PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
88. Keris pusaka padayangan


__ADS_3

Kemudian raden Rangga menceritakan tentang perihal masalah yang menimpa Kedasih putri dari ki demang Kusuma dan buk Sumi.


Setelah ki demang Kusuma dan buk Sumi mengetahui tentang cerita tersebut, alangkah terkejutnya mereka berdua, sebab cerita itu sangat tidak benar kata kedua orang tua Kedasih tersebut.


Lalu ki demang Kusuma dan buk Sumi menceritakan masalah Kedasih yang sesungguhnya pada raden Rangga dan senopati Tejo.


Dulu memang ki demang Kusuma dan buk Sumi sangat sulit sekali untuk mempunyai momongan, bertahun-tahun setelah mereka menikah tak kunjung juga mempunyai anak.


Akhirnya ki demang Kusuma bertekad untuk bertapa selama empat puluh hari, empat puluh malam dihutan larangan.


Ki demang Kusuma melakukan pertapaan itu atas saran gurunya.


"Demang Kusuma, jika kau ingin segera mempunyai anak, bertapalah kau dihutan larangan selama empat puluh hari, empat puluh malam, jika bertapaanmu diterima olah Dewata, kau akan mendapatkan air suci kehidupan dariNya, maka setelah kau mendapatkan air itu, segera pulang lah dan minum lan air itu bersama istrimu", kata guru ki demang Kusuma.


Maka segera lah ki demang Kusuma melaksanakan titah atau perintah dari gurunya itu untuk bertapa meminta anak dihutan larangan.


Saat ki demang Kusuma bertapa banyak sekali godaannya.


Waktu itu godaan tersebut mulai dari wanita wanita cantik yang selalu menggoda dengan bisikan bisikan rayuan agar ki damang Kusuma gagal dalam bertapa.


Lalu saat wanita wanita jelmaan dari iblis itu gagal menggoda ki demang Kusuma, kemudian datanglah setan setan gentayangan yang berusaha menggodanya juga.


Tapi setan setan gentayangan itu gagal juga, tak sanggup menggoyahkan tekad ki demang Kusuma.


Kemudian datang lagi godaan dari binatang binatang berbisa yang membuat ki demang Kusuma hampir gagal dalam pertapaannya, tapi untung saja ki demang Kusuma sangat kuat sekali tekadnya untuk bertapa agar bisa mempunyai anak.


Singkat cerita tibalah dihari penghujung dalam pertapaan tersebut.


Tiba-tiba waktu itu ada cahaya putih yang turun dari langit dan cahaya itu berkata, "bukalah matamu ki demang Kusuma, aku dewa Narada telah datang membawakanmu mata air suci kehidupan".


Lalu seketika itu ki demang Kusuma segera membuka matanya dan dia segera memberikan salam hormat pada dewa Narada.

__ADS_1


Kemudian setelah mereka berdua berbincang bincang sebentar, lalu dewa Narada segara memberikan air suci tersebut pada ki demang Kusuma.


Dan alangkah senangnya ki demang Kusuma yang merasa pertapaannya itu telah berhasil.


Kemudian saat ki demang Kusuma akan segera pergi meninggalkan hutan larangan, tiba-tiba dia dihadang oleh Raja gandaruwa beserta para anak buahnya.


Tujuan dari Raja gandaruwa tersebut adalah untuk meminta mata air kehidupan dari ki demang Kusuma.


Lantas apa yang dilakukan ki demang Kusuma saat itu, dia mempertahankan air tersebut dengan sekuat tenaga.


Lalu terjadilah pertarungan antara ki demang Kusuma melawan para gandaruwa itu.


Tapi ternyata para gandaruwa itu tak sanggup mengalahkan ki demang Kusuma, karena ki demang Kusuma memiliki pusaka sakti yaitu keris padayangan.


Keris padayangan adalah pusaka sakti dari dewa Surya yang bisa mengeluarkan api berkobar-kobar.


Ki demang Kusuma mendapatkan keris tersebut dari hasilnya dia bertapa meminta sebuah pusaka dewa.


Sebelumnya ki demang Kusuma lebih dulu pernah bertapa meminta pusaka dewa sebelum dia bertapa meminta air suci kehidupan untuk meminta seorang anak.


Dan saat ini dia berhasil mendapatkan air suci kehidupan yang akan direbut oleh Raja gandaruwa.


Tapi dengan keris pusaka padayangan, Raja gandaruwa itu beserta para anak buahnya dibuat kocar kacir oleh ki demang Kusuma.


Para gandaruwa tersebut lari tunggang langgang ketakutan karena kesaktian dari keris padayangan.


Tapi Raja gandaruwa itu sempat bersumpah jika dia tidak bisa mendapatkan air suci itu, suatu saat dia pasti akan mengambil anak ki demang Kusuma yang berasal dari mata air suci itu.


Jika anak tersebut laki-laki, dia akan dijadikan putra mahkota di alam gandaruwa.


Tapi jika anak itu perempuan, dia akan dinikahi oleh Raja gandaruwa itu.

__ADS_1


Seperti inilah cerita sesungguhnya tentang proses kelahiran sigadis manis Kedasih.


Jadi apa yang diomongkan oleh junjungan gandaruwa tersebut pada ketiga kesatria waktu itu adalah bualan semata, sebab demi dirinya bisa menikahi Kedasih, maka dari itu junjungan gandaruwa itu mengarang sebuah cerita untuk mengelabui mereka yaitu raden Rangga, Pangeran Jatiwijaya, senopati Tejo dan juga Kedasih yang akan jadi korbannya untuk dinikahi oleh junjungan gandaruwa tersebut.


Waktu itu selain termakan omongan, Kedasih juga dalam pengaruh hipnotis oleh junjungan atau Raja gandaruwa tersebut, maka dari itu Kedasih sangat ngotot sekali ingin tetap tinggal di alam gandaruwa dan tidak ingin dijemput oleh ketiga kesatria itu.


Kemudian setelah raden Rangga dan senopati Tejo mengetahui cerita sesungguhnya dari ki demang Kusuma dan buk Sumi tentang kelahiran Kedasih, kedua kesatria itu sangat berterimakasih karena dengan cerita tersebut, mereka berdua akan segera menyelamatkan Kedasih dari cengkraman Raja gandaruwa yang berada dihutan larangan.


Kemudian raden Rangga segera memberi tahu senopati Balawarman menggunakan kemampuan telepati akan cerita yang sesungguhnya tentang Kedasih.


Senopati Balawarman yang sudah mengetahui cerita tersebut dari raden Rangga, dia segera menyuruh Sanjaya yang waktu itu sebagai kusir kereta kuda agar putar balik dan kembali kehutan larangan untuk menyelamatkan Kedasih.


Lalu Pangeran Jatiwijaya yang telah mengetahui cerita tersebut dari senopati Balawarman, ia sangat geram sekali pada Raja gandaruwa itu.


Rasanya ia ingin menghancurkan Raja gandaruwa itu dengan sesegera mungkin.


Kemudian setelah itu raden Rangga dan senopati Tejo segera berpamitan pada ki demang Kusuma dan buk Sumi.


Mereka berdua akan segera menuju ke hutan larangan untuk menolong Kedasih.


Ki demang Kusuma dan buk Sumi sangat berharap agar putrinya yaitu Kedasih agar bisa segera diselamatkan dari cengkraman Raja gandaruwa tersebut.


Singkat cerita beberapa saat kemudian rombongan Pangeran Jatiwijaya sudah tiba di hutan larangan kembali.


Mereka ternyata sudah ditunggu oleh raden Rangga dan senopati Tejo sedari tadi.


"Akhirnya kalian semua datang juga", kata raden Rangga pada para rombongan Pangeran Jatiwijaya.


"Ohh... ternyata raden Rangga sudah tiba duluan sebelum kita", kata Pangeran Jatiwijaya.


"Bagaimana Pangeran, apa kita segera masuk ke alam gandaruwa tersebut", raden Rangga berkata pada Pangean Jatiwijaya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar raden Rangga, saya akan mengatur sebuah siasat dulu agar rencana kita bisa berjalan dengan lancar", kata Pangeran Jatiwijaya.


Lalu setelah Pangeran Jatiwijaya sudah menyusun rencana atau siasat, bergegaslah mereka semua masuk ke dalam alam gandaruwa dengan raden Rangga yang membuka sebuah portal untuk bisa masuk ke alam tersebut.


__ADS_2