
Ki Maung yang diserang bertubi-tubi oleh pak Ujang yang menggunakan pedang, akhirnya dia mengeluarkan jurus cakar harimau.
Tiba-tiba kuku tangan ki Maung berubah menjadi cakar harimau sekuat baja, dan kedua tangannya menjadi sekeras besi, dengan begitu ki Maung bisa berbalik unggul dari pak Ujang.
Pertarungan ki Maung melawan pak Ujang semakin memanas, pedang pak Ujang sudah tak berguna untuk melawan ki Maung yang telah mengeluarkan jurus cakar harimau nya, berkali-kali ki Maung menepis setiap serangan pedang pak Ujang hanya dengan menggunakan tangannya saja.
Pak Ujang yang merasa serangannya sia sia, dia mulai kebingungan oleh kehebatan ki Maung. Sedangkan para anak buahnya sudah dibuat kocar-kacir oleh kedua murid ki Maung yaitu Harun dan Untung.
Melihat situasi yang semakin memburuk, akhirnya pak Ujang terpaksa mengeluarkan ilmu andalannya yaitu ajian kolo bendu yang bisa menukar posisi raga atau tubuhnya dengan tubuh lawannya.
Ki Maung tak sadar dengan rencana yang akan dilakukan oleh pak Ujang pada dirinya, ki Maung terus menerus menyerangnya tapi dia tidak menyadari bahwa pak Ujang sedang merapal atau membaca mantra aji kolo bendu.
"Kenapa dia hanya menghindari serangan ku saja dari tadi?", ki Maung berkata dalam hatinya.
Lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba pandangan ki Maung menjadi gelap saat setelah melihat mata pak Ujang, saat pandangan mata ki Maung sudah normal kembali dan dia sudah bisa melihat lagi, yang dia lihat dihadapannya malah sesosok dirinya yang sedang tertawa.
Ki Maung pun bingung dengan apa yang dia lihat, dan beberapa saat kemudian ki Maung sadar bahwa dirinya sudah bertukar alih dengan diri orang lain.
Dan ternyata tubuh ki Maung sudah bertukar posisi dengan tubuh pak Ujang.
Dengan kejadian tersebut membuat bingung kedua murid atau pengawal ki Maung yaitu Harun dan Untung, mereka tak bisa berbuat apa apa dengan kejadian tersebut yang dialami oleh gurunya yaitu ki Maung.
Pak Ujang yang telah berpindah ketubuh ki Maung, kini dia bebas mengendalikan tubuh tersebut. Pak Ujang menyerang ki Maung yang telah berpindah ke tubuhnya, serangan pak Ujang sangat hebat yang telah menguasai tubuh ki Maung dengan sempurna.
__ADS_1
Sedangkan ki Maung, dia kesulitan untuk bisa menguasai tubuh pak Ujang yang sekarang menjadi tubuhnya.
Ki Maung berkali-kali terkena serangan pak Ujang yang telah menguasai tubuhnya, sampai ki Maung tak berdaya untuk melawannya.
Kemudian pak Ujang berbalik menyerang kedua murid ki Maung yaitu Harun dan Untung, mereka berdua diserang habis-habisan oleh pak Ujang yang berada ditubuh ki Maung dengan jurus cakar harimau nya.
Harun dan Untung sedikit banyak bisa melawan pak Ujang dengan kemampuan bela dirinya, tapi untuk bisa mengalahkannya mereka berdua tidak bisa lakukan karena yang mereka hadapi adalah tubuh gurunya sendiri yaitu ki Maung yang telah dikuasai oleh pak Ujang dengan cara berpindah tubuh menggunakan aji kolo bendu.
"Kalau begini terus kita berdua bisa kalah", Harun berkata pada Untung.
"Lalu bagaimana kita bisa keluar dari kesulitan ini Harun?", tanya Untung.
"Kalian berdua murid-murid ku, jangan kau tatap matanya saat kalian bertarung dengannya, karena tatapan itulah yang membuatku terperangkap dan berpindah kedalam tubuhnya!", teriak ki Maung pada kedua muridnya yaitu Harun dan Untung.
Meski mereka berdua sudah diberi petunjuk oleh ki Maung yang sedang terperangkap didalam tubuh pak Ujang, tapi mereka berdua masih tak kuasa untuk menyerang pak Ujang karena dia sedang berada ditubuh ki Maung.
Tapi Harun dan Untung tak segampang itu menyerah meski dengan keadaan terluka. Mereka berdua terus mencari cara bagaimana agar gurunya yaitu ki Maung bisa kembali lagi kebadannya yang asli.
Pak Ujang yang merasa mereka berdua akan mencari cara untuk bisa mematahkan ajian kolo bendu nya, dia tak nunggu waktu lama lagi, segera kedua murid ki Maung tersebut akan dia habisi sekarang juga.
Di hajar lah habis habisan Harun dan Untung oleh pak Ujang, dan disaat pak Ujang akan mencabik-cabik Harun yang sudah tak berdaya menggunakan jurus cakar harimau nya, tiba-tiba datanglah kesatria hebat yang menolong mereka berdua.
Kesatria tersebut menolong Harun dan Untung, dan kesatria itu bertarung melawan pak Ujang yang masih berada dalam tubuh ki Maung. Dengan hebatnya kesatria tersebut menghajar pak Ujang dengan kemampuan bela dirinya.
__ADS_1
Tapi dengan jurus cakar harimau, pak Ujang bisa menandingi kehebatan kesatria tersebut.
Kesatria itupun terkesan melihat kehebatan pak Ujang, ia semakin bersemangat melawannya.
"Ternyata benar, dia sangat hebat sekali dan tidak bisa diremehkan", kata kesatria tersebut dari dalam hatinya.
Pertarungan itu semakin sengit, kesatria tersebut mencoba mengeluarkan jurus tapak macan untuk menyaingi jurus cakar harimau pak Ujang.
Ada perbedaan antara kedua jurus tersebut, jurus cakar harimau adalah jurus jarak dekat untuk bertarung, sedangkan jurus tapak macan adalah jurus jarak jauh yang bisa memukulkan sebuah energi penghancur kepada lawannya.
Tapi kedua jurus tersebut sangat hebat dikancah dunia persilatan, jarang sekali seorang pendekar memiliki kedua jurus tersebut. Hanya pendekar pilihan yang dapat memiliki jurus itu, karena tingkat lelaku untuk memiliki kedua jurus itu sangat berat.
Kemudian pertarungan tersebut semakin memanas karena kedua jurus tersebut akan saling beradu kekuatan, tapi jurus tapak macan menang satu langkah karena jurus tersebut bisa menyerang dari kejauhan.
Pak Ujang sangat kerepotan melawan jurus tapak macan milik kesatria tersebut, dia hampir tak bisa mendekat karena selalu dihujani dengan tembakan energi penghancur dari jurus tersebut.
Tapi kelemahan jurus tapak macan, semakin digunakan akan semakin melemahkan tenaga pemiliknya, karena energi yang digunakan oleh jurus tersebut bersumber dari cakra atau tenaga dalam pemiliknya.
Kesatria itu sangat perhitungan saat akan mengeluarkan pukulan energi jurus tapak macan, karena ia tahu bahwa energi tersebut bisa melemahkannya jika sering digunakan.
Pak Ujang saat itu masih bertahan dalam serangan tersebut, karena untuk maju menyerang kesatria itu, pak Ujang hampir tidak bisa.
Ki Maung dan kedua muridnya yaitu Harun dan Untung bertanya tanya, siapakah sebenarnya kesatria itu yang telah membantunya, dan dari manakah asalnya.
__ADS_1
Tapi dengan bantuan tersebut bisa membuat ki Maung beserta kedua muridnya sedikit lega.
Pertarungan itu masih terus berlanjut karena antara pak Ujang dan kesatria itu masih sama sama kuat, dan mereka masih sama sama berambisi untuk saling mengalahkan satu sama lain. Tapi untuk sekarang ini posisi kesatria tersebut masih sedikit unggul dari pak Ujang yang telah berpindah tubuh kepada tubuh ki Maung.