PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
118. Misi pengintaian goa lowo


__ADS_3

Singkat cerita, Raja iblis Kalazar telah mengumpulkan para pasukan secara diam-diam untuk menyerang suryaloka, dia merasa bahwa penyerangan tersebut akan berjalan dengan lancar.


Maka dari itu, Kalazar dengan penuh percaya diri, dia hanya membawa pasukan tidak terlalu banyak, karena dia yakin akan bisa menghacurkan suryaloka dengan cepat, seperti kedua kerajaan yang sudah dia hancurkan, yaitu kerajaan banyuasri dan juga giritunggal.


Apa lagi, Kalazar juga menganggap dirinya sekarang ini jauh lebih hebat dari sebelumnya, karena akhir akhir ini, dia banyak melakukan latihan keras di gunung kelud bersama ayahnya tersebut.


Jadi untuk menghadapi para kesatria suryaloka, Kalazar tidak khawatir sama sekali, sebab Kalazar mengira bahwa kekuatan para kesatria suryaloka, masih jauh jika dibandingkan dengan kekuatannya.


Kesombongan Kalazar memang terbukti bahwa dia adalah Raja iblis yang kuat, dia pernah dua kali membuat sang Pangeran Gunawijaya kesulitan untuk mengalahkannya.


Kemudian Kalazar dengan para pasukannya sudah bergerak menuju suryaloka.


Tapi tanpa mereka sadari, senopati Balamarwan telah mengintai mereka dari ketinggian.


Senopati Balamarwan menaiki burung rajawali raksasa yang dia miliki.


Setelah itu, senopati Balamarwan melaporkan situasi tersebut pada panglima perang Pangeran Gunawijaya.


Kemudian, setelah mendapat informasi dari senopati Balamarwan, lalu Pangeran Gunawijaya sebagai panglima perang, memerintahkan para prajuritnya untuk segera bergerak menuju ke gunung kelud, melalui jalan atau jalur yang berbeda dengan para pasukan Raja iblis Kalazar.


Jalur yang Pangeran Gunawijaya lewati dengan para prajuritnya, adalah jalur khusus agar tidak berpapasan dengan para pasukan musuh, dan bisa dengan cepat sampai di gunung kelud, sebelum para pasukan musuh tersebut tiba di suryaloka.


Kemudian dalam perjalanan itu, Raja iblis Kalazar memerintahkan para pasukannya agar segera mempercepat jalannya, supaya bisa cepat sampai ditempat tujuan.


Lalu Pangeran Gunawijaya yang melewati jalur yang berbeda dengan Kalazar, beberapa waktu satu saja, dia beserta para prajuritnya hampir sampai digunung kelud.


Waktu itu para kesatria yang ikut dalam garda perang Pengen Gunawijaya ialah, Pangeran Jatiwijaya, Pangeran Sutabirawa, senopati Mahesasangkala, senopati Mukasbarada, Sanjaya, Mandala dan juga para punggawa yang lainnya.


Dalam misi tersebut, Pangeran Gunawijaya hanya membawa kekuatan seribu prajurit saja, karena misi itu hanyalah menahan begawan sakti Ludoyo, agar tidak bisa membantu putranya, yaitu Kalazar yang akan menyerang suryaloka.


Pangeran Gunawijaya yang membawa pusakanya, yaitu pedang mustika biru, dia nampak gagah sekali.

__ADS_1


Dulu pedang mustika biru dihancurkan oleh begawan Ludoyo, pedang itu dilebur di gunung bromo.


Tapi Dewa Indera telah membentuknya kembali, dari bahan dasar kawah gunung bromo, yang diambil oleh Dewa Narada, yang kala itu diperintahkan untuk mengambil kawah tersebut.


Waktu itu Pangeran Jatiwijaya sangat terpukau melihat pedang tersebut, karena ada perubahan dengan bentuk pedang itu.


Lalu Pangeran Jatiwijaya memberanikan diri untuk menanyakan kepada Pangeran Gunawijaya, tentang pedang mustika biru tersebut.


Kemudian Pangeran Gunawijaya, menceritakan semua hal tentang pedang mustika biru pada adik sepupunya tersebut, yaitu Pangeran Jatiwijaya.


Setelah Pangeran Jatiwijaya mengetahui cerita tersebut, dia memohon izin agar dia bisa melihat pedang mustika biru yang masih berada didalam tempatnya, yaitu didalam sarung pedangnya.


Tapi Pangeran Gunawijaya tidak mengizinkannya, karena jika pedang mustika biru yang sekarang ini dicabut dari tempatnya, maka pedang itu harus memakan korban, tapi jika tidak, pedang itu akan menyerang pemiliknya.


Kemudian di gunung kelud, begawan sakti Ludoyo, marah besar, karena mengetahui putranya, yaitu Kalazar sudah bergegas menyerang suryaloka, dengan membawa beberapa banyak pasukan pendekar aliran hitam.


"Ampun paduka begawan, saya mengira, kecerobohan tuan Kalazar dengan terburu buru menyerang suryaloka adalah karena hasutan Bodas, sebab selama ini saya sering melihat Bodas selalu mendekati tuan Kalazar", kata Saka sipendekar mata dewa kepada begawan sakti Ludoyo.


"Saya juga merasa begitu Saka, akhir akhir ini, Bodas nampak dekat sekali dengan Kalazar", begawan sakti Ludoyo menjawab pertanyaan Saka.


Itulah kehebatan Bodas dalam kemampuan intelijennya, selama ini semua kubu begawan Ludoyo tidak pernah ada yang tahu, siapa Bodas sebenarnya.


Lalu dalam perjalanan menuju suryaloka, Kalazar berkata pada Bodos, agar Bodas bekerja seperti biasanya dalam peperangan, yaitu mengobrak-abrik para pasukan pemanah musuh.


Sebab jika pasukan pemanah sudah di obrak-abrik, maka jalan kemenagan bagi kubu Kalazar akan sangat terbuka lebar.


Waktu itu Bodas siap dengan perintah dari tuannya tersebut, yaitu Kalazar.


Setelah kematian sesosok misterius atau Pangeran Muradwijaya, Bodas ganti mendekati Kalazar.


Karena itu adalah pesan dari sesosok misterius tersebut kepada Bodas.

__ADS_1


Mendiang Pangeran Muradwijaya atau biasa disebut dengan panggilan sesosok misterius, kala itu juga mengetahui bahwa Bodas adalah intelijen suryaloka.


Sebab sebanarnya yang menugaskan Bodas untuk jadi mata mata atau intelijen, adalah tiga orang kesatria suryaloka, yaitu Mahapatih Damarwijaya, begawan Winara dan Pangeran Muradwijaya yang kala itu masih hidup.


Kemudian semenjak kematian Pangeran Muradwijaya, Bodas selalu mendekati Kalazar, agar dia mendapatkan tempat utama sebagai tangan kanannya.


Ternyata usaha Bodas selama ini sebagai intelijen suryaloka berjalan sangat lancar, dia bisa memecah belah Kalazar dengan ayahnya, yaitu begawan Ludoyo.


Kemudian ditengah perjalanan, Pangeran Gunawijaya merencanakan strategi bersama para kesatria dan punggawanya.


Sebab tinggal sebentar lagi, kubu Pangeran Gunawijaya akan segera tiba di gunung kelud.


Maka dari itu, mereka menyiapkan strategi tambahan dulu, sebelum mereka sampai ditempat tujuan.


Intinya misi mereka hanya menghadang begawan Ludoyo, agar begawan Ludoyo tidak bisa membantu putranya, yaitu Kalazar.


"Mandala, dengan kemampuan teleportasimu, kau buat bingung begawan Ludoyo, sekali kali kau boleh menyerangnya, tapi ingat, jangan berlebihan, karena kau harus menghemat cakramu, sebelum peperangan yang sesungguhnya terjadi", perintah Pangeran Gunawijaya.


Singkat cerita, kubu Pangeran Gunawijaya sudah tiba di gunung kelud.


Mereka segera mengepung daerah goa lowo, dimana tempat itu adalah markas kubu begawan Ludoyo.


Kemudian Pangeran Gunawijaya, mengutus beberapa prajurit pengintai, untuk melihat kondisi dan situasi dipusat goa lowo.


Para prajurit pengintai itu dipimpin oleh adipati Mukasbarada, karena adipati Mukasbarada ahli dalam strategi pengintaian, sebab dia adalah jenderal pasukan khusus pengintai di suryaloka.


Setiap pendidikan pasukan khusus pengintai di suryaloka, adipati Mukasbarada selalu hadir, karena dia adalah jenderal besar pasukan pengintai suryaloka.


Maka dari itu, kemampuan strategi pengintaiannya tidak bisa di ragukan lagi, karena adipati Mukasbarada adalah ahlinya strategi tersebut.


Dan tak ketinggalan juga, adipati Mukasbarada juga mengajak Mandala dalam misi pengintaian itu.

__ADS_1


Sebab kemampuan teleportasi mandala sangat dibutuhkan sekali dalam misi tersebut.


Mandala pun sangat bangga sekali mendapatkan tugas seperti itu, karena bagi Mandala, tidak ada yang indah dalam peperangan, selain menjalankan perintah dan tugas dari atasan.


__ADS_2