saat keluarnya aji gajah mungkur milik begawan Winara, hingga membuat tanah disekitar bergetar.


Selang beberapa lama kemudian, saat ajian gajah mungkur milik begawan Winara sudah siap, ki Kusumo mulai waspada, sebab ki Kusumo merasa bahwa ternyata ajian tersebut benar-benar menakutkan.


"Tapi aku, ki Kusumo tak akan mati hanya dengan ajian seperti itu", ki Kusumo mencoba menghibur diri.


Lalu begawan Winara berkata pada ki Kusumo, "hei kau, Kusumo, apa kau sudah siap sekarang, tunggulah, sebentar lagi dewa kematian akan menjemputmu".


"Halahh... Jangan banyak bicara kau Winara, ayo segera tunjukkan kehebatan ajianmu itu", jawab ki Kusumo, dengan begitu percaya dirinya.


Lalu bertarunglah mereka berdua, begawan Winara melawan ki Kusumo.


Dengan ajian gajah mungkur, begawan Winara berhasil membuat ki Kusumo sangat terdesak sekali.


Tapi, untung saja ki Kusumo sanggup menghindari setiap serangan berbahaya begawan Winara, yang berkali-kali ditujukan padanya.


Sebab jika sampai terkena serangan tersebut, bisa bisa tubuh ki Kusumo hancur berkeping-keping.


Akhirnya untuk bisa menahan ajian gajah mungkur milik begawan Winara, ki Kusumo segera menggunakan ajian gapuroluko, untuk berjaga-jaga dari serangan berbahaya begawan Winara, yang menggunakan ajian andalannya tersebut.

__ADS_1


Ajian gapuroluko milik ki Kusumo, bisa memberikan perlindungan pada sang pemiliknya dari segala hal yang berbahaya.


Sebab siapapun yang memiliki ajian gapuroluko, maka tububnya akan menjadi kuat sekeras batu.


Tapi dalam pertarungan tersebut, ki Kusumo masih saja menghindari setiap serangan mematikan begawan Winara.


Padahal ki Kusumo sudah menggunakan ajian gapuroluko, dan dia juga memiliki ajian rawarontek, tapi dia masih saja was was akan kehebatan ajian gajah mungkur milik begawan Winara.


Dengan pertarungan tersebut, maka membuat keduanya saling menggunakan ajian andalannya.


Kemudian singkat cerita, saking sengitnya pertarungan itu, sehingga membuat salah satu diantara mereka berdua, harus tewas dalam pertarungan tersebut.


Dan ternyata yang tewas dalam pertarungan itu adalah ki Kusumo, karena dia ternyata tidak sanggup menahan gempuran serangan dari begawan Winara.


Dalam pertarungan itu, ki Kusumo muntah darah akibat terkena serangan di dadanya, hingga mengakibatkan dirinya mengalami luka dalam yang begitu parahnya.


Padahal ki Kusumo sudah menggunakan ajian gapuroluko untuk pertahanan dirinya, supaya dia kebal dari serangan begawan Winara.


Tapi ternyata, ajian gapuroluko tak sanggup menahan kekuatan dari ajian gajah mungkur milik begawan Winara.


Dengan serangan hebat, waktu itu begawan Winara berhasil memukul ki Kusumo tepat di dadanya.


Sehingga dada ki Kusumo hacur oleh pukulan begawan Winara, yang menggunakan ajian gajah mungkur.


Waktu itu untuk mencegah ki Kusumo agar tidak bisa hidup kembali, karena dia mempunyai ajian rawarontek, akhirnya saat itu begawan Winara segera memenggal kepalanya.


Dan kepala tersebut segera dibawa pergi oleh begawan Winara, dengan menunggangi kuda, menuju keluar medan perang.


Lalu sesampainya diluar medan perang, begawan Winara segera menggantung kepala ki Kusumo diatas sebuah pohon besar.


Sebab hanya dengan cara begitu, pemilik ajian rawarontek bisa dikalahkan.


Akhirnya ki Kusumo tidak bisa hidup kembali, karena tubuh dan kepalanya sudah terpisah.


Jadi meski tubuh ki Kusumo berada di tanah, dia tidak akan bisa hidup lagi, karena kepalanya sudah terpisah dan tergantung diatas pohon.


Maka dari itu, ajian rawarontek ki Kusumo tidak berguna lagi, dan akhirnya diapun tewas oleh kehebatan begawan Winara.

__ADS_1


"Kesombonganmu kini hanya tinggal kenangan Kusumo, sebab didunia ini tidak ada yang abadi selain Yang Maha Kuasa", begawan Winara setelah menggantung kepala ki Kusumo diatas pohon.


Akhirnya pertarungan tersebut dimenangkan oleh begawan Winara, dengan ajian gajah mungkur, dia berhasil mengalahkan ki Kusumo, saudara seperguruannya sewaktu masih muda dulu.


__ADS_2