PRAHARA TANAH JAWA

PRAHARA TANAH JAWA
96. Skenario besar yang akan merubah keadaan


__ADS_3

Kemudian pesan tersebut yang Pangeran Gunawijaya terima dari Putri Senjabirawa, ia rundingkan bersama pihak kerajaan terutama Mahapatih Damarwijaya.


Para pihak kerajaan suryaloka sangat berfikir keras akan isi pesan tersebut.


Sebab ini masalah etika dalam bernegara.


Tapi dalam ke lima negara atau kerajaan yang ada di tanah Jawa tersebut, hanya kerajaan suryaloka yang lebih adidaya atau terkuat dari kerajaan yang lainnya.


Jadi sangat pantas bila ada sebuah kerajaan minta bantuan kepada kerajaan suryaloka.


Tapi untuk situasi saat ini memang sulit untuk ditentukan, karena kerajaan suryaloka juga sedang memperkuat diri untuk berjaga-jaga jika ada gempuran dari bala aliran hitam yang ditunggangi oleh begawan sakti Ludoyo.


Jika untuk membantu kerajaan lain untuk saat ini sangat tidak mungkin.


"Keponakan Pangeran Gunawijaya, jika kita memaksa untuk membantu kerajaan giritunggal yang sedang terbelenggu oleh sebuah tirani kekuasaan, paman khawatir hal itu malah akan menimbulkan api peperangan antara suryaloka bersama giritunggal, ditengah situasi yang sedang genting saat ini", kata Mahapatih Damarwijaya kepada putra mahkota suryaloka.


"Memang benar apa yang paman Mahapatih Damarwija katakan, jika pihak kita memaksa membantu membebaskan giritunggal dari keterpurukan yang disebabkan oleh sebuah tirani, maka yang terjadi adalah sebuah perang antar kedua kerajaan tersebut", Pangeran Gunawijaya menjawabnya.


"Tapi yang jadi pikiran saat ini bagaimana caranya kita bisa menolak bantuan pertolongan dari pihak giritunggal, apa lagi yang meminta bantuan tersebut adalah seorang Putri giritunggal yaitu Putri Senjabirawa, calon menantu di kerajaan kita ini, suryaloka", kata Pangeran Gunturwijaya adik dari Pangeran Gunawijaya.


Perundingan waktu ini situasinya sangat membingungkan sekali, inilah sebuah dilema yang suryaloka rasakan.


Dalam situasi genting, kerajaan suryaloka di minta bantuan pertolongan dari kerajaan giritunggal.


Akhirnya dalam situasi sulit tersebut, Mahapatih Damarwijaya menyerahkan kebijakan tersebut pada penasehat kerajaan suryaloka yaitu begawan Winara.


Dan begawan Winara pun sedang memikirkan persoalan ini dengan keras, dia tidak bisa memutuskan masalah ini dengan cepat, karena dia masih ingin membaca situasi terlebih dulu.


Kemudian didalam perundingan itu, Pangeran Jatiwijaya menceritakan pengalamannya bersama Marlan sewaktu mereka berdua akan berlatih bersama di sebauh bukit berbatu yang masih di kawasan suryaloka.


Mereka berdua tiba-tiba di hadang oleh seorang pendekar yang bernama Kasim.


Dan pendekar tersebut yang bernama Kasim, dia mengaku bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga Wijaya.


Mendengar cerita itu, Mahapatih Damarwijaya sangat terkejut dan heran, kenapa ada seseorang yang berani dan lancang sekali mengaku sebagai keluarga Wijaya tanpa menunjukkan sil silah nya terlebih dulu.


Kemudian dengan segera waktu itu juga Mahapatih Damarwijaya membentuk sebuah tim penyelidikan khusus, untuk mencari seseorang yang telah mengaku sebagai bagian dari keluarga Wijaya, dan seseorang itu bernama Kasim.

__ADS_1


Tim penyelidikan khusus itu dipimpin oleh senopati Kuncoro, dan tak lupa juga Pangeran Jatiwijaya memasukan Marlan kedalam tim tersebut, sebab Marlan mengetahui dengan pasti sosok seseorang itu yang bernama Kasim.


Lalu berangkatlah tim itu segera menyisir keseluruh wilayah suryaloka untuk mencari seseorang tersebut.


Tim tersebut berjumlah seratus orang dan dibagi menjadi sepuluh regu.


Dan tiap-tiap regu membawa sketsa wajah seseorang itu yang bernama Kasim.


Ke sepuluh regu dari tim tersebut segera menyebar keseluruh pelosok penjuru wilayah suryaloka.


Sebab Mahapatih Damarwijaya ingin secepatnya seseorang itu tertangkap.


Marlan yang turut serta dalam tim penyelidikan khusus itu, dia berada satu regu bersama senopati Kuncoro.


Singkat cerita beberapa hari kemudian, begawan Winara yang dikawal oleh kedua tangan kanannya yaitu Soma dan Wiryo, mereka bertiga pergi berkunjung ke kerajaan giriseta untuk menemui Raja Dasabirawa.


Sesampainya di kerajaan tersebut, begawan Winara ingin berbicara empat mata bersama Raja Dasabirawa.


Dan kemudian Raja Dasabirawa memenuhi permintaan dari begawan Winara untuk berbicara empat mata dengannya.


Sebab Putri Senjabirawa adalah keponakan dari Raja Dasabirawa.


Biar tidak jadi kesalah pahaman tentang pesan tersebut, maka dari itu, begawan Winara ingin merundingkan masalah pesan itu bersama dirinya yaitu Raja Dasabirawa.


Raja Dasabirawa pun tak menyangka bahwa keponakannya yaitu Putri Senjabirawa juga mengirimkan pesan bantu kepada suryaloka juga.


Ternyata bukan hanya suryaloka saja yang dimintai bantuan oleh Putri Senjabirawa, tapi giriseta juga dimintai bantuan olehnya.


Maka dari itu berhubung kedua kerajaan tersebut yaitu suryaloka dan giriseta dimintai bantuan oleh Putri Senjabirawa, akhirnya begawan Winara dan Raja Dasabirawa menyusun strategi untuk bisa menyelamatkan warga giritunggal dari belenggu tirani kekuasaan.


Raja Dasabirawa sangat menyayangkan sekali, kenapa setelah keponakannya yaitu Pangeran Sutabirawa dinobatkan sebagai Raja di kerajaan giritunggal, semua hukum dan aturan yang ada disana menjadi berubah.


Dan perubahan tersebut malah menyengsarakan para warganya.


Padahal dulu saat mendiang Raja Jakabirawa ayah dari Pangeran Sutabirawa dan Putri Senjabirawa masih hidup, giritunggal adalah sebuah negri yang Makmur damai dan sejahtera.


Tapi sekarang situasinya malah menjadi sangat berbeda.

__ADS_1


Sebenarnya Raja Dasabirawa jauh-jauh hari sudah memperingati keponakannya tersebut yaitu Raja Sutabirawa, tapi keponakannya itu sangat angkuh sekali dan tak mau mendengar nasehat dari pamannya yaitu Raja Dasabirawa.


Kemudian setelah tahu bahwa suryaloka juga dimintai bantuan, kini Raja Dasabirawa tak ragu lagi untuk bisa menyelamatkan warga giritunggal yang teraniaya oleh sebuah tirani kekuasaan.


Raja Dasabirawa dan begawan Winara merencanakan strategi yang istimewa untuk menyelamatkan negri giritunggal.


Dan dari strategi itu, mereka berdua yaitu Raja Dasabirawa dan juga begawan Winara, akan membuat skenario besar yang dampaknya tidak akan terjadi sebuah peperangan antar kerajaan.


Tapi hasilnya, negri giritunggal pasti selamat dan terbebas dari belenggu tirani kekuasaan.


Beberapa bulan kemudian, terjadi sebuah polemik di kerajaan giritunggal.


Dimana Raja Sutabirawa tidak sepaham dengan adiknya yaitu Putri Senjabirawa.


Raja Sutabirawa tetap dengan ego nya yang keras untuk memerintah negri giritunggal dengan cara yang tegas tapi menyiksa para warga akan kebijakannya itu.


Sedangkan Putri Senjabirawa ingin membebaskan warga giritunggal dari cengkraman kekuasaan kakaknya tersebut.


Tapi gerak gerik Putri Senjabirawa yang ikut campur dalam urusan pemerintahan giritunggal tercium oleh kakaknya yaitu Raja Sutabirawa.


Maka dari itu Raja Sutabirawa memasukan adiknya yaitu Putri Senjabirawa kedalam tahanan.


Sebab bagi Raja Sutabirawa, adiknya tersebut adalah pengganggu dalam kinerja pemerintahannya.


Maka dari itu, Raja Sutabirawa tidak punya pilihan lain, selain memasukan adiknya itu kedalam tahanan kerajaan.


Kemudian kabar bahwa Putri Senjabirawa dihukum oleh kakaknya sendiri yaitu Raja Sutabirawa sudah tersebar luas kepenjuru negri giritunggal.


Banyak para warga giritunggal tidak menyangka bahwa Putri Senjabirawa bisa dihukum oleh kakaknya sendiri.


Kemudian ribuan warga giritunggal mengadakan protes besar-besaran didepan kerajaan giritunggal, mereka meminta keadilan agar Putri Senjabirawa dibebaskan dari hukumannya.


Sebab selama ini Putri Senjabirawa sangat baik terhadap para warga giritunggal, dia sering terjun ke lapangan hanya untuk bisa hidup bersama dengan para warga giritunggal.


Bantuan demi bantuan sering sekali diberikan oleh Putri Senjabirawa kepada para warga giritunggal yang kesusahan.


Maka dari itu, para warga giritunggal tidak terima bila seorang putri sebaik Putri Senjabirawa harus dihukum oleh Raja yang angkara seperti Raja Sutabirawa.

__ADS_1


__ADS_2